Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Latih Tanding


__ADS_3

Saat ini seluruh siswa bahkan pak Kulimu telah mengetahui tingkatan Askila yang sebenar-nya.


banyak dari para siswa itu yang terlihat masih terkejut. bahkan pak Kulimu sendiri pun juga tidak menyangka kalau Askila ternyata sekuat itu, dan yang paling mengejut-kan bagi mereka adalah ketika mengetahui bahwa ternyata Askila adalah raja para serigala petir.


dia adalah serigala petir terkuat dan telah lama menjadi raja yang menguasai para serigala petir.


Saat ini serigala petir milik Tepaonjo tampak menunduk-kan kepala-nya kepada Askila.


"maaf tuan.... aku terlambat menyadari anda.... tolong berikan hamba hukuman yang pantas." cap serigala petir milik Tepaonjo.


mendengar perkataan itu tentu membuat banyak siswa hanya bisa menganga karena terkejut.


mereka benar-benar tak menyangka kalau serigala petir Madika yang sebelum-nya mereka remeh-kan justru merupakan yang terkuat, yakni sang raja serigala petir.


Mendengar ucapan serigala petir milik Tepaonjo itu, kini Askila hanya menatap dengan santai.


"tidak perlu, lagi pula sekarang aku bukan-lah raja kalian lagi.... aku yang sekarang hanya-lah bawahan tuan-ku Madika!" ucap Askila dengan suara yang terdengar sedikit tegas.


"tapi tuan...."


"sudahi saja percakapan ini.... jadi sekarang kau mau melawan atau tidak?" tanya Askila menyela ucapan peliharaan Tepaonjo.


Tak lama setelah Askila bertanya, kini pak Kulimu pun langsung berdiri dari duduk-nya.


"apa-pun yang terjadi kalian harus tetap bertarung...." ucap pak Kulimu. lalu pak Kulimu menoleh ke arah Askila. "sementara itu, hewan peliharaan Madika harus menahan kekuatan-nya dan tidak boleh mengguna-kan kekuatan penuh.... ingat, ini latih tanding, dan latih tanding ini di buat agar aku bisa menilai perkembangan kalian semua.... jadi jika kalian tidak bertarung, maka perkembangan kalian tidak akan di ketahui....sekarang tidak ada alasan untuk mundur dari pertarungan!" ucap pak Kulimu dengan tegas.


Mendengar ucapan pak Kulimu itu, seketika serigala petir milik Bunggu langsung merinding.


"maaf tuan, seperti-nya aku terpaksa harus bertarung dengan anda." ucap serigala petir milik Tepaonjo sambil perlahan mengangkat tubuh-nya dan berdiri dengan gagah.


"lakukan saja sesuka-mu." ucap Askila dengan tenang.


Setelah berkata seperti itu, kini pertarungan mereka pun di mulai.


pertarungan antara Madika dan Tepaonjo beserta dengan peliharaan mereka masing-masing.


pertarungan itu hanya berlangsung selama lima menit, dan dalam waktu lima menit itu Madika dan Askila sudah menguasai pertarungan dan mengalah-kan Tepaonjo serta serigala petir milik-nya.

__ADS_1


Setelah pertarungan antara Madika dan Tepaonjo berakhir, tampak di salah satu tempat duduk yang berada di atas arena latihan terlihat sosok kepala akademi yang sedang menonton pertarungan itu secara sembunyi-sembunyi.


sesekali kepala akademi itu tampak menyipit-kan mata-nya saat melihat ke arah Madika.


ia terlihat seperti sedang mengamat-amati Madika dari kejauhan.


Kini pertarungan kembali di lanjut-kan.


berbagai macam hewan peliharaan kini di panggil oleh siswa-siswa lain-nya yang sedang bertarung.


hingga akhir-nya latih tanding ini pun berakhir.


~jam istirahat~


Saat ini, Madika dan Ariel tampak sedang berjalan bersama di Selasar dan sedang menuju ke kelas.


beberapa teman lain-nya ada yang berjalan di depan mereka dan ada pula yang berjalan di belakang mereka.


