Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Axel Vs Madika (2)


__ADS_3

Kini Madika yang sebelumnya terkena tekanan dari aura Saga tingkat Epic milik si ketua sekte langsung masuk ke dimensi bayangan dan kemudian keluar dan muncul di luar area yang di batasi oleh penghalang buatan empat tetua sekte Balumba itu.


Hal itu pun membuat Axel yang sebelumnya menyerang Madika kini hanya menyerang angin karena Madika sudah tidak ada di tempat itu.


Ke empat tetua kini jadi semakin kesal karena jurus penghalang yang super kuat buatan mereka benar-benar dengan mudahnya di abaikan oleh Madika.


"Bocah sialan itu benar-benar sudah kelewat batas!" Ucap tetua Kabosu.


"Sebaiknya sekarang kita sendirilah yang harus turun tangan!" Timpal tetua Supiri.


"Kau benar! Kita tak perlu lagi menyerahkan ini pada murid-murid di sekte Balumba karena bocah ini benar-benar tak bisa di anggap remeh!" Sanggah tetua Lagonu.


"Kalau begitu tunggu apa lagi?!... Ayo kepung bocah itu sekarang juga!" Ucap tetua Barugo yang langsung melesat ke arah Madika dengan sangat cepat dengan kemampuan petir miliknya.


Kini tetua Barugo yang melesat cepat itu langsung terlihat bagaikan cahaya yang sedang bergerak ke arah Madika.


Bahkan beberapa tembok dan pilar yang berada di dekat jalur yang ia lalui kini langsung hancur akibat daya hancur dari kekuatan petir miliknya.


Tak butuh waktu lama, kini tetua Barugo sudah berada di belakang Madika dan langsung melesatkan tinju yang sangat kuat ke wajah Madika.


Namun dengan segera Madika berpindah menggunakan kekuatan bayangan dan kini ia langsung muncul tepat di belakang Axel yang sedang serius memandangi tetua Barugo sebelumnya.


Lalu Madika pun langsung melesatkan tinju angin ke pinggang Axel dan membuat Axel terdorong jauh.


Setelah itu dengan segera Madika masuk ke dalam bayangannya sendiri dan tiba-tiba muncul di bawah bayangan Axel yang sedang terhempas di udara.


Dengan tempo yang sangat cepat Madika langsung menarik Axel ke dalam dimensi bayangan milik-nya itu dan dengan cepat ia melempar Axel menjauh dari dirinya saat mereka berdua sudah berada di dalam dimensi bayangan tersebut.


"Sebaiknya kau tidak mengganggu urusanku kali ini!... Aku sangat tidak suka bermasalah dengan keluarga kerajaan karena jika itu terjadi, maka bisa ku pastikan kekaisaran ini akan kehilangan satu kekuatan dari satu kerajaan!" Ucap Madika dengan ekspresi datar namun terkesan mengintimidasi.


Mendengar ucapan Madika, kini Axel hanya bisa menelan ludah dengan kasar setelah merasakan aura membunuh yang sangat mengerikan dari Madika.


Namun, meskipun ada rasa takut di dalam diri Axel, akan tetapi dirinya kini malah menjadi salah paham dengan kata-kata Madika sebelumnya.


"Hahaha... Hahaha... Huaahaha!!"

__ADS_1


Axel tertawa terbahak-bahak seolah diri-nya sedang menemukan kelemahan Madika.


"Begitu ya?... Jadi kau takut juga rupanya!" Ucap Axel sambil memandang rendah pada Madika.


"Ekspresi orang ini benar-benar sangat menyebalkan!" Ucap Madika dalam hati saat melihat ekspresi wajah Axel saat sedang meremehkan dirinya.


"Kau sengaja bicara seperti itu hanya untuk menggertak ku!! Padahal yang sebenarnya kau takut bermasalah dengan keluarga kerajaan!! Benar begitu kan?!... Huahaha!" Ucap Axel lagi yang kemudian di sambung tentang tertawaan yang mengejek.


"Kalau begitu, sekarang kau akan tamat sudah karena orang-orang di sekte ini pasti akan segera melaporkan mu pada ayahku!! Hahahaha.... Nikmatilah kesenangan terakhirmu sialan!!" Teriak Axel yang mulai berbicara seperti orang yang sedang frustasi.


"Dasar bodoh! Sepertinya orang ini benar-benar sudah salah menanggapi kata-kata ku barusan!" Ucap Madika dalam hati.


