Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kekalahan Askila?


__ADS_3

Saat ini si gadis pengguna elemen angin itu kini sudah kesulitan bergerak karena tubuh-nya sudah semakin kesakitan.


diri-nya kini hanya bisa berpasrah diri.


Kini si semut raksasa itu pun langsung membuka mulut-nya yang sedari tadi menetes-kan banyak air liur.


Setelah itu kini si semut pun langsung menerkam gadis itu.


Namun, saat mulut semut itu hampir menyentuh tubuh si gadis itu, kini sebuah Sambaran petir yang sangat kuat menghantam kepala si semut raksasa itu.


Sambaran petir itu membuat si semut langsung terhempas ke samping tepat searah dengan lesatan petir tersebut


"ini balasan-nya karena kau menyerang-ku secara mendadak barusan!" bentak Askila yang saat ini tampak sudah berdiri menghadap ke arah si semut tersebut.


Sementara itu, semut yang tadi-nya terhempas itu kini berhasil menahan tubuh-nya agar tak terkapar di tanah.


Setelah itu si semut itu pun langsung berteriak keras lagi ke arah Askila.


~RRRRAAAAWWWWWRRRRR!!!~


"DIAM!!" balas Askila dengan suara keras sambil menghentak-kan kaki-nya ke tanah.


Seketika itu juga, dari tanah yang di pijaki-nya itu langsung muncul beberapa petir yang kini langsung menyambar ke arah si semut raksasa itu.


Kini terlihat ada empat petir yang cukup besar merambat di udara dan melesat cepat ke arah semut raksasa itu.


Sementara itu, si semut yang melihat hal itu kini langsung menghentak-kan kaki-nya ke tanah, dan dalam waktu kurang dari sedetik kini beberapa bongkahan tanah yang cukup besar langsung melayang ke atas dan setelah itu si semut itu pun langsung menghentak-kan lagi kaki depan-nya.


Kini semua bongkahan tanah yang cukup besar itu langsung melesat ke arah Askila.


hal itu pun membuat serangan petir Askila kini saling berhantaman dengan serangan tanah dari semut raksasa itu.


Pertemuan serangan mereka menghasil-kan ledakan yang tidak begitu kuat, namun hasil-nya adalah kepulan debu tebal bagai asap kini menutupi tempat pertemuan jurus mereka itu.


"sial!..... semut si@lan ini benar-benar sangat merepot-kan!" batin Askila.


Lalu Askila pun langsung mengaum dengan sangat kuat.

__ADS_1


ia kemudian kembali mencipta-kan beberapa kloning di sekitar-nya.


Jumlah kloning itu sekitar 50-an, dan kini Askila pun langsung mengerah-kan para kloning itu untuk maju dan mengeroyok si semut raksasa itu.


"Yo serang bersama!" perintah Askila pada para kloning-nya.


Lalu para kloning pun langsung melolong dengan suara nyaring.


setelah itu mereka semua pun langsung maju dan menyerang semut raksasa itu secara bersamaan.


Kali ini Askila tidak menyerang mengguna-kan serangan jarak jauh.


Askila kini memilih untuk melakukan serangan dari jarak dekat untuk membuat si semut raksasa itu tidak bisa bergerak dengan bebas.


Kini terlihat beberapa kloning Askila langsung melompat ke arah semut raksasa itu sambil mencakar semur itu dengan sangat kuat.


Beberapa dari serangan kloning Askila bisa di hindari dan di tangkis oleh semut itu, namun ada pula kloning Askila yang berhasil menyerang semut itu hingga terluka.


Tampak ada beberapa kloning Askila kini menggigit kaki serta mencakar tubuh si semut itu hingga terluka.


bahkan beberapa kloning Askila yang berhasil menancap-kan gigitan-nya pada kaki dan bagian tubuh lain-nya dari si semut itu kini langsung mengalir-kan petir dari mulut-nya sehingga kini tubuh semut raksasa itu langsung tersetrum oleh petir itu.


