Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Gulungan Surat Dari Kerajaan Sumba


__ADS_3

Saat ini Madika kini sedang melihat kondisi para siswa yang sekarat akibat serangan para Niverom itu.


Karena saat ini mereka terlihat sangat sekarat, kini Madika pun tak punya pilihan lain, ia pun kini langsung menghela nafas panjang dan kemudian menatap semua siswa yang ada di tempat itu untuk memperingati mereka akan satu hal karena saat ini Madika sudah memutus-kan untuk menunjuk-kan kekuatan-nya yang sebenar-nya pada mereka semua.


"Kali ini aku tak punya pilihan lain, jadi biar ku peringat-kan satu hal... Apa yang kalian lihat saat ini tolong di rahasia-kan!" Ucap Madika.


Saat Madika berkata seperti itu, seketika semua siswa dan guru pemandu itu langsung menatap Madika dengan ekspresi bingung.


Bahkan Natalia pun kini hanya bisa sedikit memiring-kan kepala-nya dan menatap Madika dengan ekspresi meminta penjelasan.


Namun tanpa memberi penjelasan, kini Madika pun langsung mencoba membuka segel milik-nya agar ia bisa mengguna-kan energi Saga tingkat legendaris.


"Meski-pun hanya sebentar, akan ku usaha-kan bisa memulih-kan semua luka dalam kalian!" ucap Madika.


Madika berkata seperti itu karena sebenar-nya ia sudah benar-benar mencapai batasan penggunaan energi Saga tingkat legendaris di pertarungan sebelum-nya saat melawan para Niverom di sekte Balumba.


Oleh karena itu, saat ini Madika hanya bisa memaksa-kan diri untuk mengguna-kan kembali kekuatan itu lagi.


Tak butuh waktu lama, kini Madika pun berhasil membuka segel milik-nya dan dalam waktu yang sekejap mata kini energi tingkat Legendaris pun langsung merembes keluar dari tubuh Madika.


Energi tingkat legendaris itu pun langsung meluap-luap dari tubuh Madika.


Sementara itu para siswa bahkan guru pemandu itu kini langsung menatap Madika dengan ekspresi yang tampak tidak percaya.


Mereka benar-benar terkejut bukan main saat melihat sosok Madika dengan energi Saga tingkat legendaris yang meluap-luap keluar dari tubuh-nya serta membaluti tubuh-nya layak-nya sebuah aura yang sedang melindungi tubuh pengguna-nya.


"Energi itu!..." Ucap Diana yang saat ini juga tampak terkejut.


"Bukan-kah ini tingkat legendaris?... Bagaimana bisa?" Ucap guru pemandu dengan ekspresi tidak percaya namun juga tampak takjub dengan energi tersebut.


Sementara itu, Natalia yang saat ini melihat sosok Madika dengan energi Saga tingkat legendaris itu kini hanya bisa menatap Madika dengan mata yang terbelalak dan mulut yang menganga.


Ia kini sudah kehabisan kata-kata karena saking takjub-nya dengan kekuatan Madika yang saat ini meski-pun mereka sebenar-nya tidak tahu bahwa penggunaan energi ini jika berlebihan malah akan membahaya-kan Madika sendiri.


Tak lama setelah itu, kini Madika tiba-tiba tersentak dan dengan segera ia langsung memegang dada-nya karena kesakitan.


"Madika!" Ucap Natalia dengan ekspresi yang tampak khawatir dan dengan refleks langsung memegang tubuh Madika untuk menopang tubuh Madika karena saat ini Madika terlihat seperti akan jatuh.


"kau baik-baik saja?" Tanya Natalia yang masih terlihat khawatir.


"Maaf... Aku sudah mencapai batasan-ku!... Sebaik-nya aku segera mengobati mereka semua!" Ucap Madika menjawab Natalia.


Setelah itu Madika pun langsung menegak-kan kembali tubuh-nya.


Natalia yang melihat hal itu kini jadi semakin khawatir, ia kini bisa menebak bahwa kekuatan tingkat Legendaris milik Madika ini adalah sesuatu yang sangat membebani tubuh Madika dan itu bisa saja membuat Madika terluka.


