
Saat ini tampak para kloning Askila sedang bertarung dengan para rekan Kinto.
rekan-rekan Kinto itu memang terbilang cukup kuat sehingga para kloning Askila pun tak bisa langsung mengalah-kan mereka dan pertarungan panjang pun terjadi di antara mereka semua.
Pertarungan mereka memakan waktu yang cukup lama, dan sejauh ini baru dua orang rekan Kinto yang berhasil di tumbang-kan oleh kloning Askila.
sementara itu sisa-nya masih bertarung melawan kloning-kloning lain-nya.
Di sisi lain, saat ini tampak terjadi sebuah ledakan yang cukup dahsyat di tempat Kinto dan Askila yang asli.
ledakan itu berasal dari serangan laser petir Kinto yang kini berhantaman dengan tombak api raksasa milik Askila.
Ledakan energi yang di hasil-kan dari hantaman kedua jurus itu kini membuat gelombang energi yang sangat kuat kini berhembus kuat dengan hentak-kan yang cukup membuat orang-orang di sekitar-nya terlempar.
Tampak kini lantai tempat di mana terjadi-nya ledakan itu langsung hancur seketika dan membentuk lubang yang tampak seperti setengah lingkaran ke bawah.
sementara puing-puing lantai itu kini beterbangan di udara bersamaan dengan pergerakan gelombang energi yang semakin meluas.
Ledakan itu juga kini membuat Askila dan Kinto sedikit terdorong ke belakang akibat hentakan energi di udara.
"hewan monster yang satu ini benar-benar sangat menyebal-kan!" batin Kinto sambil menatap Askila dengan tatapan kesal.
"aku sebaik-nya segera mencari cara untuk mengalah-kan orang ini agar aku bisa segera membantu tuan Madika!" batin Askila sambil mengangkat bibir-nya dan menunjuk-kan gigi-gigi runcing-nya yang berjejer rapi di dalam mulut-nya.
Lalu Askila pun kini langsung menghentak-kan seluruh tubuh-nya.
kini seluruh tubuh Askila langsung di penuhi oleh aura berwarna biru layak-nya api yang menyala-nyala.
Aura biru itu kini memperkuat tubuh Askila serta memperkuat setiap serangan yang akan di gunakan oleh Askila.
__ADS_1
namun konsekuensi-nya adalah penggunaan energi Nosa milik-nya akan jadi lebih boros lagi.
namun Askila kini memutus-kan untuk tidak buang-buang waktu lagi. ia kini mempertaruh-kan semua-nya untuk satu jurus ini.
Kini Askila pun langsung melesat cepat ke arah Kinto sambil menyerang mengguna-kan Sambaran petir yang keluar dari punggung-nya yang bergerigi tajam itu.
Sambaran petir itu langsung mengarah ke arah Kinto.
Kinto pun langsung membuat sebuah tombak petir dan dengan segera ia mengayun-kan tombak-nya itu ke arah Askila, dan dari tombak itu kini sebuah petir yang berukuran lebih besar dari petir Askila kini langsung melesat ke arah datang-nya serangan petir Askila.
hal itu pun membuat serangan petir mereka berdua langsung saling berhantaman dan menghasil-kan ledakan energi yang cukup kuat.
Kini, dengan tombak petir-nya Kinto langsung melesat pula ke arah Askila.
ia kemudian mulai mengambil ancang-ancang untuk menyerang Askila mengguna-kan tombak-nya itu.
Namun, pada jarak tertentu saat berhadapan dengan Askila, tiba-tiba Askila pun langsung lenyap dari pandangan si Kinto.
Tak di sangka-sangka, kini dari belakang Kinto sebuah serangan cakar petir langsung menghantam punggung Kinto hingga membuat pakaian Kinto langsung sobek dan punggung Kinto langsung tergores cukup dalam.
terdapat empat goresan di punggung Kinto, dan empat goresan itu saling berdekatan layak-nya bekas cakaran yang sangat besar.
"AAARRRRGGGGHHH!!"
