Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Adu Peliharaan (2)


__ADS_3

Setelah Madika memasti-kan tingkatan serigala petir milik Tepaonjo, kini Madika pun merasa bahwa mereka akan lebih unggul saat ini.


namun tampak-nya Tepaonjo merasa tidak puas dengan apa yang di tunjuk-kan oleh Madika.


"hei.... apa kau meremeh-kan serigala petir milik-ku?" tanya Tepaonjo dengan ekspresi yang tampak sedikit tersinggung.


"tenang saja, aku bukan-nya meremeh-kan mu.... hanya saja menurut-ku serigala kecil-ku ini saja seperti-nya sudah cukup untuk mengatasi kalian berdua." ucap Madika dengan santai-nya.


"apa kata-mu?!" balas Tepaonjo serentak dengan serigala petir milik-nya.


"hmmp.... seperti-nya kau benar-benar tidak paham dengan posisi-mu manusia!" ucap serigala petir milik Tepaonjo sambil pasang ekspresi sangat dan tampak kesal dengan perkataan Madika yang sebelum-nya.


"kalau kau memang merasa lebih kuat!, langsung saja bertarung!.... tunjuk-kan kekuatan-mu!" ucap Tepaonjo sambil mengangkat tinju-nya ke arah Madika.


Setelah berkata seperti itu, kini Tepaonjo pun langsung menggerak-kan kedua tangan dan kaki-nya dengan beberapa variasi gerak-kan.


tak lama setelah itu tampak energi Saga dan energi Nosa milik serigala petir saling terhubung dan langsung menyelimuti tubuh Tepaonjo dan serigala petir-nya.


"akan ku tunjuk-kan kombinasi kekuatan kami!" ucap Tepaonjo dengan penuh semangat.


sementara itu si serigala petir milik Tepaonjo itu langsung melolong dengan sangat kuat.


ketika ia melolong seketika terjadi gelombang energi yang cukup kuat yang bergerak meluas dari tempat berdiri-nya si serigala petir itu.


Para siswa lain yang melihat hal itu langsung terkagum-kagum dengan pertunjukan kekuatan dari serigala petir milik Tepaonjo.


"bahkan hanya lolongan-nya saja sudah bisa sekuat itu." ucap beberapa siswa yang memuji serigala itu.


Sementara itu, Madika yang melihat hal itu tampak tetap tenang dan diam saja.


ia merasa bahwa lolongan serigala petir milik Tepaonjo itu masih terbilang hal biasa karena ia sudah pernah melihat yang lebih kuat dari itu.


"Askila.... seperti-nya kau bisa mengurus mereka berdua sendirian." ucap Madika dengan tenang.


"hmm.... serah-kan semua-nya pada-ku tuan.... anda hanya perlu diam dan menunggu di sini." ucap Askila.


Setelah berkata seperti itu, kini Askila pun langsung menatap Tepaonjo dan hewan peliharaan-nya itu dengan tatapan tajam mengintimidasi.

__ADS_1


"hoi manusia..... sadari posisi-mu!" ucap Askila dengan suara yang terdengar sangat berat dan mencekam.


Setelah berkata seperti itu, kini tubuh Askila perlahan membesar. bahkan bentuk imut-nya kini tidak terlihat lagi.


seketika Askila pun berubah menjadi serigala petir dengan penampilan yang sangat sangar.


aura yang di pancarkan-nya pun jadi sangat mencekam dan menakut-kan.


sampai-sampai para siswa lain-nya yang saat ini sedang menonton ikut merasa-kan aura mengerikan yang di pancar-kan oleh Askila.


Seketika semua orang terdiam karena terkejut.


sementara itu pak Kulimu yang tadi-nya hanya menatap Madika dan Tepaonjo dengan ekspresi biasa-biasa saja kini langsung terkejut saat melihat perubahan Askila.


"yang benar saja!.... tingkat Elite?! seperti-nya Tepaonjo tidak akan punya kesempatan untuk menang dari Madika!" ucap pak Kulimu.


Sementara itu, Ariel yang saat ini melihat perubahan Askila kini langsung tersenyum bangga.


