Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Latihan Gabungan Berakhir


__ADS_3

"ini benar-benar luar biasa.... aku belum pernah melihat jurus yang semacam ini sebelum-nya." ucap Niko dengan ekspresi yang tampak seolah sedang iri dengan jurus yang di miliki oleh Mindo.


"ini belum seberapa....." ucap Madika yang mulai menjelaskan lagi. "jika yang menggunakan teknik ini adalah orang yang lebih mumpuni dalam penggunaan jurus, maka akan lebih sulit lagi menghindari teknik ini.... hal itu di karenakan teknik ini bisa di atur pola pembekuan-nya..... dengan mengatur pola pembekuan-nya, maka si pengguna bisa mengunci pergerakan musuh di tengah-tengah pembekuan sehingga mereka tidak akan bisa keluar dan hanya bisa pasrah menunggu ajal.... dan jika di gunakan dalam pertarungan, sudah pasti banyak yang jadi korban karena belum tentu lawan-nya bisa kepikiran menggunakan trik yang sama seperti yang kita lakukan." jelas Madika.


Di sisi lain, saat ini Lulu sudah berada di batas area. diri-nya kini tak bisa bergerak menjauh lagi, sementara pembekuan itu terus menjalar. setiap rumput, pepohonan, batu, bahkan binatang-binatang yang di lewati oleh jurus itu kini telah berubah menjadi es.


"ini benar-benar sangat luas!.... jangkauan serangan-nya bukan main." ucap Lulu.


Ketika tanah yang di pijaki-nya akan segera mengalami pembekuan, kini Lulu pun melompat ke udara agar tak terkena pembekuan itu.


"hahahaha.... mudah sekali menghindari serangan ini." ucap-nya sambil tertawa meremehkan. saat ini diri-nya sama sekali tidak tahu bagaimana kerja dari jurus Mindo yang satu ini sehingga kini ia pun langsung mendarat di salah satu dahan pohon yang sudah membeku.


ketika kaki-nya menyentuh dahan pohon itu, seketika itu pula kaki-nya langsung membeku, dan pembekuan itu menjalar dengan sangat cepat ke seluruh tubuh Lulu.


"ap.... apa yang terjadi?" ucap Lulu yang kini langsung terlihat panik saat kaki hingga pinggang-nya sudah membeku.


"yang benar saja! harus-nya ini tidak akan terjadi!.... harus-nya teknik ini hanya membeku-kan apa yang di lewati-nya, sementara apa yang baru tiba di atas-nya tidak akan membeku!..... tapi kenap....." ucapan Lulu terhenti di karenakan diri-nya kini telah sepenuh-nya membeku.


tak lama setelah itu tubuh-nya yang membeku itu pun kini hancur berkeping-keping dan kepingan-kepingan es-nya langsung berhamburan di atas tanah yang sudah di penuhi oleh es.


Sementara itu, di sebuah tanah lapang tempat para guru dan siswa lain-nya yang sedang berkumpul tampak mereka sedang terkejut melihat teknik yang di tunjuk-kan oleh Mindo.


"ini benar-benar luar biasa!" ucap wali kelas Mindo dengan kagum. "tidak ku sangka anak itu sudah bisa menguasai teknik yang di turunkan di keluarga mereka."


"jangkauan jurus-nya sangat luas, dia benar-benar bisa jadi aset penting di akademi ini." ucap pak Kulimu.


Saat ini di tempat itu jadi berisik karena sangat banyak siswa yang sedang membicarakan teknik Mindo barusan. dengan berbagai pendapat masing-masing mereka menilai kemampuan Mindo yang sebenar-nya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat setelah kematian Lulu, kini terdengar suara speaker yang di bawa oleh drone di udara.


[LATIHAN GABUNGAN SELESAI.... SELAMAT KEPADA MADIKA, FANY, NINA, DAN NIKO YANG SUDAH BERTAHAN HINGGA AKHIR.... KAMI AKAN MEMBERIKAN HADIAH KHUSUS UNTUK PARA PEMENANG YANG SUDAH BERHASIL MEMENANGKAN PERTARUNGAN BERTAHAN HIDUP INI.]


Mendengar pengumuman itu, kini seluruh siswa yang berkumpul di satu tempat itu langsung bertepuk tangan sebagai bentuk penghargaan mereka terhadap kelompok Madika yang sudah memenangkan latihan kali ini.


