
Tiga hari pun kini berlalu, dan saat ini, di sebuah gua yang sebelum-nya di jaga oleh Bunggu tampak Madika yang sedang duduk bersila kini perlahan membuka mata-nya.
tak lama setelah itu tiba-tiba tubuh-nya langsung memancar-kan energi Saga dalam jumlah banyak yang langsung menghasil-kan hentakan energi di udara.
"huh...." Madika menghela nafas panjang.
"sudah tiga hari berlalu, akhir-nya tubuh-ku sekarang benar-benar sudah pulih dan energi Saga-ku juga sudah pulih sepenuh-nya." ucap Madika dalam hati.
Setelah itu kini Madika pun langsung berdiri, dan kemudian ia mengangkat kedua tangan-nya ke atas dengan posisi jari-jari tangan-nya saling menyatu dan menyilang serta memposisi-kan telapak tangan ke arah atas.
Sambil mengangkat kedua tangan-nya ke atas dan menekan-nya kuat-kuat, di saat itu juga Madika mengencang-kan seluruh tubuh-nya hingga akhir-nya terdengar bunyi seperti bunyi ranting patah dari bagian punggung, pinggang, dan lengan Madika.
"ahh..... sial@n.... benar-benar hari yang melelah-kan." ucap Madika mengeluh dan kemudian mengendur-kan kembali tubuh-nya serta menurun-kan kembali kedua tangan-nya.
"ini saat-nya untuk pergi ke tempat itu lagi!" ucap Madika yang kemudian mengangkat tangan kanan-nya ke depan dan mulai membuka kembali lingkaran energi yang merupa-kan gerbang yang biasa di pakai-nya untuk melakukan pemanggilan hewan peliharaan.
Begitu lingkaran tersebut terbentuk di depan Madika, kini Madika pun langsung masuk ke dalam lingkaran energi itu dan ia pun kini keluar tepat di ruangan tempat ia bertarung dengan Gupo tiga hari yang lalu.
"wah.... anda sudah kembali tuan.... apa anda sudah agak sehat sekarang?" tanya Bunggu yang kini langsung menghampiri Madika dalam wujud manusia-nya.
"ya, sekarang aku sudah agak lebih baik." ucap Madika sambil tersenyum tipis pada Bunggu.
"bagus-lah kalau begitu." balas Bunggu.
kemudian ia menimpali-nya, "jadi bagaimana?.... apa rencana anda sekarang?" tanya Bunggu.
"hahaha.... seperti-nya kau sangat kesal pada mereka ya?" ucap Madika sambil tertawa karena ia sudah bisa menebak pikiran Bunggu saat ini.
kemudian ia menimpali-nya, "padahal aku baru saja selesai memulih-kan diri tapi kau langsung ingin tahu rencana-ku yang harus-nya sudah bisa kau tebak." ucap Madika.
"hahaha begitu ya.... baik-lah maaf sudah membuat anda sedikit terdesak.... padahal anda baru saja pulih." ucap Bunggu yang kini merasa yakin dengan tebakan-nya tentang menyerang klan dan sekte yang telah membuat Madika jadi seperti ini.
__ADS_1
"hmm... sebelum kita pergi aku ingin mencoba dua benda pusaka yang ku dapat-kan di tempat ini." ucap Madika yang kemudian mengeluar-kan sebuah kristal serta sebuah mahkota emas.
Bunggu yang melihat kristal dan mahkota itu kini langsung mengangguk.
"baiklah tuan, kalau itu keinginan anda maka aku hanya perlu mengikuti saja." ucap bunggu.
"bagus-lah kalau begitu." balas Madika yang kemudian menimpali-nya "untuk sekarang pertama-tama akan ku coba mengguna-kan kristal ini terlebih dahulu." ucap Madika.
Lalu Madika pun langsung menyimpan kembali mahkota yang merupa-kan sebuah pusaka yang sengaja di tinggal-kan murid-nya untuk diri-nya.
Setelah itu Madika pun mulai mengalir-kan Saga-nya ke dalam kristal tersebut.
