Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pecahan Tongkat Kaisar Api


__ADS_3

Saat ini di samping kanan jalan tampak sebuah toko senjata yang di maksud oleh tuan Risiwuku.


toko senjata itu terlihat biasa-biasa saja dari luar.


Madika pun kini berjalan mendekati toko itu.


saat ia berdiri di depan toko itu, ia pun mulai memperhatikan toko itu dari atas hingga bawah.


lalu Madika bertanya pada guru-nya.


"apa ada sesuatu di toko ini?" tanya Madika pada guru-nya.


"hmm...." ucap guru-nya mengiyakan.


Setelah itu Madika pun langsung masuk ke dalam toko itu.


ketika membuka pintu toko, kini Madika mulai melangkah-kan kaki-nya ke dalam toko itu.


Seorang pemilik toko senjata itu melihat kedatangan Madika dan dengan segera ia langsung menghampiri Madika dan menyambut-nya.


"anak muda, selamat datang di toko senjata-ku.... silakan lihat-lihat senjata yang kau sukai." ucap pria pemilik itu toko sambil tersenyum dan mengarahkan Madika ke tempat ia menyimpan senjata yang ia jual.


Madika kini berjalan ke arah yang di tunjuk-kan oleh pria itu.


pria itu kini mengikuti Madika dari belakang.


Madika mulai melihat-lihat sekeliling-nya.


ia melihat ada begitu banyak jenis senjata yang di jual oleh pria pemilik toko itu.


Tampak di sebelah kiri Madika ada begitu banyak jenis pedang yang terpajang di dalam lemari kaca dan di sebelah kanan-nya ia melihat ada banyak jenis tombak.


pria pemilik toko yang melihat Madika seolah tertarik dengan sebuah tombak kini dengan segera menjelaskan tentang tombak yang di jual-nya itu pada Madika.


"tombak energi ini cukup kuat, ia berada tingkat 3 dalam deretan tingkatan senjata energi.... tombak ini terbuat dari kristal energi dari seekor monster singa bertanduk dua yang tinggal jauh di dalam hutan Sidago.... monster singa itu berada di tingkat

__ADS_1


veteran level 25..... kemampuan-nya sangat luar biasa.... apa kau tertarik?" tanya pria pemilik toko itu.


"semua senjata yang ada di toko ini bukan-lah senjata biasa!.... ayo ke ruangan berikut-nya... tujuan kita bukan di sini." ucap tuan Risiwuku melalui perantara Saga.


"baik guru." jawab Madika yang kemudian langsung berjalan ke ruangan berikut-nya tanpa memperdulikan penjelasan pemilik toko barusan karena dia memang tidak tertarik dengan tombak itu.


Kini si penjual senjata energi itu kembali mengikuti Madika untuk melihat-lihat ke tempat selanjut-nya.


Madika pun kini mulai berjalan-jalan mengelilingi seluruh ruangan toko itu untuk mencari senjata yang ia ingin-kan.


"guru, apa yang sebenar-nya kau ingin cari di tempat ini?" tanya Madika yang tampak penasaran karena sejak tadi mereka hanya berkeliling melihat-lihat senjata yang di jual oleh pria pemilik toko itu.


"aku sedang mencari salah satu pecahan pusaka Kaisar rotan api." ucap tuan Risiwuku memberi jawaban.


"kaisar rotan api?" ucap Madika bertanya-tanya dengan ekspresi bingung.


"ya.... itu adalah senjata tingkat 10 yang di buat menggunakan kristal energi yang berasal dari tumbuhan rotan api yang sudah hidup selama 100.000 tahun!. senjata itu kini sudah terpecah-pecah sejak pengguna-nya terbunuh, dan sekarang aku merasakan keberadaan salah satu pecahan senjata pusaka itu." ucap tuan Risiwuku memberi penjelasan.


"siapa pengguna senjata itu sebelum-nya?" tanya Madika.


"bagaimana rupa senjata itu guru?.... apakah itu sebuah pedang, belati, atau tombak?" tanya Madika yang tampak penasaran.


bagaimana mungkin Madika tidak penasaran, sementara saat ini senjata yang mereka bicarakan adalah senjata energi tingkat tertinggi yang keberadaan-nya sangat sedikit di seluruh dunia.


