
Saat ini tuan Risiwuku pun mulai membuka semua tentang diri-nya. ia bahkan berniat untuk menjelas-kan apa yang terjadi saat diri-nya bereinkarnasi.
"sudah saat-nya kau mengetahui kebenaran ini Madika." ucap tuan Risiwuku sambil menatap Madika.
"kebenaran?" tanya Madika dengan ekspresi bingung.
"ya.... sebenar-nya sejak awal kau adalah aku, hanya saja, ingatan masa lalu-ku terpisah dari tubuh reinkarnasi-ku." ucap tuan Risiwuku memberi-kan bayangan tentang apa yang akan ia jelaskan.
Mendengar hal itu membuat Madika semakin kebingungan sekaligus penasaran dengan apa yang di ucap-kan oleh guru-nya itu.
Tuan Risiwuku yang bisa menebak isi pikiran Madika melalui ekspresi yang Madika tunjuk-kan kini langsung mulai memberi penjelasan secara rinci pada Madika.
********
Beberapa tahun yang lalu, di sebuah kerajaan Tambolo terdapat seorang raja yang terbilang cukup berbakat dan luar biasa.
raja itu bernama Herman Rosompodapala.
ia adalah sosok raja yang sangat peduli pada rakyat-nya.
ia di kenal sebagai seorang raja yang sangat ramah dan bersahabat.
Herman memiliki seorang istri yang bernama Rina.
suatu hari Rina yang sedang hamil besar kini sudah mencapai waktu di mana ia harus melahir-kan anak-nya.
Kini dokter spesialis kandungan yang ada di istana langsung menangani ratu Rina yang akan segera melahir-kan seorang anak.
Singkat cerita, Rina pun akhir-nya melahir-kan seorang anak laki-laki.
anak laki-laki itu tampak sangat tenang dan sama sekali tak mengeluar-kan suara tangisan layak-nya bayi yang baru saja lahir.
hal itu membuat raja Herman dan semua orang yang ada di tempat kejadian itu menjadi heran.
__ADS_1
"anak ini seperti-nya memiliki sedikit keunikan yang di luar perkiraan." ucap dokter yang menangani ratu Rina dengan ekspresi serius.
Mendengar ucapan dokter itu, kini raja Herman hanya diam.
ia kemudian duduk di atas ranjang tempat istri-nya yang saat ini sedang duduk menggendong bayi mereka.
"dia terlihat sangat sehat." ucap Herman saat melihat kondisi anak mereka.
"uhm...." gumam Rina sambil mengangguk-kan kepala-nya. "tapi entah kenapa sejak awal ia di keluar-kan dari rahim-ku dia sama sekali tidak merengek seperti bayi pada umum-nya." ucap Rina dengan ekspresi yang sedikit bingung dengan kelahiran putra-nya itu.
Sementara itu, tuan Harmon yang mendengar ucapan istri-nya itu kini langsung tertawa dengan ekspresi penuh kegembiraan.
"hahahaha.... tidak perlu di pikir-kan.... selama dia sehat, berarti semua-nya baik-baik saja.... lagi pula seorang pria memang seharus-nya seperti ini, tenang dan tidak mudah merengek..... hahahaha." ucap tuan Herman sambil tertawa bahagia.
sementara istri-nya Rina kini hanya bisa tersenyum tipis sambil menggeleng-kan kepala-nya melihat tingkah suami-nya itu.
setelah beberapa saat kemudian, kini raja Herman dan ratu Rina pun langsung memberi nama pada bayi mereka.
mereka pun akhir-nya menamai anak mereka dengan nama yang memiliki arti 'Raja', dan nama anak mereka adalah 'Madika Rosompodapala' yang arti-nya 'raja yang kuat seperti batu raksasa.'