"meskipun cuma latihan, namun tidak di sangka kepala akademi mau menyediakan hadiah untuk pemenang-nya." ucap wali kelas Natalia.


"dari yang ku dengar, kata-nya kepala akademi mau memberikan hadiah khusus selain poin akademi karena ini merupakan latihan gabungan yang cukup besar, biasa-nya latihan gabungan hanya melibatkan dua kelas, akan tetapi ini pertama kali-nya kita menggabungkan empat kelas sekaligus." jelas wali kelas Fany.


"selain itu, dengan ada-nya hadiah seperti ini, maka semangat para siswa untuk latihan tanding yang lain-nya bisa saja bertambah." ucap pak Kulimu.


Kini latihan telah selesai. Madika kini menggunakan angin-nya untuk membawa mereka keluar dari daerah pembekuan yang di ciptakan oleh Mindo.


"kira-kira berapa lama teknik itu baru akan hilang?" tanya wali kelas Mindo pada Mindo yang saat ini ada di samping si wali kelas.


"begitu, ya...." balas wali kelas menanggapi.


Ketika seluruh siswa sudah berkumpul di titik kumpul, kini salah satu wali kelas langsung memberikan ucapan selamat. bahkan saat ini kepala akademi datang dan memberikan sebuah hadiah kepada Madika dan ketiga anggota-nya.


sebuah kotak di berikan kepada mereka.


mereka belum membuka-nya sehingga isi kotak itu masih belum di ketahui.


Setelah seluruh kegiatan selesai, kini seluruh siswa kelas satu di berikan kesempatan untuk beristirahat.


mereka bahkan di perbolehkan untuk pulang terlebih dahulu di banding siswa kelas dua dan tiga.

__ADS_1


Setelah di perbolehkan pulang, kini banyak siswa kelas satu yang memilih untuk pulang dan beristirahat di rumah masing-masing. namun masih ada di antara mereka yang memilih tetap tinggal di sekolah karena ada urusan tertentu yang ingin mereka lakukan.


sama seperti beberapa siswa lain, kini Madika memilih untuk pulang dan beristirahat karena semalaman menggunakan alat Polinjanyawa ternyata menguras banyak stamina dan energi yang ada di dalam tubuh-nya.


bahkan bagi beberapa siswa lain-nya yang terlanjur menghabiskan seluruh saga-nya saat menggunakan tubuh kedua kini langsung pulang dan beristirahat untuk memulihkan Saga.


note: penggunaan alat Polinjanyawa memang tak memberikan luka fisik pada tubuh pengguna, namun, yang nama-nya mesin pasti punya kelemahan tersendiri. di sini alat Polinjanyawa tidak bisa mengembalikan energi Saga yang di habiskan oleh tubuh ke dua, sehingga sekalipun kesadaran kembali ke tubuh asli, namun Saga yang sudah habis di tubuh ke dua tetap tidak bisa di kembalikan ke tubuh asli.


Saat Madika hendak pulang ke rumah-nya.


tiba-tiba ia di hadang oleh Natalia saat ia berjalan di salah satu Selasar akademi.


Natalia saat ini tampak berdiri di hadapan Madika dan menatap Madika dengan ekspresi serius.


kedua-nya hanya diam dan saling menatap.


Madika tidak mau kalah, ia pun membalas tatapan Natalia dan tidak berkedip sama sekali.


Beberapa saat kemudian Natalia langsung membuka mulut-nya dan berbicara.


"aku kemari untuk menantang-mu berduel satu lawan satu!" ucap Natalia dengan nada yang sedikit tegas.


Madika yang mendengar tantangan Natalia itu kini menghela nafas panjang.


"sebaik-nya kita tidak bertarung sekarang." ucap Madika sambil berjalan mendekati Natalia.


lalu Madika pun langsung menepuk bahu Natalia sambil berjalan melewati-nya." kau sudah kehilangan banyak Saga, jika bertarung sekarang kau akan kalah untuk kedua kali-nya." ucap Madika yang kemudian berjalan melewati Natalia.

__ADS_1


Mendengar ucapan Madika, kini Natalia hanya bisa terdiam, ia tak bisa menyangkal perkataan Madika sebelum-nya. akan tetapi dalam hati kecil-nya ia sangat ingin menyelesaikan masalah ini secepat-nya karena masalah ini membuat-nya sering gelisah di malam hari.


__ADS_2