Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Domain Badai Kehancuran (2)


__ADS_3

Saat ini, Nia dan Emi yang mengetahui bahwa mereka sedang berada di wilayah domain milik Madika kini hanya bisa penasaran, bingung, dan bertanya-tanya akan identitas Madika yang sebenar-nya.


"siapa orang itu?.... apa jangan-jangan dia berasal dari keluarga kerajaan atau semacam-nya?" ucap Nia bertanya-tanya.


Jurus wilayah domain memang pada dasar-nya adalah sebuah jurus spesial yang tidak bisa di miliki oleh semua orang.


hanya beberapa orang kuat tertentu yang bisa memiliki jurus seperti ini.


Banyak pengguna Saga di dunia ini, namun belum tentu semua-nya bisa mengguna-kan jurus wilayah domain.


Karena wilayah domain ini tampak.penuh dengan badai angin yang di sertai debu pasir yang beterbangan, kini Nia dan Emi pun tak bisa melihat area sekitar-nya dengan jelas.


hal itu pun membuat mereka kini hanya bisa mengguna-kan teknik pendeteksian milik mereka untuk mencari tahu situasi mereka saat ini.


"sebaik-nya kita pantau situasi terlebih dahulu agar bisa mengetahui apa yang terjadi di sekitar domain ini." ucap Emi menyaran-kan.


Lalu Nia pun langsung mengangguk patuh.


kini kedua-nya pun mulai mencoba mengaktif-kan jurus pendeteksian mereka.


Namun alangkah terkejut-nya mereka ketika mereka mendapati diri mereka sama sekali tidak bisa mengguna-kan jurus pendeteksian.


Setiap kali melakukan pendeteksian, mereka tetap gagal menemukan apa-apa.


bahkan pendeteksian mereka rasa-nya tidak berjalan sama sekali.


"ba.... bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!" ujar Emi yang tampak sedikit khawatir.


"seperti-nya orang itu bisa memblokir jurus pendeteksian yang ada di wilayah domain milik-nya ini." ucap Nia yang berusaha untuk tenang.


"lantas kalau begitu bagaimana orang itu akan melancar-kan serangan-nya jika ia sendiri juga tak dapat melihat dengan jelas?" tanya Emi.


"jangan bodoh Emi!...." balas Nia sambil menatap serius ke arah Emi. lalu ia melanjut-kan perkataan-nya.


"jika ini memang jurus orang itu, maka tidak menutup kemungkinan jurus ini sendiri sudah menjadi semacam mata bagi pengguna-nya." ujar Nia.


Mendengar jawaban Nia, Emi pun hanya bisa terdiam.


ia tak bisa membantah ucapan Nia barusan karena yang di ucap-kan oleh Nia memang bisa menjadi sebuah kebenaran, atau bahkan lebih tepat-nya itu memang benar ada-nya.

__ADS_1


Sementara itu, para ksatria penjaga yang jumlah-nya mencapai 13 orang itu kini berada di tempat yang terpisah-pisah.


Mereka semua saat ini tampak masih siap dengan jurus kuat yang mereka miliki.


namun sayang-nya mereka bingung harus menembak-kan jurus itu ke arah mana sebab saat ini seluruh wilayah di kelilingi oleh debu yang beterbangan akibat dari badai angin yang ada di gurun pasir ini.


"sial!.... orang ini ternyata mempunyai kemampuan sekuat ini!" ucap salah satu Ksatria penjaga dengan ekspresi kesal di wajah-nya.


"siapa sebenar-nya orang ini?"


"ini benar-benar di luar dugaan, tidak ku sangka ada orang sekuat ini datang ke kota kecil Kayau!"


"orang ini sama sekali bukan lawan yang tepat bagi kami!.... kalau terus seperti ini, cepat atau lambat kami pasti akan kalah!"


Berbagai macam pendapat mulai keluar dari mulut para ksatria penjaga yang berada di tempat yang terpisah-pisah itu.


Sementara itu, dalam kebingungan serta rasa waspada para ksatria penjaga itu, kini para ksatria penjaga itu pun mendengar suara yang menggelegar di udara.


