Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Serigala Petir


__ADS_3

Melihat Natalia yang kini mengeluarkan cukup banyak makanan dari ruang penyimpanan-nya membuat Madika sedikit tertegun karena hal itu belum pernah terjadi sebelum-nya.


"seperti-nya sifat Natalia perlahan mulai berubah." batin Madika.


Kini Natalia pun meletak-kan makanan-makanan yang sudah tersedia di kotak makanan itu di tengah-tengah mereka.


Setelah itu mereka pun mulai menyantap makanan itu.


Ketika Madika memakan sesuap makanan buatan Natalia, ia merasa sedikit terkejut.


hal itu karena diri-nya tidak menyangka kalau ternyata masakan itu sangat enak.


"apa ini makanan buatan koki kerajaan?" batin Madika. "apa sebelum ke sini dia kembali ke kerajaan terlebih dahulu untuk menyiap-kan ini semua." batin Madika sambil menatap Natalia yang juga sedang makan.


Sementara itu, Natalia yang saat ini sedang makan merasa bahwa Madika sedang memperhatikan diri-nya.


hal itu pun membuat Natalia merasa sedikit terganggu.


"ada apa?.... apa makanan-nya kurang enak?" tanya Natalia dengan ekspresi yang sangat dingin.


"apa ini masakan yang di buat oleh juru masak di kerajaan ayah-mu?.... rasa-nya enak sekali." ucap Madika yang kemudian memakan lagi makanan yang ada di hadapan-nya sambil memancing Natalia untuk memasti-kan bahwa yang ia pikir-kan memang sesuai dengan kenyataan-nya.


"jika memang enak cukup di makan saja, tak perlu banyak tanya." ucap Natalia dengan ekspresi yang tampak tidak peduli dengan hal itu.


Mendengar jawaban Natalia, kini Madika hanya bisa menggeleng-kan kepala-nya karena tak bisa memancing Natalia.


"ya sudah-lah." ucap Madika sambil memakan makanan itu dengan lahap.


Sementara itu, Natalia yang saat ini tampak diam dan terlihat tidak peduli soal perkataan Madika ternyata diam-diam merasa senang karena masakan buatan-nya tidak mengecewakan. bahkan saat ia melihat Madika yang begitu lahap memakan masakan buatan-nya itu membuat diri-nya makin percaya diri dalam hal memasak.


Setelah mereka selesai makan, kini mereka kembali melanjut-kan perjalanan mereka.

__ADS_1


ketika mereka berjalan cukup jauh, tiba-tiba mereka merasakan keberadaan hewan monster di sekitar mereka.


"berhenti, rasa-nya ada seekor hewan monster yang sedang memantau kita saat ini." ucap Madika yang saat ini merasakan keberadaan hewan monster itu.


"aku ingin tahu seberapa kuat hewan monster ini.... mari kita lihat, apa-kah dia bisa membuat-ku mengeluarkan kekuatan penuh-ku?" ucap Natalia yang tampak sangat percaya diri.


"jangan terlalu percaya diri!... kita tidak tahu hewan monster tingkat berapa yang akan muncul di hadapan kita!" ucap Madika dengan tegas sambil mengedar-kan pandangan-nya ke segala arah untuk mencari keberadaan hewan monster itu.


"tenang saja, menurut firasat-ku kita pasti bisa menghabisi hewan monster yang sedang bersembunyi ini.... lagi pula kenyataan bahwa dia sedang bersembunyi itu menyatakan bahwa dia sedang merasa takut dan menganggap kita sebagai ancaman." ucap Natalia.


Baru saja Natalia berkata seperti itu, tiba-tiba seekor monster serigala petir langsung muncul begitu saja di depan Natalia.


hal itu pun membuat Natalia terkejut.


lalu monster serigala itu pun langsung mencakar Natalia.


Natalia kini langsung membuat perisai api dadakan untuk memblokir serangan cakar serigala itu. namun perisai api itu langsung hancur dengan sangat mudah.


hal itu pun membuat Natalia langsung terlempar jauh ke belakang hingga akhir-nya menghantam sebuah pohon besar di belakang-nya.


kemudian dengan cepat ia melancarkan tebasan angin secara menyilang sehingga lengkungan angin yang melesat ke arah serigala itu berbentuk silang.


