Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Meningkatkan Kekuatan Peluru Angin


__ADS_3

Kini ledakan peluru angin terjadi secara beruntun dan membuat Freon terlempar ke sana ke mari kerena ledakan tersebut.


kini ledakan itu terjadi semakin cepat dan membuat seluruh arena tampak di kelilingi oleh kepulan debu yang tampak seperti asap yang di akibatkan oleh ledakan dari peluru angin milik Madika.


Ketika ledakan peluru angin Madika telah berhenti, kini terlihat kepulan asap masih menutupi arena dan membuat Freon tersembunyi di dalam asap itu.


Meskipun Freon tersembunyi di dalam-nya, namun Madika masih bisa merasakan keberadaan freon melalui teknik pendeteksi Saga.


"tchi.... rupa-nya dia masih hidup.... padahal aku sudah meledakan peluru angin berkali-kali, bahkan ada peluru angin yang meledak tepat di tubuh-nya, bagaimana mungkin dia tidak mati karena itu?" batin Madika yang terlihat semakin waspada.


Tak lama setelah itu, kini asap yang menutupi dan menyembunyikan Freon tiba-tiba terhempas oleh angin yang berasal dari dalam asap itu. atau lebih tepat-nya angin yang di hasilkan oleh Freon.


hal itu pun membuat asap menjauh dari arena dan kemudian perlahan menghilang.


Sementara itu, Freon pun saat ini terlihat sedang berdiri dengan tegak seolah tidak terjadi apa-apa pada-nya.


"hmm.... bocah yang bernama Freon itu seperti-nya memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa.... jika orang biasa mengalami hal seperti ini, maka sudah di pastikan akan mati." ucap si kepala akademi.


"menurut-ku bukan begitu.... bocah yang bernama Freon ini menurut-ku biasa-biasa saja dalam hal ketahanan tubuh." ucap tuan Samon membalas perkataan kepala akademi.


"hmm?" kepala akademi bergumam dengan ekspresi meminta penjelasan.


Melihat ekspresi kepala akademi yang tampak menunggu penjelasan, kini tuan Samon pun mulai menjelaskan.


"menurut-ku, hal yang membuat Freon baik-baik saja saat ini adalah sebuah kartu as yang di miliki oleh semua pengguna angin, yakni perisai tak terlihat, perisai ini menghentikan segala jenis serangan dan benturan terhadap fisik si pengguna di jarak 1 cm dari tubuh pengguna-nya.... perisai tak terlihat ini membungkus si pengguna selama lima menit, dan hanya bisa di gunakan sekitar sekali sebulan tergantung dari kondisi kestabilan Saga si pengguna." ucap tuan Samon menjelaskan.


Setelah Freon menyingkirkan semua asap itu, kini Freon langsung menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan.


seketika terbentuklah lingkaran angin raksasa di atas kepala Freon.

__ADS_1


lingkaran angin raksasa itu tampak seolah menyerap segala angin yang berhembus di sekitar-nya dan tampak seperti hendak menciptakan badai angin di udara.


Madika yang melihat hal itu, kini langsung terkejut.


hal itu di karenakan lingkaran angin yang Freon munculkan kali ini berbeda dengan lingkaran angin yang sebelum-nya.


"seperti-nya ini jurus terkuat-nya!.... apa jangan-jangan yang sebelum-nya ia gunakan melawan musuh-musuhnya hanya satu dari jurus terkuat-nya?" batin Madika.


Lalu Madika pun langsung menyiap-kan banyak peluru angin.


ia berusaha untuk terus menyiap-kan peluru angin sebanyak mungkin.


kini peluru angin Madika telah mencapai jumlah 100 lebih, dan tampak seluruh peluru angin itu melayang di atas Madika dan di sekitar tubuh Madika.


lalu Madika pun langsung menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan.


Kini seluruh peluru angin itu terlihat sedang bergerak ke depan Madika dan langsung menyatu secara perlahan.


"sejujur-nya aku belum terlalu yakin bisa menyempurnakan jurus penggabungan peluru angin ini.... tapi, jika tidak mencoba-nya sekarang maka kapan lagi aku harus melakukan-nya!" batin Madika sambil menekan tangan-nya untuk mempercepat proses penyatuan peluru angin itu.