"Pasti karena alasan itu Madika sampai tak sering mengguna-kan kekuatan ini!" Pikir Natalia.

__ADS_1


"Sebaik-nya jangan terlalu memaksa-kan diri-mu Madika." Ucap Natalia yang tampak khawatir.


"Tenang saja, aku masih bisa bertahan!" Balas Madika yang masih ngotot untuk mengguna-kan kekuatan-nya itu.


Setelah itu kini Madika pun langsung mengangkat kedua tangan-nya ke samping setinggi bahu.


Dan setelah itu kini energi Saga tingkat Legendaris itu pun langsung menyebar ke segala arah dan mulai masuk ke tubuh para siswa dan guru pemandu itu. Bahkan energi itu juga ikut masuk ke dalam tubuh Natalia dan Diana.


Kini dengan energi Saga tingkat legendaris itu madika pun mulai memulih-kan semua orang yang ada di tempat itu.


Beberapa saat kemudian, kini mereka semua pun sudah pulih, dan hanya tersisa beberapa luka kecil saja di tubuh mereka yang tidak sempat Madika sembuh-kan.


Madika pun kini langsung menyegel kembali energi Saga tingkat Legendaris milik-nya itu.


"Uhuk-uhuk!"


Seketika Madika pun langsung terbatuk-batuk saat energi Saga tingkat Legendaris itu sudah selesai ia segel.


"Sudah ku bilang jangan terlalu memaksa-kan diri-mu!" Ucap Natalia yang kembali memegang tubuh Madika dan mencoba menopang-nya.


"Tidak apa-apa... Maaf sudah membuat-mu khawatir... Untuk saat ini aku harus beristirahat terlebih dahulu, sisa-nya ku serah-kan pada-mu." Ucap Madika yang kemudian langsung duduk bersila dan mulai bersemedi untuk memulih-kan energi serta tubuh-nya saat ini.


Di sisi lain, para siswa lain-nya yang sudah pulih kini langsung mencoba untuk mengobati beberapa luka rekan mereka yang tidak sempat tersembuh-kan oleh Madika.


Sementara itu, Bunggu yang sebelum-nya bertarung dengan Lina niverom tingkat Sasio itu tampak sudah menyelesai-kan tugas yang Madika beri-kan pada-nya.


Ia pun kini langsung terbang ke arah Madika dan para siswa-siswi dari akademi Walawatu itu.


Seluruh pandangan dan perhatian para siswa serta guru pemandu itu pun kini langsung mengarah kepada Bunggu yang sedang terbang mendekati mereka.


Tak butuh waktu lama kini Bunggu sudah berada dekat dengan mereka dan Bunggu pun kini langsung mengguna-kan wujud manusia-nya dan segera mendarat tepat di depan Natalia.


Melihat sosok Bunggu, kini Natalia pun langsung terkejut karena sebelum-nya ia pernah bertemu dengan Bunggu sewaktu mereka berada di Dunia bawah tanah.


Saat itu Natalia tak tahu bahwa Bunggu sebenar-nya adalah sosok hewan monster tingkat legendaris, yakni seekor naga kuno karena saat itu Bunggu muncul dalam wujud manusia-nya di depan Natalia.


"Lama tidak bertemu, nona Natalia." Ucap Bunggu sambil menunduk-kan tubuh-nya di hadapan Natalia.


Natalia yang melihat Bunggu itu kini berusaha mencoba untuk mengingat nama Bunggu saat itu, namun ia sama sekali tak bisa mengingat-nya meski-pun saat ini ia bisa mengingat wajah Bunggu.


Saat itu Bunggu mengguna-kan nama samaran sehingga nama yang Natalia ketahui saat ini adalah nama palsu dan bukan nama yang asli.


Mengingat hal itu, kini Bunggu pun kembali mengangkat dan menegak-kan tubuh-nya serta menatap Natalia.


"Maaf sebelum-nya, Waktu itu aku mengguna-kan nama samaran atas perintah tuan Madika." Ucap Bunggu dengan jujur.


Setelah itu Bunggu pun langsung memperkenal-kan diri-nya pada Natalia dan semua orang yang ada di situ.

