Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Gupo Vs Madika


__ADS_3

Saat ini, seluruh murid, guru, serta semua orang dari sekte Balumba maupun orang-orang dari akademi lainnya kini langsung di gemparkan oleh kemunculan Madika yang tiba-tiba jatuh dari langit.


Saat Madika mendarat dan terjadi ledakan di area pendaratannya, kini asap tebal pun langsung menutupi hampir seperdua arena tersebut.


Namun saat Madika menggunakan langsung angin miliknya, seketika itu pun asap tebal yang menutupi arena itu langsung terhempas oleh angin milik Madika.


Seketika itu pun sosok Madika pun langsung terlihat jelas di hadapan semua orang yang ada di tempat itu.


Sementara itu, Natalia yang sebelumnya sangat acuh tak acuh kini langsung berdiri dengan ekspresi terkejut serta bercampur rasa senang karena akhirnya ia kembali bisa melihat sosok Madika.


"Madika?! Tidak salah lagi! itu Madika!" ucap Natalia dengan antusias dan tampak bahagia.


Sementara itu, Madika yang samar-samar mendengar suara Natalia kini langsung menoleh ke berbagai arah untuk memastikan keadaan dan ternyata memang benar di sana ada Natalia tepatnya di atas bangku penonton saat ini.


"Natalia! Aku tak tahu apa yang kau dan beberapa siswa senior dari akademi Walawatu lakukan di sini! Tapi bisakah untuk sekarang kalian semua berpura-pura tidak mengenalku?! Ini demi kebaikan kalian karena aku datang tidak untuk sesuatu yang baik-baik!" Ucap Madika pada Natalia melalui telepati.


Natalia yang mendengar telepati dari Madika pun kini langsung merasa senang dan semakin yakin bahwa itu memang Madika yang asli karena ia bisa melakukan telepati dengannya.


"Baiklah kalau begitu! Tapi jika sesuatu terjadi pada-mu aku akan membantumu!" Jawab Natalia yang mencoba untuk memberi ruang pada Madika meskipun ia tak tahu apa permasalahan Madika dengan sekte Balumba ini.


Setelah melakukan telepati pada Natalia, kini Natalia pun segera memberitahukan pada guru pemandu tentang apa yang Madika ucapkan sebelumnya, dan dari guru pemandu kini semua siswa dari akademi Walawatu pun langsung di beritahukan mengenai hal itu.


Sementara itu, Madika yang saat ini berada di tengah-tengah arena tersebut kini terlihat mulai mengangkat kaki kanannya dan setelah itu ia menghentakkan kaki kanannya ke lantai dan seketika itu juga tercipta gelombang angin yang cukup kuat yang langsung membuat siswa yang ada di arena itu sampai terdorong mundur oleh gelombang angin tersebut.


"Kembalikan tongkatku sialan!!" Teriak Madika dengan suara keras.


Semua orang yang mendengar teriakan Madika itu malah jadi semakin bingung, namun beberapa orang di sekte itu tentunya tahu apa yang Madika maksud-kan itu. Terutama Gupo yang terlah merebut tongkat itu dari Madika.

__ADS_1


"Ehe?... Jadi dia ini ya! Pria yang di bicarakan oleh Natalia sampai-sampai Natalia menolak-ku mentah-mentah!" Ucap Axel dalam hati saat merasakan aura Saga tingkat master dari tubuh Madika.


"Hanya tingkat master saja tapi sok jago begitu! apa dia sudah gila? parahnya lagi, kenapa sejak tadi Natalia terus menatapnya sambil tersenyum bahagia seperti itu? padahal Natalia selama ini tak pernah tersenyum dengan tulus seperti itu!" Ucapnya lagi sambil melirik ke arah Natalia.


Lanjutnya, "Sepertinya memang sudah tidak salah lagi! Pasti bocah inilah yang bernama Madika itu!... Kalau memang begitu, maka akan ku habisi bocah sok jago itu dan membuat Natalia kecewa berat padanya!" Ucap Axel dalam hati dan langsung mencoba melesat ke arah Madika.


