Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kemarahan Axel


__ADS_3

Saat ini di sekte Balumba, tepat-nya di bangku penonton tampak Natalia dan Diana sedang duduk bersebelahan.


Sementara itu Axel saat ini sedang duduk agak jauh dari mereka berdua.


Hal itu di karena-kan Axel dan Natalia saat ini sedang mengalami situasi yang canggung.


Namun yang membuat kecanggungan itu adalah Axel, sementara Natalia sama sekali tidak begitu memikir-kan tindakan Axel sebelum-nya.


(Beberapa waktu yang lalu)


Saat ini Natalia terlah berhasil mengalah-kan lawan-nya dengan sedikit usaha dan membuat pertarungan menjadi lebih meriah.


Setelah kemenangan itu, Axel pun mendekati Natalia dan mengungkap-kan isi hati-nya pada Natalia.


"Natalia! Maukah kau menjadi kekasih-ku?" Ucap Axel sambil berlutut dan menyodor-kan sekuntum bunga mawar merah ke arah Natalia.


Mendengar ungkapan hati dari Axel, Natalia pun kini terdiam dan sedang mencoba memutar otak-nya dan mulai berpikir.


Bisa di lihat dari raut wajah Natalia saat ini bahwa Natalia tidak terkejut sedikit pun dengan tindakan yang di lakukan oleh Axel karena sejak awal Natalia sudah bisa menduga bahwa hal seperti itu akan terjadi cepat atau lambat.


"Ini terjadi terlalu cepat!" pikir Natalia sambil menatap Axel dengan tatapan kosong.


"Maaf, aku tak bisa memenuhi keinginan-mu itu! Sebaik-nya kita berteman saja!" Jawab Natalia dengan ekspresi datar.


Seketika semua orang langsung berteriak terkejut mendengar jawaban dari Natalia.


Bahkan Axel sendiri pun juga langsung terpaku malu mendengar jawaban Natalia.


diri-nya benar-benar tidak membayang-kan kalau Natalia akan menolak diri-nya.

__ADS_1


"Aku ini anak seorang raja Doroko loh! Kau seharus-nya tahu siapa aku!" Ucap Axel mencoba mengguna-kan status ayah-nya untuk membujuk Natalia.


"Raja Doroko?" Balas Natalia dengan ekspresi datar sambil memiring-kan kepala-nya.


"Ya benar sekali! Seharus-nya kau merasa tersanjung karena seorang pangeran seperti-ku mengungkap-kan perasaan pada-mu! Jadi sekarang kau harus menerima perasaan-ku!" Ucap Axel yang langsung bersemangat dan menunjuk-kan sifat asli-nya pada Natalia.


"Pria ini! Begitu di tolak dia langsung bawa-bawa status orangtua-nya! Apa dia itu bodoh atau memang benar-benar tidak tahu apa-apa?!' Pikir Diana sambil menatap sinis ke arah Axel.


Sementara itu, seluruh penonton yang ada di tempat itu saat ini juga merasa terkejut dan berpikir bahwa Natalia sudah salah mengambil langkah karena telah menolak perasaan Axel mentah-mentah.


"Uwaahh!! Gadis itu dalam bahaya sekarang?!"


"Waduh, bisa-bisanya dia menolak Axel di depan orang banyak!"


"Jarang-jarang loh ada pangeran yang mau mengungkap-kan perasaan-nya seperti ini!"


"Padahal dia gadis yang beruntung, tapi kenapa dia malah mempermalu-kan pangeran Axel seperti ini!"


"Bukan-kah ini sama hal-nya dengan memberi penghinaan pada keluarga kerajaan?"


Berbagai argumen dari para penonton bahkan para tetua sekte Balumba yang tidak tahu tentang siapa Natalia yang sebenar-nya terus terdengar.


Kegaduhan pun memenuhi tempat itu sementara si Axel yang sudah menunjuk-kan sifat asli-nya itu kini terus mencoba mendesak Natalia dan bahkan sempat mengguna-kan nama orangtua-nya untuk mengancam Natalia dan seluruh murid dari akademi Walawatu yang sedang bersama-sama dengan Natalia.


