
Saat ini Jos, Liga, dan dua orang lain-nya kini di bantu oleh seorang ksatria penjaga yang sudah tiba lebih dulu di hutan kota itu.
Kstaria penjaga itu kini langsung membantu mereka berempat untuk membuka alat penekan energi Saga mereka.
Setelah alat itu terbuka, kini mereka pun langsung bernafas lega.
mereka berempat pun langsung duduk terdiam di atas tanah sambil merenungi kejadian barusan.
"bocah itu harus ku bunuh!" ucap Jos dengan nada pasti.
Liga hanya bisa diam, ia menoleh ke arah Jos dengan ekspresi sedih dan kecewa yang bercampur aduk.
"ini semua salah-ku karena sudah mempercayai bocah itu dengan mudah." ucap Liga dengan nada lirih.
"ya!.... ini semua salah-mu sialan!" balas Jos tanpa menoleh ke arah Liga.
Jos saat ini benar-benar merasa-kan sedih yang mendalam ketika melihat teman-temannya di siksa seperti itu.
hal itu di karenakan Jos sudah sangat lama mengenal mereka dan sudah sangat akrab dengan mereka.
jos sudah menganggap mereka semua sebagai saudara bagi-nya.
Namun semua itu kini hancur karena Madika telah menjebak mereka dan membuat mereka semua tertangkap demi keselamatan diri-nya sendiri.
"aku benar-benar tidak menduga Madika akan seperti itu!" bentak-nya dengan ekspresi yang terlihat sangat emosi.
lalu dengan cepat ia berdiri dari duduk-nya.
"akan ku cari bocah itu dan membuat dia merasa-kan siksaan yang di rasa-kan oleh Vera dan yang lain-nya!" ucap-nya tegas.
"bocah yang mana yang kau maksud?"
Terdengar suara Madika datang dari belakang mereka.
Madika yang saat ini hanya mendengar sedikit dari pembicaraan mereka tentu langsung penasaran, dan dengan santai-nya Madika berjalan mendekati Jos dan yang lain-nya.
"emh...." Madika mulai bergumam dengan ekspresi ragu ketika diri-nya melihat mata Jos yang menatap-nya dengan tajam dan terkesan tidak bersahabat.
__ADS_1
apa lagi saat ini Jos terlihat sangat emosi, hal itu tentu-nya membuat firasat Madika langsung tak enak.
"waduh.... seperti-nya ada yang tidak beres di sini." ucap Madika dalam hati.
Baru saja Madika berpikir seperti itu, kini es runcing yang saling bertumpuk-tumpuk muncul dari bawah tanah dan menjalar ke arah Madika dengan tujuan menusuk tubuh Madika.
Madika yang melihat hal itu kini terkejut.
namun dengan cepat Madika melompat ke belakang untuk menghindari-nya.
Namun setelah di hindari, ternyata es runcing yang bertumpuk-tumpuk itu masih terus bergerak ke arah Madika.
Madika pun langsung melompat ke samping dengan cepat, namun tetap saja es runcing itu tetap mengejar diri-nya dan berputar ke arah Madika.
"hei Jos!.... apa yang kau lakukan!" teriak Madika bertanya pada Jos.
"jangan pura-pura bodoh kau Madika!..... tidak!.... kau adalah bocah sial@n!!" balas Jos berteriak dengan penuh emosi.
Melihat hal itu Madika pun jadi semakin bingung.
bahkan Madika juga tentu-nya tidak tahu kalau sebenar-nya ia sudah di fitnah oleh keluarga Nemosu.
Sementara itu, di rumah besar kediaman keluarga Nemosu tampak Karu yang merupa-kan kepala keluarga itu kini sedang berdiri di salah satu ruangan sambil menatap ke arah jendela ruangan itu.
Tak lama setelah itu kini seorang pengawal pribadi Karu datang dan langsung berlutut di belakang Karu.