"Sekarang juga! Aku akan melawan mu!!" Ucap Axel sambil menunjuk Madika.


Lalu Axel pun memunculkan dua bilah pedang di tangannya.


Pedang yang satu berelemen es, sementara pedang yang satu ya lagi berelemen angin.


"Akan ku tunjukkan padamu kekuatanku yang sebenarnya!" Ucap Axel dengan ekspresi percaya diri.


"Hahahaha... Kau pikir luka kecil seperti itu akan bertahan lama di tubuh-ku?! Jangan bermimpi kau! Energi Saga ku ini membuatku bisa menggunakan kemampuan regenerasi super cepat ketimbang orang-orang pada umumnya, jadi aku tidak perlu menung...."


BRUAAAKKK!!


Ucapan Axel terhenti karena kini sebuah tongkat bayangan menghantam rahang bawah-nya dan kini membuat rahang bawah Axel kembali hancur karena sebelumnya memang masih belum sembuh total.


Tampak beberapa gigi Axel langsung terbuang dan berhamburan di lantai dimensi bayangan itu.


"Hue Huo.... Huhu Hua hio hum!" Ucap Axel saat melihat giginya berhamburan.


"Nah itu baru bagus!" Ucap Madika yang saat ini berdiri di tempat Axel berdiri sebelumnya karena kini Axel telah terhempas cukup jauh akibat pukulan barusan.


Kini Axel tampak semakin kesal dengan perbuatan Madika.


Mulutnya yang baru saja berhasil ia pulihkan meskipun belum pulih sempurna, kini harus hancur lagi, bahkan kini gigi-giginya banyak yang copot dan berhamburan di lantai dimensi bayangan itu.

__ADS_1


"Hiha huaha hu haha Han!" Ucap Axel lagi dengan kata-kata yang benar-benar sangat tidak jelas.


Madika yang mendengar ucapan Axel kini hanya bisa berusaha menahan diri untuk tidak tertawa.


Namun bisa di lihat bahwa saat ini Madika benar-benar sangat ingin menertawakan Axel dan hingga akhirnya tertawaan Madika pun pecah.


"HUAAHAHHAHA... Kau benar-benar kocak!!" Ucap Madika.


"Hiha Hau!" Banyak Axel.


Lalau Axel pun berdiri dan dengan segera mengangkat tangan kanannya yang sedang memegang pedang es.


"Haha he!!" Ucapnya dengan suara tegas.


Seketika itu juga di atas Axel langsung muncul sebuah lingkaran energi yang sangat besar dan dari dalam lingkaran energi itu muncul seekor naga es yang sangat besar.


Naga es milik Axel itu memiliki tubuh layaknya seekor dinosaurus, dan ia memiliki sebuah sayap yang sangat lebar yang bisa di gunakan untuk terbang.


Naga es itu adalah hewan peliharaan Axel, yakni naga dengan energi Nosa tipe es, atau yang biasa juga di sebut naga pengguna es.


Naga es milik Axel itu merupakan seekor naga es yang hidup di belahan Agrilis bagian Utara tempat di mana terdapat cuaca ekstrim yang di penuhi dengan hawa dingin serta badai es yang sangat mengerikan.


Berdasarkan rumornya, tempat itu adalah salah satu tempat yang menakutkan di Agrilis, dan mahluk hidup yang bisa bertahan hidup di sana hanyalah mahluk hidup yang memiliki kemampuan dan kekuatan yang luar biasa yang tidak bisa di samakan dengan mahluk hidup di tempat-tempat seperti hutan Rikombo dan hutan-hutan lainnya.


Madika yang melihat sosok naga es itu pun kini langsung terkejut karena naga yang di miliki oleh Axel saat ini merupakan salah satu naga yang mulai langka di zaman ini.


Naga ini merupakan salah satu ras naga yang kuat selain naga kuno legendaris milik Madika.


Melihat sosok naga itu, kini Madika pun langsung menjadi tertarik dengan naga tersebut.


"Dari mana kau mendapatkan naga itu?!" Tanya Madika yang tampak penasaran.


Mendengar pertanyaan Madika, kini Axel hanya bisa mengerang dengan suara keras.


"Oh maaf aku lupa kalau mulutmu sedang tak bisa di pakai." Ucap Madika dengan ekspresi dan nada suara yang mengejek.

__ADS_1


Melihat ejekan Madika itu, kini Axel langsung marah besar dan ia pun langsung memerintahkan naga es-nya itu untuk menyerang Madika.


__ADS_2