"Apa kau benar-benar tidak tahu apa yang sudah kau lakukan hah?! Kau menolak-ku mentah-mentah di depan orang banyak! dan itu berarti sebuah penghinaan besar bagi seorang dari keluarga kerajaan!... Seperti-nya kau ini harus di beri hukuman yang setimpal!" Ucap Axel sambil mendekat-kan wajah-nya ke wajah Natalia.


Natalia yang mendengar semua ocehan orang-orang itu serta tindakan Axel saat ini hanya bisa berusaha untuk tetap diam.


Natalia adalah sosok yang tidak suka mengandal-kan nama keluarga-nya dalam menyelesai-kan masalah, ia juga bukan tipe orang yang akan pamer tentang status keluarga-nya pada orang lain, karena itu-lah Natalia jarang di ketahui sebagai cucu dari sang kaisar serta putri dari raja yang terkuat saat ini, yakni raja Andreas.

__ADS_1


Bahkan saat berada di sekte Balumba, ia hanya mendaftar-kan nama Natalia saja dan tidak mengguna-kan nama belakang-nya karena dia tidak ingin terlihat mencolok.


"Apa perlu aku juga menghukum semua siswa dari akademi Walawatu itu agar kau mau menerima perasaan-ku pada-mu hah?!" Ucap Axel sambil berbisik di telinga Natalia.


Mendengar ucapan Axel tentang teman-teman sekelas Natalia saat ini, kini Natalia pun tak punya pilihan lain selain melawan Axel.


"Tujuan-ku untuk merespon semua tindakan-mu selama ini karena aku tak mau kau dan para murid sekte Balumba lain-nya mengganggu siswa-siswi dari akademi kami seperti kalian mengganggu siswa-siswi dari akademi lain-nya!" Ucap Natalia dengan ekspresi datar namun terkesan mengintimidasi.


"Aku berpikir akan lebih baik merespon diri-mu ketimbang merendah-kan diri-ku sendiri dengan memanfaat-kan status orang tua!... Memanfaat-kan status orang tua itu hanya-lah tindakan yang di lakukan oleh para pengecut! Pecundang!... Orang-orang seperti itu benar-benar sangat memuak-kan di mata-ku!... Tapi kali ini, aku sadar aku tak akan bisa melawan-mu karena kekuatan-ku tidak cukup kuat untuk hal itu!"


Ucap Natalia memberi sedikit penekanan pada perkataan-nya.


"Apa kata-mu tadi hah?!" Bentak Axel.


PLAAAKKK!!


Seketika itu juga Axel langsung menampar pipi Natalia hingga pipi-nya tampak memerah bekas tamparan.


"Kau bilang apa tadi hah?!" Ucap Axel merasa tersinggung dengan kata-kata Natalia barusan.


Axel kemudian mencekik Natalia hingga tubuh Natalia terdorong ke belakang sejauh jarak tangan Axel saat ini.


"Coba kata-kan sekali lagi!" Ucap Axel dengan ekspresi kesal di wajah-nya.


Natalia yang mendengar ucapan Axel kini hanya tersenyum licik.


Lalu Natalia pun mulai mencoba membuat Axel semakin marah dengan cara mencerita-kan tentang orang yang sedang di taksir oleh Natalia saat ini.


"Sejujur-nya aku akan menerima diri-mu jika kau sekuat pria yang ku sukai saat ini!... Nama-nya Madika, kemampuan-nya bisa di pasti-kan sangat jauh di atas-mu dan dia adalah sosok yang sangat luar biasa, bukan seperti diri-mu yang hanya bisa bergantung di bulu ketiak bapak-mu!" Ucap Natalia sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Berani-nya kau berkata seperti itu!!" Bentak Axel. "Gadis sial@n!" Bentak-nya lagi sambil melempar tubuh Natalia hingga hampir keluar dari arena pertandingan tersebut.


Kini semua orang yang melihat kejadian itu semakin terkejut, sementara itu guru pemandu akademi Walawatu saat ini pun langsung turun tangan untuk menghentikan masalah tersebut.


__ADS_2