Seketika itu juga kini kristal itu pun langsung memancar-kan cahaya yang sangat terang, dan setelah itu kini seekor monster gorila langsung muncul di depan Madika.
Monster gorila itu tampak membawa pedang serta sebuah tameng yang sangat kokoh.
namun, saat melihat monster gorila itu, kini Madika merasa familiar dengan gorila itu.
Setelah itu kini Madika pun langsung melihat ke arah Bunggu dan dalam tiba-tiba Madika ingin menguji gorila itu dengan cara menghadapi Bunggu.
"Bunggu, aku ingin mencoba mahluk ini sebentar." ucap Madika yang kini memperhati-kan gorila itu dari atas sampai bawah.
Bunggu yang mendengar ucapan Madika kini hanya bisa menghela nafas panjang dan menyetujui keinginan tuan-nya itu.
"hahh...... terserah anda saja.... lagi pula mahluk lemah seperti itu sama sekali bukan tandingan-ku." ucap Bunggu sambil menyilang-kan kedua tangan-nya di depan dada.
"hahaha begitu ya." balas Madika sambil menoleh ke arah Bunggu. lalu ia melanjut-kan ucapan-nya, "kalau begitu aku tak perlu ragu-ragu bukan?" tanya Madika sambil tersenyum licik.
"hmm.... tentu saja.... anda tak perlu ragu! ayo lakukan sekarang!" ucap Bunggu dengan penuh percaya diri sambil memejam-kan mata-nya dan masih menyilang-kan kedua tangan-nya di depan dada.
Baru saja berkata seperti itu, tiba-tiba Bunggu langsung di serang oleh gorila itu.
__ADS_1
tampak sebuah pedang yang sangat besar langsung mengarah pada Bunggu.
namun Bunggu tetap tenang, dan saat pedang itu berada 5 cm dari tubuh-nya, kini Bunggu pun tiba-tiba menghilang tanpa jejak dari tempat itu.
Kini Bunggu muncul di sebelah kiri si monster itu dengan jarak sekitar 20 meter dari tempat ia berdiri sebelum-nya.
baru saja tiba di sana, tiba-tiba pedang yang sebelum-nya itu kini langsung terlempar lagi ke arah Bunggu karena saat ini si gorila itu telah berteleportasi mengguna-kan pedang-nya tersebut.
"hoh.... bisa teleportasi rupa-nya.... seperti-nya pusaka yang satu ini cukup menarik." ucap Bunggu sambil tersenyum tipis.
Lalu Bunggu pun kini menghindari serangan kedua itu dengan sangat santai.
ia kini bergerak sangat cepat ke arah kiri lagi, dan di saat Bunggu menghindar, kini si gorila itu muncul lagi di tempat pedang-nya yang bahkan masih berada di udara itu.
lalu gorila itu pun langsung melempar-kan kembali pedang-nya ke arah Bunggu.
Namun Bunggu berhasil menghindar lagi.
"apa monster pusaka ini hanya bisa melakukan teleportasi saja?" tanya Bunggu.
"tidak, ku rasa dia tidak hanya bisa teleportasi saja, soal-nya dia ini memiliki elemen api, jadi ada kemungkinan ia juga bisa menyerang mengguna-kan kekuatan api." ucap Madika.
"apa dia butuh perintah anda untuk bisa melakukan-nya?" tanya Bunggu lagi.
"entah-lah mungkin sebaik-nya ku coba dulu menyuruh-nya mengguna-kan elemen api milik-nya." ucap Madika.
Baru saja Madika ingin menyuruh gorila itu menyerang pakai elemen api, tiba-tiba kini si gorila itu sudah melancar-kan serangan bola api ke arah Bunggu.
bahkan jumlah bola api itu cukup banyak dan tampak melayang di sekitaran tubuh gorila itu.
Lalu Gorila itu pun langsung menembak-kan semua bola api itu secara bertubi-tubi dan bola api milik-nya itu seolah tak ada habis-habisnya.
__ADS_1