Kinto berteriak dan diri-nya langsung terhempas ke lantai saat terkena serangan itu.
Kinto kini langsung berguling-guling di lantai sambil berusaha mencari posisi yang tepat untuk langsung berdiri kembali.
Hingga akhir-nya Kinto pun langsung menapaki lantai mengguna-kan telapak tangan kanan-nya, dan sambil memutar tubuh-nya kini ia langsung mendorong tubuh-nya ke atas yang kemudian di lanjut-kan dengan gerakan salto sehingga kini ia pun langsung bersalto sebanyak tiga kali ke belakang, dan setelah itu ia pun langsung berhasil berdiri dengan benar.
__ADS_1
Namun, baru saja Kinto berhasil berdiri, kini Askila langsung muncul lagi di belakang Kinto, dan sekali lagi Askila langsung mencakar tubuh Kinto dengan sangat kuat dan membuat Kinto sekali lagi terhempas.
Belum saja Kinto menghantam dinding saat terhempas, kini si Askila kembali muncul di udara dan langsung mencakar si Kinto dengan sangat kuat ke arah bawah sehingga Kinto pun langsung terhempas ke lantai dan membuat lantai langsung hancur berantakan.
Tidak cukup sampai di situ saja, Askila yang kali ini benar-benar tak mau membuang-buang kesempatan kini langsung melesat cepat ke samping Kinto serta menghentak-kan keempat kaki-nya dengan sangat kuat ke lantai hingga lantai itu langsung hancur berkeping-keping dan tubuh Kinto pun langsung terangkat bersamaan dengan beberapa puing lantai yang hancur.
Lalu Askila pun langsung menghantam cakaran yang kuat lagi ke ribu Kinto, dan kini cakaran itu membuat Kinto terhempas di udara tepat di atas para rekan-nya yang sedang bertarung melawan para kloning Askila.
hal itu pun membuat para rekan Kinto langsung berhenti sejenak dan memandangi Kinto dengan ekspresi yang tampak tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
mereka semua kini langsung memandangi Kinto yang saat ini masih berada di udara karena hempasan dari cakaran petir Askila memang sangatlah kuat.
Kinto yang saat ini masih berada di udara dan di pandangi oleh para rekan-nya kini langsung di hantam oleh sebuah laser petir yang sangat besar.
laser petir itu bahkan kini menutupi seluruh tubuh Kinto hingga tubuh Kinto tak terlihat lagi karena berada di dalam laser petir itu.
Seketika seluruh rekan Kinto jadi semakin terkejut dan mulai panik.
mereka semua kini dengan serentak langsung menoleh ke arah sumber laser petir itu dan kini mereka pun melihat sosok Askila yang sedang mengeluar-kan laser petir itu dari depan mulut-nya.
"ba.... bagaimana mungkin bisa jadi seperti ini?!" ucap salah satu dari rekan Kinto dengan ekspresi panik.
Sementara itu, kini laser petir Askila telah berhenti, dan seketika itu juga Askila kini terlihat mulai melemah. hal itu bisa di lihat karena saat ini Askila langsung terduduk setelah mengakhiri serangan laser petir-nya itu.
Di sisi lain, si Kinto yang saat ini sudah hangus tersambar laser petir kini langsung jatuh ke lantai dan berguling beberapa kali.
Para rekan Kinto yang melihat hal itu pun kini langsung berlari mendekati Kinto yang sudah hangus itu dengan wajah yang kini hampir tak di kenali lagi karena saking parah-nya luka bakar dan sengatan petir itu.
"Kinto!.... apa kau baik-baik saja?!!" tanya salah satu rekan Kinto dengan ekspresi panik dan khawatir sambil menopang kepala Kinto.
__ADS_1
"y.... ya.... aku baik-baik saja.... sehat walafiat kok." ucap Kinto dengan suara serak dan terbata-bata.
Baru saja selesai berkata seperti itu, kini Kinto pun langsung menghembus-kan nafas terakhir-nya dengan posisi lidah menjulur keluar seperti anjing mati.