"Madika, serigala petir-mu itu benar-benar sangat menakjub-kan.... awal-nya anak-anak lain meremehkan-nya, tapi akhir-nya saat merasa-kan kekuatan serigala petir-mu itu, mereka semua hanya bisa diam dan tak tahu harus berkata apa lagi!" ucap Ariel memuji Madika dengan ekspresi yang tampak bersemangat.


"hehe itu bukan apa-apa kok." jawab Ariel dengan ekspresi malu-malu. "oh iya, siapa nama hewan peliharaan-mu itu?" tanya Ariel.


"nama-nya Askila, lalu bagaimana dengan elang api-mu itu? siapa nama-nya?" jawab Madika yang kemudian balik bertanya.


"Askila ya, nama yang bagus.... kalau elang api-ku itu ku beri nama Loweapu, kau bisa memanggil-nya Lowe." jawab Ariel.


"hmm.... begitu ya." balas Madika merespon.


Setelah cukup lama berjalan, kini Madika dan Ariel tiba di depan kelas mereka.


saat mereka hendak masuk, kini pak Kulimu datang dari belakang mereka dan langsung menepuk bahu Madika.


"hei Madika." ucap pak Kulimu.


Madika pun langsung berbalik ke belakang dan menghadap pak Kulimu.


"ada apa pak?" tanya Madika.

__ADS_1


"kau di panggil oleh pak kepala akademi..... kata-nya ada yang ingin ia bicara-kan dengan-mu jadi segera-lah temui ia di ruangan-nya saat ini juga." ucap pak Kulimu.


"hah?..... pak kepala akademi mencari-ku?.... kenapa mendadak mencari-ku?" ucap Madika bertanya-tanya.


"tidak usah banyak tanya, sebentar lagi jam istirahat akan berakhir, jadi sebaik-nya segera temui pak kepala akademi sekarang." ujar pak Kulimu menyuruh Madika untuk segera menghadap.


"hah..... baiklah." ucap Madika sambil menghela nafas dengan ekspresi malas.


"Ariel, aku mau ke ruang kepala akademi dulu." ucap Madika berpamitan dan langsung berjalan tanpa menunggu respon dari Ariel.


"ya silahkan." balas Ariel merespon sambil tersenyum.


~ruang kepala akademi~


Saat ini pak kepala akademi sedang duduk di meja kerja-nya.


tak lama setelah itu terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan itu.


"masuk-lah!" ucap pak kepala akademi menyuruh Madika untuk masuk.


Kini Madika pun langsung membuka pintu ruangan itu dengan tenang.


saat ia melihat pak kepala akademi yang sedang menulis sesuatu, kini Madika pun langsung berjalan mendekati pak kepala akademi.


"ada keperluan apa pak?" tanya Madika.


"akhir-nya kau datang juga.... silahkan duduk terlebih dahulu, aku sedang menyiap-kan sesuatu yang mendesak saat ini." ucap pak kepala akademi.


"baiklah kalau begitu." jawab Madika yang kemudian langsung duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu.


Beberapa saat kemudian, pak kepala akademi pun telah menyelesai-kan sesuatu yang sedang ia kerjakan. lalu ia pun berjalan mendekati Madika sambil membawa selembar kertas yang sebelum-nya ia kerjakan.


"maaf membuat-mu menunggu." ucap pak kepala akademi yang kemudian langsung duduk di sofa yang berhadapan dengan Madika.


"baiklah, sekarang aku akan langsung bicara ke inti-nya saja.... mulai hari ini, kau sudah ku nyatakan lulus dari akademi ini." ucap pak kepala akademi sambil menunjuk-kan selembar kertas yang sebelum-nya ia kerjakan, dan ternyata kertas itu adalah sertifikat kelulusan untuk Madika.


Madika yang mendengar hal itu tentu-nya langsung terkejut sambil membelalak-kan mata-nya.

__ADS_1


__ADS_2