__ADS_1


"Perkenal-kan, namaku Bunggu, Aku adalah salah satu dari tujuh hewan kuno legendaris, dan saat ini aku adalah hewan peliharaan milik tuan Madika." Ucap Bunggu memperkenal-kan diri.


"Wahh!!"


Seketika semua orang langsung tertakjub-takjub mendengar perkenalan dan pengakuan sang naga kuno legendaris itu.


Semua orang tentu-nya kagum karena naga kuno legendaris itu bisa di takluk-kan oleh Madika.


"Naga kuno sekuat ini... Bagaimana bisa di buat sampai sejinak ini?!" Pikir para siswa saat ini ketika melihat dan mendengar cara bicara Bunggu.


Setelah cukup lama Madika memulih-kan diri-nya, kini Madika pun perlahan membuka mata-nya, dan setelah itu Madika pun langsung mengedar-kan pandangan-nya ke berbagai arah.


Saat ia melihat Natalia, kini ia langsung berdiri dan berjalan ke arah Natalia.


Saat ini Madika melihat bahwa Natalia sedang di kerumuni oleh seluruh siswa-siswi dari akademi Walawatu, dan tampak guru pemandu juga ada di sana.


Mereka tampak sedang membahas sesuatu yang serius saat ini.


Diana yang saat ini sedang berbicara dengan Natalia dan menghadap ke arah Madika kini langsung melihat bahwa Madika sudah selesai bersemedi.


Setelah itu kini Diana pun langsung memberitahu-kan pada Natalia bahwa Madika kini sudah selesai bersemedi.


"Natalia, Madika sudah selesai tuh." Ucap Diana.


Setelah Diana berkata seperti itu, kini Natalia pun langsung menoleh ke arah Madika dan benar saja Madika kini sudah selesai bersemedi dan bahkan sudah berdiri dan berjalan mendekati mereka.


"Madika!" Ucap Natalia yang langsung berlari kecil mendekati Madika.


Tampak di tangan kanan Natalia saat ini terlihat sebuah gulungan, dan seperti-nya gulungan itu adalah sebuah surat.


Di sisi lain, seluruh siswa dan guru pemandu itu kini juga langsung berlari kecil mengikuti Natalia dari belakang.


Mereka seperti-nya sedang membahas sesuatu yang serius sampai-sampai wajah mereka tampak sedikit tegang saat ini.


"Ada apa?" Tanya Madika saat Natalia dan mereka semua tiba di depan Madika.


"Baca surat ini!... Ini datang dari burung peliharaan ayah!" Ucap Natalia sambil menyodor-kan gulungan surat itu pada Madika.


Madika pun langsung meraih gulungan itu dan mulai membuka gulungan tersebut.


Baru beberapa saat madika membaca isi gulungan itu, kini Madika langsung terlihat terkejut dengan mata yang sedikit terbelalak.


"Apa?... Kerajaan Sumba saat ini juga sedang di serang?" Ucap Madika setelah membaca surat dari ayah Natalia itu.


"Iya benar!... Bahkan ayah juga menulis-kan bahwa saat ini banyak daerah di wilayah kerajaan Sumba yang sedang di serang oleh para Niverom itu." Ucap Natalia menjelas-kan.


"Jika itu memang benar, itu berarti saat ini kerajaan Sumba sudah lebih dulu mengalami penyerangan ketimbang kerajaan Doroko ini... Soal-nya untuk seekor burung pembawa surat pasti butuh waktu beberapa hari untuk bisa sampai ke tempat ini." Ucap Madika memberi sedikit gagasan.

__ADS_1


"Ku rasa tidak juga, soal-nya yang mengirim surat itu adalah hewan peliharaan tercepat milik ayah-ku, ia memiliki kemampuan untuk berteleportasi antar kerajaan selama kerajaan itu sudah pernah ia datangi sebelum-nya... Dengan kata lain, hal ini baru-baru saja terjadi dan burung ini berteleportasi dari kerajaan Sumba dan langsung muncul di salah satu tempat di kerajaan Doroko ini!" Ucap Natalia menjelas-kan.


Madika yang mendengar penjelasan itu kini hanya bisa mengangguk paham dengan apa yang Natalia ucap-kan itu.


__ADS_2