Saat serangan lengkungan angin itu sedikit lagi mencapai si serigala petir, lengkungan angin itu pun langsung di dorong mundur oleh serigala petir menggunakan lolongan-nya.


hingga akhir-nya lengkungan angin yang berbentuk silang itu langsung meledak dan lenyap.


Kini Madika tampak sedang melompat di antara pepohonan dan langsung mendarat di depan Natalia yang sedang berusaha untuk berdiri.


"sudah ku bilang, jangan lengah dan tetap-lah berjaga-jaga!" ucap Madika dengan nada tegas menegur Natalia.


Lalu mereka berdua pun kini melempar pandangan mereka ke arah serigala petir itu.

__ADS_1


serigala petir itu tampak memiliki tinggi hingga satu setengah meter dan panjang tubuh dari kepala sampai ujung ekor mencapai tiga meter lebih.


sementara di punggung serigala petir itu tampak terdapat gerigi tajam layak-nya gigi hiu.


gerigi tajam itu panjang-nya kira-kira mencapai 30 atau 40 cm, dan warna gerigi tajam itu tampak berwarna biru langit serta dari gerigi tajam itu terlihat percikan-percikan petir kecil menyambar di sekitar-nya.


selain itu, di kepala serigala itu juga tampak terdapat dua buah tanduk yang kedua ujung-nya hampir saling bertemu sehingga terlihat seperti membentuk lingkaran di atas kepala si serigala itu.


Saat serigala petir melihat Madika dan Natalia berada cukup jauh dari-nya, kini si serigala itu langsung menghentak-kan kaki depan-nya ke tanah.


seketika itu juga energi Nosa yang di miliki oleh serigala itu langsung menyebar dan memberikan hentakan di udara serta menghasilkan gelombang udara yang kini bergerak ke arah Madika dan Natalia.


namun saat gelombang udara itu hampir menghantam mereka, Madika pun dengan cepat membuat perisai angin untuk melindungi diri-nya dan Natalia yang saat ini berdiri di belakang-nya.


Ketika gelombang udara itu berhenti, kini Madika bisa menebak tingkatan dari monster serigala petir itu setelah merasakan energi Nosa yang di gunakan-nya barusan.


"monster serigala ini jauh lebih kuat dari yang ku perkirakan sebelum-nya." ucap Madika dengan ekspresi yang tampak khawatir.


sementara itu si serigala kini berjalan perlahan dan dengan tenang mendekati Madika dan Natalia.


"Serigala itu ternyata sudah berada di tingkat elite level 42!" ucap Natalia yang tampak terkejut.


"ya benar.... saat ini kita bukan-lah lawan yang bisa mengalah-kan serigala itu." ucap Madika menimpali perkataan Natalia.


"lalu bagaimana rencana selanjut-nya?" tanya Natalia yang tampak sedikit panik.


"untuk sekarang sebaik-nya kau pergi lebih dulu dan cari tempat aman.... biar aku yang menahan serigala ini untuk sementara waktu." ucap Madika dengan ekspresi waspada.


"baik-lah kalau begitu." ucap Natalia.


setelah itu Natalia pun langsung bergerak mundur karena diri-nya mengerti bahwa serigala itu memang bukan tandingan mereka.

__ADS_1


"jika bertarung dengan serigala itu akan sulit bagi kami untuk bisa menang." batin Natalia. "kalaupun kami menang, tentu saja pasti akan ada luka-luka parah yang akan kami alami, bahkan mungkin kami akan kehabisan Saga.... kehabisan Saga di tengah hutan yang penuh hewan monster seperti ini sama saja dengan kematian." ucap-nya dalam hati.


"cepat-lah menyusul, jangan sampai melakukan hal yang ceroboh Madika!" ucap Natalia sambil menoleh ke arah madika saat diri-nya melompat ke dahan pohon.


__ADS_2