Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Melawan Pasukan Kera


__ADS_3

Madika pun kini merasa-kan kesal karena diri-nya harus berhadapan dengan para pasukan kera milik raja kera bayangan itu.


yang membuat ia kesal karena saat ini ia tak punya senjata untuk melawan.


Awal-nya Madika hanya merasa kesal karena ia tak bisa mengguna-kan tongkat milik-nya karena tongkat itu sudah tak ada pada-nya, namun kini ia makin kesal karena ternyata ia sama sekali tak bisa mengguna-kan senjata energi maupun senjata pusaka lain-nya karena saat ini hanya jiwa-nya saja yang berada di tempat ini dan bukan tubuh fisik-nya.


"kera sialan ini berniat membunuh ku ya?!" ucap Madika dalam hati sambil pasang ekspresi kesal di wajah-nya.


Namun si kera itu kini hanya terus memperhati-kan bagaimana Madika akan menghadapi para pasukan kera milik-nya itu.


Tampak para pasukan kera itu saat ini sedang mengguna-kan pedang ganda yakni sebuah pedang yang sama dengan yang di miliki oleh raja kera tersebut.


selain itu proporsi tubuh mereka juga sama dengan si raja kera itu, atau lebih tepat-nya bisa di sebut sebagai kloning dari si raja kera.


namun kloning yang di miliki oleh raja kera ini berbeda dengan kloning yang di miliki oleh Askila.


Kloning Askila adalah kloning yang membutuh-kan suplai energi dari pengguna kloning atau bisa di sebut sebagai tubuh asli atau tubuh utama.


namun, berbeda dengan kloning milik si raja kera ini, karena kloning si raja kera ini mampu menghasil-kan energi-nya sendiri sehingga ia tidak akan membebani atau pun mengurangi daya tempur dari si tubuh asli.


namun, hal itu hanya berlaku jika pada si raja kera itu saja, jadi, jika orang lain yang mengguna-kan kloning ini, atau pun mengeluar-kan jurus pasukan kera ini, maka untuk menggerak-kan seluruh pasukan kera akan membutuh-kan energi dari si pengguna.


akan tetapi, ada satu pengecualian untuk pengguna pusaka tersebut jika ingin mengguna-kan jurus ini tanpa memakan banyak energi.


cara-nya adalah dengan mendapat-kan warisan dari si raja kera itu sendiri sehingga saat si pengguna pusaka mengguna-kan jurus pasukan kera itu, maka pasukan kera yang muncul akan mengguna-kan energi-nya sendiri untuk bertarung melawan semua musuh yang sudah di terget-kan sebelum-nya oleh si pengguna pusaka tersebut.

__ADS_1


"sial.... seperti-nya aku harus mencoba segala cara terlebih dahulu!.... tidak boleh menyerah hanya karena jumlah mereka!" ucap Madika mencoba menyemangati diri sendiri.


Lalu Madika pun memuncul-kan sebuah pedang ganda milik-nya yang ia buat mengguna-kan elemen angin karena saat ini diri-nya tak bisa menggunakan senjata energi yakni pedang ganda milik-nya itu.


"apa pun yang terjadi aku harus menyelesai-kan ujian ini!" ucap Madika yang kemudian langsung melesat ke arah para pasukan kera itu.


Sementara itu, si pasukan kera yang melihat pergerakan Madika sudah di mulai kini langsung mempersiap-kan kuda-kuda bertarung mereka.


Begitu Madika tiba di hadapan satu kloning raja kera itu, Madika pun langsung menebas-kan pedang-nya dengan sangat kuat ke wajah kera itu.


namun dengan cepat kera itu mengangkat kedua pedang-nya dan menyilangkan-nya untuk memblokir tebasan Madika.


Satu tebasan Madika berhasil terblokir, namun dengan cepat Madika kembali mengayun-kan satu pedang lagi ke arah bawah.


namun pada akhir-nya salah satu kera lain-nya langsung menahan tebasan Madika itu mengguna-kan satu pedang milik-nya.


Melihat hal itu, Madika pun segera menegak-kan tubuh-nya sambil melangkah selangkah ke belakang sehingga tebasan kera itu lewat begitu saja di depan-nya.


Baru saja tebasan itu di hindari, kini satu kera lain-nya menebas Madika dari belakang, namun Madika yang menyadari hal itu kini langsung menunduk dan sedikit jongkok sambil memutar tubuh-nya dan mengayun-kan kedua pedang-nya untuk menebas para kera yang ada di sekitar-nya.


Hal itu membuat kera di sekitar-nya langsung melangkah mundur.


Namun para kera tidak berhenti di situ saja, kini salah satu kera itu langsung menebas-kan kedua pedang-nya ke lantai, dan saat pedang-nya menghantam lantai, seketika lantai itu pun hancur dan tampak bagian yang hancur itu menjalar ke arah Madika karena di bagian itu ada energi penghancur yang sedang bergerak menuju Madika.


Madika yang menyadari serangan itu kini langsung melompat ke udara sambil melesat-kan tebas angin bertubi-tubi ke arah para kera itu.

__ADS_1


ia bahkan melakukan tebasan angin sambil memutar-mutar tubuh-nya di udara sehingga tebasan angin-nya itu bergerak ke berbagai arah untuk menyerang semua pasukan kera yang ada di bawah-nya.


Sementara itu, si pasukan kera yang melihat tebas angin itu kini langsung mengguna-kan sebuah perisai bayangan untuk menahan serangan Madika.


sementara itu, beberapa dari mereka yang tidak di target-kan oleh serangan Madika kini langsung menyerang Madika mengguna-kan tebasan bayangan sehingga kini tampak ratusan benda hitam dengan bentuk melengkung seperti bulan sabit kini langsung melesat ke arah Madika.


Melihat hal itu, dengan segera Madika memuncul-kan sebuah perisai angin setengah lingkaran untuk menahan tebasan bayangan itu.


ia bahkan membuat perisai angin itu sebanyak dua lapis.


Kini semua tebasan bayangan itu menghantam perisai angin milik Madika.


beberapa hantaman tebasan bayangan membuat perisai lapisan pertama hancur (lapisan terluar), dan setelah beberapa tebasan bayangan berikut-nya kini membuat perisai lapisan kedua juga hancur sehingga kini tak ada lagi perisai yang melindungi Madika.


Madika pun langsung mengguna-kan kedua pedang-nya untuk menangkis beberapa tebasan bayangan lain-nya yang tersisa.


Begitu Madika berhasil menangkis semua tebasan bayangan itu mengguna-kan pedang-nya, kini lebih dari seratus pasukan kera itu serentak melompat ke arah Madika sambil mencoba menebas Madika di udara.


Madika yang melihat hal itu dengan segera langsung mengeluar-kan sayap angin milik-nya, ia pun terbang dengan sangat cepat menghindari para pasukan kera itu sehingga para pasukan kera itu kini terlihat saling bertabrak-kan begitu saja di udara.


Sementara itu, para pasukan kera yang sebelum-nya tidak ikut melompat ke udara kini langsung mengubah cara menyerang mereka.


Namun karena mereka tak bisa terbang seperti yang Madika lakukan, kini mereka pun langsung melempar-kan salah satu dari mereka ke udara untuk menyerang Madika.


Kini terlihat lebih dari sepuluh kera di lempar-kan oleh kera lain-nya ke arah Madika yang sedang terbang di udara.

__ADS_1


Seketika itu juga, Madika yang sedang terbang maju itu kini langsung di hadang oleh satu kera yang sudah siap menebas diri-nya.


__ADS_2