"hei Madika.... cara-mu menyatukan-nya sedikit ada yang salah!" ucap tuan Risiwuku yang tiba-tiba menegur Madika.


"ehh?.... ada yang salah?" balas Madika dengan ekspresi bertanya-tanya.


"ya.... biar ku bimbing kau untuk menggunakan jurus-mu itu dengan sempurna!" ucap tuan Risiwuku memberi saran.


"baik guru!" jawab Madika dengan cepat dan patuh.


"kalau begitu, sekarang cobalah kendalikan Saga-mu dengan santai.... jangan terlalu menekan-nya.... menekan kekuatan-mu di saat proses penyatuan belum tentu mempercepat proses, justru itu hanya akan meningkatkan persentase kegagalan dari jurus-mu.... Meskipun dalam beberapa situasi dan keadaan tertentu menekan kekuatan Saga itu berhasil mempercepat suatu jurus, namun untuk jurus-mu ini kasus-nya sedikit berbeda.... oleh karena itu, cobalah alirkan Saga-mu dengan sedikit lebih cepat tanpa memberi tekanan berlebihan, dan seimbangkan aliran Saga di tangan kanan dan tangan kiri-mu, setelah itu gabungkan dua peluru angin secara bersamaan dan harus tetap seimbangkan aliran Saga-mu agar penggabungan bisa lebih cepat dan stabil." ucap tuan Risiwuku memberi penjelasan.

__ADS_1


"ba.... baik guru." ucap Madika tergagap-gagap karena diri-nya masih sedikit tidak yakin bisa melakukan sesuai arahan yang di berikan oleh guru-nya.


Tuan Risiwuku yang melihat keraguan Madika itu pun kini memberi sedikit dorongan pada Madika.


"jangan ragu untuk mencoba, lagi pula dengan kemampuan-mu sekarang aku yakin kau bisa mengendalikan Saga-mu dengan seimbang dan tetap menstabilkan-nya.... cobalah untuk tetap percaya diri, yakin-lah bahwa kau pasti bisa." ucap tuan Risiwuku memberi dorongan agar Madika percaya diri dan berusaha untuk melakukan yang terbaik.


Mendengar perkataan guru-nya itu, kini Madika pun langsung menjawab dengan patuh.


"baik guru!" ucap Madika dengan patuh dan kemudian langsung melakukan apa yang di beritahukan guru-nya pada-nya.


Kini Madika pun berusaha sebisa mungkin menyeimbangkan aliran Saga-nya saat melakukan penyatuan peluru angin.


meskipun di awal Madika merasa sedikit kesulitan, namun pada akhir-nya Madika berhasil melakukan sesuai dengan arahan dari guru-nya itu.


Kini terlihat banyak peluru angin yang secara bersamaan bergerak ke depan Madika. dan kini kecepatan gerak-nya lebih cepat dari sebelum-nya.


bahkan jumlah peluru yang bisa ia satukan dalam satu waktu pun meningkat.


yang awal-nya hanya bisa menyatukan dua peluru kini bisa menyatukan empat peluru sekaligus dalam satu waktu yang sama.


Melihat kecepatan penyatuan peluru angin itu, Madika pun menjadi takjub dengan sendiri-nya melihat hal itu.


"i.... ini jauh di luar dugaan-ku.... kecepatan penyatuan-nya sangat luar biasa!" batin Madika dengan ekspresi takjub.


Di sisi lain, tuan Samon yang melihat penyatuan jurus peluru angin itu pun kini tampak terkejut, bahkan diri-nya terlihat seperti orang yang hendak berdiri dari duduk-nya.


"anak ini!.... bagaimana mungkin bisa menggunakan teknik seperti itu!" ucap tuan Samon yang tampak terkejut sekaligus takjub.


Sementara itu, kepala akademi dan Natalia pun ikut terkejut. namun kedua-nya bukan terkejut karena jurus Madika, melainkan karena reaksi tuan Samon saat melihat jurus Madika.

__ADS_1


__ADS_2