Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Memanggil Monster Gorila


__ADS_3

Setelah Madika menyimpan kembali pedang pusaka raja monster semut ke dalam ruang penyimpanan milik-nya, kini Madika pun langsung mendekati singgasana miliknya itu dan kemudian duduk di singgasana itu dengan santainya sambil menopang dagu.


Para tetua yang melihat tindakan Madika itu kini semakin kesal pada Madika.


"Tchi!!... Angkuh sekali!" Ucap tetua Kabosu dengan ekspresi geram.


"Bocah itu terlihat sangat percaya diri! Pasti dia masih punya senjata andalan yang lainnya! Jadi sebaiknya kita jangan terlalu gegabah melawannya!" ucap ketua sekte dengan tegas.


Di sisi lain, Madika yang saat ini sedang duduk dengan santainya di singgasana itu kini sekali lagi mengaktifkan mahkota raja monster kera bayangan miliknya.


"Bangkitlah wahai budak bayangan!" Ucap Madika sambil melambaikan tangannya.


Kini sekelompok aura hitam muncul di udara dan tak butuh waktu lama sekelompok aura hitam itu berubah menjadi sosok manusia.


Mereka adalah sosok manusia yang merupakan ksatria Saga yang berasal dari klan petir serta beberapa kelompok orang yang Madika kalahkan baru-baru ini.


Jumlah budak bayangan itu sangat banyak dan tingkatan mereka juga bervariasi, mulai dari tingkat tinggi, profesional, elite, master, dan grand master.


Melihat hal itu para tetua dan ketua sekte kembali terkejut di buat-nya.


"Ternyata memang masih ada jurus lainnya yang merepotkan!" Ucap si ketua sekte.


Setelah memunculkan semua budak bayangan, kini Madika langsung menargetkan para anggota sekte Balumba yang saat ini sedang bertarung dengan para pasukan monster semut.


Setelah selesai menargetkan, kini Madika pun langsung mengangkat tangan kanannya lurus ke atas, setelah itu ia mengayunkan tangannya turun ke bawah.


Seketika itu juga kini seluruh budak Bayangan itu langsung melesat ke daratan dan menyerang para anggota sekte Balumba.


DUAAARRRR!!!


Terjadi ledakan yang cukup kuat saat salah satu bayangan tingkat grand master menghantamkan pedangnya ke tubuh salah satu anggota sekte Balumba.


Orang yang terkena tebasan budak bayangan itu beruntung karena masih sempat membuat perisai sehingga ia hanya terhempas dengan sangat kuat dan tidak langsung mati.


Jika seandainya orang itu tak sempat buat perisai, mungkin saat ini perang itu sudah terbunuh dengan tubuh yang terbelah menjadi dua bagian.


Kini ledakan itu menyadarkan para anggota sekte Balumba yang lainnya bahwa ada serangan lanjutan dari Madika, yakni serangan para budak bayangan dalam jumlah banyak.

__ADS_1


"Sialan! Ini benar-benar akan jadi perang besar!" Ucap salah satu ksatria Saga sekte Balumba yang berada di tingkat master.


Pria itu kemudian menebas salah satu monster semut yang melesat ke arahnya dengan mudah dan membuat monster semut itu terhempas.


Situasi saat ini benar-benar kacau. Semua anggota yang tergabung dalam sekte Balumba mulai bergerak dan bertarung dalam perang itu.


"Situasi ini benar-benar semakin kacau... Tidak ku sangka Madika yang baru beberapa tahun ini terpisah dari akademi Walawatu kini sudah menjadi sangat menakutkan seperti ini." Ucap guru pemandu saat melihat kekacauan yang di akibatkan oleh Madika saat ini.


"Anda benar Bu, aku sendiri juga bahkan tak bisa membayangkan kalau Madika akan jadi seperti ini." Sanggah Natalia sambil menoleh ke arah guru pemandu itu.


Di sisi lain, saat ini empat tetua tampak sedang berhadapan dengan empat budak bayangan Madika yang berada di tingkat Epic.


Meskipun mereka masih memiliki perbedaan level, namun mereka masih sama-sama Epic, jadi bagi Madika tidak masalah asalkan para budak bayangan itu bisa mengukur waktu sampai ia memanggil Bunggu untuk membantai para tetua tersebut serta si ketua sekte itu.


Saat ini tetua Barugo tampak sedang melesat cepat bagaikan cahaya.


Ia melesat dengan cepat menggunakan kekuatan petir miliknya.