Si semut itu berteriak kesakitan akibat gigitan serta sengatan petir yang sangat kuat menjalar di seluruh tubuh-nya.


Karena sudah sangat terdesak, kini semut itu langsung mengamuk tidak terkendali.


ia mengguncang tubuh-nya dengan sangat kuat untuk menjatuh-kan para kloning Askila yang ada di tubuh-nya itu.


Hal itu pun berhasil membuat para kloning Askila terhempas dan jatuh ke tanah.


Sesudah itu si semut raksasa itu pun langsung melompat lurus ke atas, dan setelah itu ia pun kembali mendarat ke tanah sambil menghentak-kan seluruh kaki-nya ke tanah dengan sangat kuat.


Seketika itu juga, tanah yang di pijaki oleh semut raksasa itu langsung mencipta-kan sebuah gelombang tanah yang bergerak meluas dari pusat-nya yakni dari titik pendaratan si semut raksasa tersebut.


Kini gempa yang sangat dahsyat terjadi, tanah yang sangat kokoh saat di injak itu kini langsung terlihat bergelombang layak-nya ombak yang sedang bergerak.


Tanah bergelombang itu pun bergerak ke segala arah.

__ADS_1


Askila yang melihat hal itu langsung mencoba mempertahan-kan keseimbangan tubuh-nya agar ia tak jatuh ke tanah.


Pergerakan tanah saat ini benar-benar tak bisa di tebak akibat pergerakan yang bergelombang bagaikan ombak yang sedang menggulung.


Tak lama setelah itu, kini Askila di kejut-kan oleh suara bebatuan yang runtuh.


hal itu pun langsung membuat Askila teringat akan tuan-nya, yakni Madika yang saat ini sedang bersemedi di dalam gua.


Askila pun segera menoleh ke arah gua tersebut dan kini ia melihat bahwa pintu masuk gua itu telah runtuh dan tertimbun oleh bebatuan yang ada di sekitar-nya.


"tuan!!" teriak Askila yang terlihat mengkhawatir-kan Madika.


Sementara itu, si gadis pengguna Saga elemen angin sebelum-nya saat ini tampak berada dekat dengan bongkahan-bongkahan batu yang menimbun jalan masuk ke gua itu.


Gadis itu hampir saja tertindih oleh reruntuhan batu gua tersebut.


kini gadis itu hanya bisa menghela nafas lega ketika diri-nya menyadari bahwa bongkahan batu gua itu tidak menimpa diri-nya.


"Semut sial@n!!" teriak Askila dengan penuh emosi sambil menoleh ke arah semut raksasa itu.


Namun saat Askila menoleh ke arah semut itu, kini semut itu sudah tidak terlihat lagi di tempat ia berdiri sebelum-nya.


"ke mana semut itu?!" ucap Askila dengan emosi sambil terus bertahan dari guncangan tanah yang masih saja belum berhenti.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba tanah yang berada di bawah kaki Askila langsung retak.


namun Askila tak menyadari-nya akibat suara gemuruh tanah yang berguncang hebat itu menutupi pendengaran-nya terhadap suara-suara yang lebih kecil.


Seketika semut raksasa itu pun muncul dari bawah tanah tepat-nya dari bawah tanah yang di pijaki oleh Askila.


Semut itu langsung melompat ke udara bersamaan dengan mulut-nya yang saat ini sedang menggigit perut Askila.


"AAARRRRGGGGHHH!!"


Kini Askila pun berhasil di terkam oleh semut raksasa itu, dan ia pun kini hanya bisa menjerit dengan suara keras akibat dari rasa sakit yang ia rasa-kan saat gigi-gigi tajam semut tersebut menembus daging serta mematah-kan beberapa tulang-tulangnya.


tampak gigi-gigi tajam yang bergerigi itu kini menusuk tubuh Askila dengan sangat dalam.

__ADS_1


Darah dari tubuh Askila terus mengalir, dan kini Askila tampak masih berada di mulut semut tersebut saat semut tersebut masih berada di udara.


__ADS_2