"sudah ku bilang!.... hewan peliharaan Madika pasti sangat hebat!" ucap Ariel yang saat ini juga bisa merasa-kan aura yang terpancar dari energi Nosa milik Askila.


sementara itu Madika yang melihat ekspresi mereka yang tiba-tiba terlihat ciut kini hanya bisa tersenyum tipis.


"sekarang apa kau masih belum menyadari posisi-mu?" tanya Askila dengan suara yang terdengar mencekam.


Mendengar pertanyaan itu, Tepaonjo pun langsung merasa ragu untuk bertarung. namun untuk menjaga harga diri-nya ia pun tetap memilih untuk bertarung.


"jika belum di coba mana mungkin bisa tahu hasil-nya!" ucap Tepaonjo dengan tegas.


Baru saja Tepaonjo berkata seperti itu, tiba-tiba Tepaonjo dan serigala petir-nya itu langsung tertunduk dan berlutut.


hal itu di karena-kan saat ini mereka berdua menerima tekanan energi Nosa yang sangat kuat yang berasal dari Bunggu.


Bunggu menekan mereka mengguna-kan energi Nosa milik-nya.


hal itu pun membuat Tepaonjo dan serigala petir-nya merasa tubuh-nya sangat berat seolah tertimpa oleh sesuatu yang sangat berat.


"berat sekali!.... aku sama sekali bukan tandingan serigala petir itu!" batin Tepaonjo sambil mengeluar-kan suara rintihan.

__ADS_1


Sementara itu, tekanan energi Nosa yang di arah-kan oleh Askila ternyata bukan hanya kepada Tepaonjo dan serigala-nya saja, melain-kan ia juga mengarahkan-nya kepada para siswa lain-nya yang sedang menonton pertarungan mereka.


kini para siswa yang sedang menonton pun merasa-kan berat yang sama dengan yang di rasa-kan oleh Tepaonjo dan peliharaan-nya.


hal itu membuat banyak dari siswa itu yang langsung tertekan ke bawah dan mengalami kesulitan untuk bergerak.


"berat sekali!"


"rasa-nya seperti ada sesuatu yang menekan tubuh-ku dari atas!"


"rasa-nya seolah-olah berada di tempat dengan gaya gravitasi yang sangat kuat!"


"ini-kah kekuatan serigala kecil Madika itu."


"tidak.... serigala itu tidak kecil lagi!... serigala itu sekarang jadi serigala besar yang menakut-kan..... bahkan hanya aura dari energi-nya saja bisa digunakan untuk menekan lawan dan orang sekitar-nya."


"seperti-nya serigala itu merasa tersinggung karena kita meremehkan-nya!"


berbagai ocehan mulai terdengar dari mulut para siswa yang ada di tempat itu.


sementara itu, pak Kulimu saat ini hanya diam saja karena diri-nya bisa menahan tekanan energi tersebut.


saat ini pak Kulimu tidak berniat untuk menghentikan tindakan Askila karena bagi pak Kulimu ini masih berada di batasan yang wajar dan tidak membahaya-kan siswa lain-nya.


"jadi-kan ini sebagai pelajaran agar lain kali kalian tidak terlalu meremeh-kan orang lain tanpa mengetahui informasi yang sebenar-nya dari orang itu.... ini berguna bagi masa depan kalian sebagai ksatria.... dalam pertarungan apa-oun, kalian tidak boleh terlalu meremeh-kan lawan kalian." ucap pak Kulimu dengan tenang sambil menoleh ke arah para siswa-nya.


"tuan, aku tak bisa melawan-nya!.... dia adalah raja dari para serigala petir!.... sedari tadi ia ternyata melakukan penyamaran sehingga tingkatan dan wujud asli-nya tidak dapat di ketahui!" ucap serigala petir milik Tepaonjo.


Mendengar ucapan serigala petir-nya itu, kini Tepaonjo pun langsung terkejut.


ia langsung melebar-kan mata-nya lalu segera menatap Askila dengan ekspresi tidak percaya.


"ba.... bagaimana mungkin?.... serigala itu bahkan sudah berada di tingkat Elite!" ucap Tepaonjo.


Kini seluruh siswa tampak terkejut ketika mereka juga menyadari tingkatan Askila.


seketika semua-nya hanya bisa melongo dengan mulut yang sedikit menganga.

__ADS_1


__ADS_2