Namun belum sempat Axel bergerak dari tempatnya saat ini, tiba-tiba seorang pria dengan sebilah tombak petir yang panjang di tangannya langsung melesat cepat ke arah Madika.


Pria itu adalah Gupo, yakni orang yang telah mengambil tongkat kaisar rotan api milik Madika saat mereka bertarung di reruntuhan kuno.


Kali ini kecepatan lesatan Gupo bisa Madika lihat dengan jelas. Berbeda dengan sebelumnya saat mereka bertarung di reruntuhan kuno karena pada saat itu Madika masih berada di tingkat elite.


"Kenapa kau masih belum mati sialan!!" Teriak Gupo sambil menebaskan tombaknya ke kepala Madika.


Melihat hal itu Madika pun langsung memunculkan sayap angin milik-nya dan dengan cepat ia pun bergerak ke samping untuk menghindari tebasan vertikal yang di lakukan oleh Gupo.


Kini tebasan tombak Gupo berhasil di hindari Madika dan tombak itu pun langsung menghantam lantai dan menghasilkan ledakan energi di sekitarnya.


Tak cukup sampai di situ saja, kini Gupo dengan segera memutar mata tombaknya dan kemudian menebaskan tombaknya itu lagi ke arah kiri tempat Madika menghindar barusan.


Ia langsung menebaskan tombaknya itu pada Madika yang bergerak ke samping itu.


Melihat hal itu Madika pun segera melompat Kecil ke belakang untuk menghindar sehingga tebasan Gupo hanya menebas angin.


Melihat Madika yang berhasil menghindar ke belakang, kini Gupo kembali memutar tombaknya dan kemudian dengan cepat ia melakukan sedikit gerakan memutar tubuh ke depan sambil mengayunkan tombaknya hingga tombaknya itu pun kini menebas ke arah Madika.


Madika terus menghindar, namun Gupo tampak melakukan gerakan itu secara berulang-ulang.

__ADS_1


Hingga akhirnya kini Madika pun langsung melompat jauh ke samping untuk mengambil jarak dari Gupo.


Gupo yang melihat jarak antara mereka cukup jauh, Kini Gupo pun langsung menggunakan jurus tebasan petir milik-nya.


"Tebasan petir!" Ucap Gupo dengan suara yang terdengar tegas.


Seketika itu pula sebuah petir berbentuk melengkung layaknya bulan sabit langsung melesat ke arah Madika.


Madika yang melihat hal itu langsung memunculkan pedang raja monster semut di tangannya.


Dengan pedang itu Madika pun langsung membalas tebasan petir tersebut.


"Tebasan Angin!!" Teriak Madika sambil melakukan tebasan angin ke arah Gupo sehingga kini lengkungan angin berbentuk bulan sabit langsung melesat menghampiri tebasan petir dari Gupo.


Kini kedua jurus itu pun saling berhantaman di tengah-tengah dan hantaman itu menghasilkan ledakan energi yang cukup kuat.


Namun tidak cukup sampai di situ saja, kini Gupo kembali melesatkan jurus yang sama secara bertubi-tubi ke arah Madika.


"Tidak ku sangka kau masih hidup setelah jantung mu rusak seperti itu!" Ucap Gupo sambil terus melakukan tebasan.


"Kau pikir hanya kau saja yang berpikir seperti itu?! Bahkan aku sendiri juga tidak menyangka kalau aku masih punya kesempatan untuk hidup!... Karena itulah sekarang aku punya kesempatan untuk membalaskan dendam ku!" balas Madika yang saat ini terus membalas serangan dari Gupo.


Keduanya terus-terusan saling menyerang bahkan sempat berganti-ganti posisi saat menyerang.


Sementara itu orang-orang yang ada di bangku penonton kini hanya memperhatikan pertarungan mereka berdua layaknya sedang menonton pertandingan yang sebelum-sebelumnya.


Beberapa dari orang-orang itu bahkan sudah ada yang membuat pertaruhan.

__ADS_1


Banyak dari mereka yang ada di tempat itu menjagokan Gupo dan mendukung Gupo ketimbang Madika.


__ADS_2