Namun Lingka yang juga berada di tingkat Epic meskipun berbeda level kini juga ikut melesat dengan cepat hingga terlihat seperti cahaya yang sedang bergerak cepat.


Keduanya pun kini saling bertemu di udara, dan setiap kali mereka bertemu mereka saling mengayunkan pedang untuk menebas sehingga pedang mereka pun saling berhantaman dan hantaman pedang mereka sangat kuat hingga terjadi ledakan energi di setiap hantaman yang mereka lakukan.


"Sial! Ternyata kau kuat juga!" ucap tetua Barugo sambil berdiri dengan sikap tubuh yang tegap meskipun usianya sudah tua.


Sementara itu, Madika yang saat ini sedang duduk santai di singgasana harimau api milik-nya langsung di datangi oleh ketua sekte.


Si ketua sekte langsung melesat cepat ke arah Madika hingga ia terlihat seperti cahaya yang bergerak cepat.


Madika yang melihat hal itu tentu tidak tinggal diam, ia langsung memerintahkan Alfa dan omega untuk membuat perisai yang sangat kuat untuk menahan si ketua sekte agar tidak mendekat.


Kini Alfa dan omega pun langsung mengaum dengan suara yang tegas dan sangar.


Seketika itu juga terbentuk sebuah perisai api berbentuk bola menutupi singgasana itu.


Perisai itu sangat kuat, dan saat si ketua sekte berada dekat dengan perisai itu, si ketua sekte pun langsung melepaskan satu tinju angin dan menghantamkan tinjunya ke perisai api itu.


DUAAARRRR!!

__ADS_1


Ledakan energi pun tercipta saat tinju angin itu menghantam perisai api milik Alfa dan omega.


Sementara itu, Madika yang melihat pergerakan si ketua sekte kali ini benar-benar berhasil di tahan kini langsung mengeluarkan sebuah kristal berwarna merah dari ruang penyimpanan miliknya.


Kristal itu adalah sebuah pusaka, dan pusaka itu adalah pusaka raja gorila api yang ia dapatkan dari reruntuhan kuno.


Lalu Madika pun segera mengaktifkan kristal tersebut dan kristal itu pun kini memancarkan cahaya merah terang.


Tak lama setelah itu, kini seekor monster gorila berdiri sekitar 5 meter di depan Madika.


Monster gorila itu adalah jurus terkuat dari kristal ini, namun, selain memunculkan wujud raja monster gorila, kristal ini pun masih menyimpan beberapa jurus yang bisa Madika gunakan.


Namun untuk saat ini Madika masih belum menggunakan jurus itu karena jurus itu tidak terlalu penting untuk saat ini.


Setelah wujud raja monster gorila itu muncul, si ketua sekte yang hendak melesatkan lagi tinjunya ke perisai api milik Alfa dan omega kini langsung berhenti saat melihat sosok gorila setinggi lima meter itu.


"Lagi-lagi dia menggunakan benda pusaka!" Ucap ketua sekte itu sambil menghantamkan tinjunya sekeras mungkin untuk menghancurkan perisai api itu.


DUAAARRRR!!


Seketika perisai api itu pun hancur berkeping-keping bagai-kan kaca yang di pecahkan oleh batu.


Namun ketika perisai itu hancur, Alfa dan omega tidak terkena serangan balik dari energi mereka karena saat itu Madika telah menyuruh mereka untuk berhenti mempertahankan perisai itu.


Hal itu lah yang membuat perisai itu jadi sangat mudah di hancurkan hanya dengan satu pukulan tinju angin saja.


"Dasar lemah!!" Bentak si ketua sekte dengan ekspresi kesal di wajahnya.


"Kau yang hanya bisa bergantung pada senjata pusaka saja sebaiknya jangan berpikir bahwa kau lebih kuat dari kami semua!!... Akan ku tunjukkan kekuatan sejati padamu!!" Teriaknya sambil mencoba menyiapkan sebuah jurus untuk menyerang Madika.


"Serang dia!" Ucap Madika sambil menopang dagunya.


Seketika itu juga si monster gorila pun langsung melemparkan pedang besarnya itu ke arah ketua sekte.


Namun pedang yang di lemparkan oleh gorila itu berhasil di hindari dengan mudah oleh si ketua sekte itu.


"Hemp!!... Monster bodoh!" Ucap ketua sekte dalam hati.

__ADS_1


Baru saja selesai berkata seperti itu, tiba-tiba si gorila yang sebelumnya berada di depan Madika telah menghilang, hal itu pun membuat si ketua sekte langsung terkejut.


__ADS_2