Tak lama setelah itu, tiba-tiba tubuh anak Madika yang masih bayi itu langsung memancar-kan cahaya biru yang sangat terang.
cahaya itu hanya muncul sesaat dan membuat Herman serta Rina harus memaling-kan pandangan mereka dari Madika kecil.
setelah cahaya itu lenyap, kini Herman dan Rina perlahan membuka mata.
saat mereka membuka mata mereka, mereka berdua pun langsung terlihat sangat terkejut.
hal itu di karena-kan dari tubuh Madika kecil tampak energi Saga yang sangat banyak meluap keluar dari dalam tubuh-nya.
energi Saga itu bahkan memenuhi seluruh ruangan kamar yang sangat luas itu.
hal itu pun membuat mereka terkejut.
__ADS_1
"ap..... apa yang sedang terjadi?!" ucap Rina yang langsung panik dan mulai berpikir yang tidak-tidak.
"seperti-nya ini adalah luapan energi Saga!.... Madika sedang dalam masalah sekarang!" ucap Herman yang tampak langsung terlihat serius.
Entah kenapa kesenangan mereka sebelum-nya mendadak hilang ketika tubuh Madika mengeluar-kan Saga yang sangat banyak, dan yang paling mengerti tentang luapan Saga ini adalah Herman.
ia sangat paham bahwa Saga yang meluap dan merembes keluar secara paksa itu pasti di akibat-kan oleh wadah yang tidak cukup untuk menampung semua Saga itu.
konsekuensi dari hal ini adalah, rusak-nya seluruh jaringan tubuh akibat dari Saga yang meluap dan mengalir di bagian saraf yang tidak seharus-nya.
"aku harus segera mengatasi hal ini!" ucap Herman sambil mulai menyerap beberapa energi Saga yang meluap itu.
Energi Saga itu tidak ada habis-nya keluar dari tubuh Madika kecil, bahkan saat ayah-nya sedang berusaha menyerap luapan energi itu, tiba-tiba energi itu langsung mencipta-kan hentak-kan di udara.
hentak-kan itu pun menghasil-kan gelombang energi layak-nya sebuah ledakan bom.
gelombang energi itu pun langsung menghantam semua yang ada di ruangan itu, sampai-sampai kaca jendela yang ada di kamar itu langsung pecah dan hancur berkeping-keping.
Melihat hal itu, Rina pun langsung memeluk Madika kecil sambil menangis dan menetes-kan banyak air mata.
ia tiba-tiba merasa-kan firasat buruk pada putra-nya itu.
"hah.... seperti-nya sudah tidak ada pilihan lain." ucap Madika kecil dalam hati.
"mungkin sebaik-nya aku gunakan teknik itu saja."
Setelah Madika kecil berkata seperti itu dalam hati, kini Madika kecil pun langsung mengaktif-kan teknik yang akan ia gunakan itu.
teknik itu adalah sebuah jurus segel tingkat tinggi, dan untuk berjaga-jaga agar segel itu tidak terbuka dengan sendiri-nya, kini Madika kecil pun terpaksa harus memisah-kan semua ingatan-nya di masa lalu agar segel itu tidak merespon si pencipta-nya.
Hal itu di karena-kan jurus segel yang di gunakan oleh Madika kecil adalah adalah jurus yang bisa terbuka dengan mudah jika pengguna-nya tidak bisa mengontrol Saga-nya dengan baik.
berhubung saat itu Madika masih sangat kecil, tentu-nya hal itu membuat ia sulit untuk mengendalikan Saga-nya mengguna-kan tubuh yang masih belum bisa mengontrol Saga dengan sempurna itu.
__ADS_1
dengan kata lain, alasan tuan Risiwuku memisah-kan ingatan masa lalu-nya dari tubuh reinkarnasi-nya karena tubuh itu belum bisa mengontrol Saga dengan sempurna.
Demi keamanan tubuh reinkarnasi-nya, akhir-nya tuan Risiwuku pun harus memisah-kan ingatan-nya dari tubuh reinkarnasi-nya itu.