"HAHAHAHA....."


"HAHAHAHA....."


"HAHAHAHA....."


mereka semua langsung melihat ke berbagai arah dan mencoba memasti-kan suara itu datang dari mana.


Mereka terus-terusan celingak-celinguk ke berbagai arah untuk menemukan sosok yang tertawa menggelegar itu.


namun tak ada apa-pun yang bisa mereka temukan selain debu tebal yang beterbangan akibat hembusan angin yang sangat kuat.


Di sisi lain, Emi dan Nia yang juga mendengar suara tawa yang menggelegar itu kini hanya bisa diam dengan rasa penasaran di hari mereka.


Mereka tidak tahu tentang siapa orang yang membuat wilayah domain ini serta orang yang tertawa itu.


namun karena orang itu tampak memihak pada mereka berdua, mereka pun merasa sedikit tenang dan ingin membiar-kan orang itu melakukan apa yang ingin ia lakukan pada para ksatria penjaga itu.


Sementara itu, para ksatria penjaga yang merasa kesal mendengar tawa menggelegar itu kini langsung buka suara.


"tunjuk-kan diri-mu pecundang!"

__ADS_1


"jika kau memang merasa lebih kuat cepat keluar dan bertarung dengan-ku!"


"jangan hanya bersembunyi pengecut!"


"ayo keluar kalau berani!!"


"berani-beraninya main sembunyi!!... kalau memang kau seorang yang jantan maka tunjuk-kan diri-mu sekarang juga!!"


Berbagai macam makian keluar dari mulut para ksatria penjaga yang berada di tempat yang terpisah-pisah itu.


mereka semua sebenar-nya sudah mulai ketakutan saat ini, namun mereka tetap berusaha menekan ketakutan itu, atau lebih tepat-nya mereka ingin menyembunyi-kan rasa takut mereka dengan cara berpura-pura kuat dan berani.


"MEMANG-NYA KALIAN PIKIR KALIAN ITU PANTAS UNTUK MELIHAT WAJAH-KU SAAT INI?.... APA KALIAN PIKIR KALIAN SUDAH CUKUP KUAT UNTUK MENANGANI DIRI-KU JIKA BERHADAPAN LANGSUNG DENGAN KALIAN?!!"


ucap Madika dengan suara yang kian menggelegar dan bergetar hebat di telinga mereka.


"sial..... hanya mendengar suara-nya saja kepala-ku langsung sakit!" ucap salah satu ksatria penjaga yang kini langsung berlutut sambil memegang kepala-nya yang kesakitan.


Bukan hanya satu ksatria penjaga itu saja yang mengalami sakit kepala saat mendengar suara Madika.


ternyata semua ksatria penjaga itu mengalami hal yang sama.


Mereka yang berada di tempat yang terpisah-pisah itu mengalami sakit kepala yang tidak tertahan-kan.


pandangan mereka mendadak kabur, dan mereka merasa pusing seolah-olah sedang mabuk berat.


Sementara itu, Nia dan Emi sama sekali tidak merasakan apa-apa dari suara itu.


hal itu di karena-kan Madika hanya mengguna-kan kekuatan-nya untuk menyerang para ksatria penjaga itu.


"JIKA KALIAN INGIN AKU MENUNJUK-KAN DIRI-KU DI HADAPAN KALIAN, MAKA TUNJUK-KAN PADA-KU APAKAH KALIAN PANTAS UNTUK ITU." ucap Madika yang masih mengeluar-kan suara menggelegar.


"orang ini benar-benar bukan ksatria Saga biasa!... dia sangat kuat dan menakut-kan!" ucap salah satu Ksatria penjaga.


Setelah itu, para ksatria penjaga itu pun langsung mengguna-kan kekuatan mereka masing-masing untuk menyerang.


Namun karena mereka tidak tahu harus menyerang ke mana, mereka pun kini hanya menyerang dengan sembarangan.


mereka tidak peduli mau menyerang ke mana saja asal-kan mendengar sedikit suara pergerakan di udara mereka pun langsung melancar-kan serangan mereka masing-masing

__ADS_1


__ADS_2