Karu yang menyadari kedatangan pengawal-nya itu kini hanya menoleh tanpa memutar tubuh-nya.
setelah itu ia pun mengangguk sekali untuk memberi tanda agar pengawal-nya itu segera berdiri.
"lapor tuan, empat tahanan kini berhasil kabur, apa-kah anda yakin mereka tidak perlu di kejar?" tanya pengawal itu dengan nada memastikan.
"apa para ksatria penjaga yang menyiksa mereka sudah membeber-kan tentang penghianatan bocah itu?" jawab Karu yang malah balik bertanya.
"sudah tuan, mereka sudah membuat cerita bahwa bocah itu telah mengkhianati kelompok Liga dan para ksatria penjaga itu sudah membeber-kan semua cerita bohong itu pada mereka dengan cara yang sangat efektif." jelas pengawal itu.
"kalau begitu maka kita tak perlu mengejar mereka karena mereka sendiri akan saling melukai setelah ini." balas Karu dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
lalu ia melanjut-kan perkataan-nya.
"untuk saat ini kita tunggu saja pertarungan mereka, dan jika sudah ada kesempatan yang pas, maka segera habisi mereka semua saat mereka sudah mengalami luka-luka yang berat.... dengan begitu kita bisa menyelesaikan semua-nya dengan mudah." ucap Karu menjelas-kan.
Mendengar penjelasan itu kini si pengawal pribadi Karu pun langsung mengangguk paham.
"baiklah tuan, kalau begitu kami akan melanjut-kan pengamatan kami terhadap mereka." ucap pengawal itu dengan patuh.
Setelah selesai berkata seperti itu, kini pengawal itu pun langsung keluar dari ruangan itu dan langsung melakukan tugas yang di beri-kan kepada diri-nya.
*******
Saat ini Madika sedang bertarung dengan empat orang pengguna Saga.
mereka berempat masing-masing mewakili satu elemen, yakni Jos mewakili elemen es, Liga mewakili elemen angin, dan dua orang lain-nya mewakili petir dan api.
Sementara itu, Madika saat ini tampak sedang melayang di udara sambil memegang tongkat kaisar rotan api di belakang punggung-nya.
"seperti-nya ada kesalahpahaman di antara kita." ucap Madika dengan tenang namun suara-nya bisa di dengar oleh keempat pengguna Saga yang menjadi lawan-nya itu.
"salah paham kata-mu?..... bukan-kah semua sudah jelas?!.... bukti sudah ada!, alasan kuat mengapa kau melakukan-nya juga sudah ada dan tentu sudah masuk akal!... lalu salah paham-nya di mana hah?!" bentak Jos yang berusaha memojok-kan Madika.
Mendengar penjelasan yang tidak jelas itu kini malah membuat pikiran Madika semakin sulit untuk menebak permasalahan yang sedang merek hadapi saat ini.
"Madika, sebaik-nya kau akui saja kesalahan-mu.... jika kau mengakui-nya, maka setidak-nya kami akan membuat tubuh-mu itu mati dalam keadaan utuh." ujar Liga yang terdengar mengancam.
Madika yang mendengar-kan ucapan mereka berdua masih belum bisa mencerna masalah ini.
hingga akhir-nya dua orang anggota lain-nya mulai buka suara dan dengan blak-blakan langsung menjelas-kan semua-nya sejelas mungkin.
Sementara itu, Madika yang mendengar penjelasan itu kini langsung menyadari bahwa diri-nya kini sudah di fitnah oleh keluarga Nemosu.
"tu.... tunggu dulu!.... aku sama sekali tidak melakukan hal itu." ucap Madika yang saat ini terlihat berusaha untuk menjelas-kan sesuatu.
Namun Jos yang sudah di buta-kan oleh emosi kini tidak lagi mau mendengar-kan alasan dan penjelasan dari Madika.
"diam kau pengkhianat!!" teriak Jos sambil melempar-kan sebuah tombak es raksasa ke arah Madika.
__ADS_1