"rupa senjata energi itu adalah sebuah tongkat." ucap tuan Risiwuku menjawab.


"eh?...." Madika pasang ekspresi bingung sambil memiringkan kepala-nya. "hanya sebuah tongkat?.... apa benar-benar senjata itu tingkat 10?" ucap Madika menanggapi perkataan guru-nya.


"seperti-nya kau terlalu memandang remeh tongkat itu..... dari pada terus bertanya-tanya lebih baik cari pecahan tongkat itu sekarang!" ucap tuan Risiwuku yang malas memberi penjelasan dan langsung memerintah Madika untuk segera melanjutkan pencarian pecahan senjata energi itu.


"hah..." Madika menghela nafas. "baik guru." ucap-nya patuh.


Madika membalik-kan tubuh-nya dan menghadap pria pemilik toko itu.


"apa di sini menjual senjata sejenis tongkat atau semacam-nya?" tanya Madika.

__ADS_1


"ehm....?" pemilik toko tampak sedikit kebingungan dan mencoba untuk berpikir tentang permintaan Madika.


hingga akhir-nya pemilik toko itu tampak menunjuk-kan ekspresi bahwa ia sudah berhasil mengingat sesuatu yang berkaitan dengan tongkat.


"hmm.... kalau kau mencari sejenis tongkat, aku punya satu tongkat, aku mendapatkan-nya dari seorang pedagang keliling.... ia menawarkan harga yang sangat murah untuk tongkat pendek itu.... harga-nya gratis!" ucap pemilik toko sambil membuka sebuah kotak yang berada di bawah lemari tempat ia memajang senjata-senjata yang di jual-nya.


lalu pria itu pun kini mengeluarkan tongkat yang ia maksud itu dari dalam sebuah kotak kayu.


"nah ini dia!" ucap pemilik toko itu sambil menunjuk-kan tongkat yang di maksud oleh-nya.


Tongkat itu memiliki besar seperti jempol jari kaki orang dewasa dan panjang-nya kira-kira mencapai setengah meter.


tongkat itu terbuat dari sebuah rotan. warna-nya sama seperti rotan pada umum-nya, dan tidak menunjuk-kan elemen api sama sekali.


"guru....."


"itu dia!" ucap tuan Risiwuku yang langsung menyela ucapan Madika.


"apa ini tidak salah guru?" tanya Madika.


"tidak salah lagi!.... tongkat ini adalah tongkat kaisar rotan api!..... bentuk-nya memang tampak seperti sebuah rotan biasa, namun jika ia sudah di satukan dengan pecahan lain-nya, maka bentuk sejati kaisar rotan api akan terlihat dan kekuatan-nya akan jadi lebih sempurna!" ucap tuan Risiwuku bersemangat.


"kalau begitu aku akan mendapatkan-nya sekarang!" ucap Madika sambil mengulurkan tangan-nya ke arah tongkat yang masih di pegang oleh pemilik toko.


"berapa harga tongkat ini?" tanya Madika sambil meraih tongkat itu.


Si pemilik toko pun melepas tongkat itu dan membiarkan Madika melihat-lihat tongkat itu.


"apa kau ingin membeli tongkat ini?" tanya-nya kebingungan.


"ya, aku berencana untuk membeli-nya." ucap Madika tanpa bertele-tele.


"tidak ku sangka ternyata ada yang tertarik dengan tongkat ini, sejujur-nya aku tidak terlalu merekomendasi-kan tongkat ini karena tingkatan-nya hanya berada di tingkat 1 dan tidak ada keistimewaan sama sekali dari serangan yang di hasilkan oleh tongkat ini.... bisa di bilang, ini hanya tongkat biasa." jelas pria pemilik toko.


"tongkat biasa ya?" gumam Madika sambil melihat-lihat tongkat itu.

__ADS_1


"tapi jika kau tertarik dengan tongkat itu maka ambil saja, kau tak perlu membeli-nya, lagi pula aku juga mendapatkan-nya dengan cara yang sama." ucap pria itu sambil tersenyum.


__ADS_2