Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Curhatan Dion


__ADS_3

Saat ini Dion mulai menjelas-kan permasalahan yang ia alami saat ini.


berdasar-kan penjelasan itu, kini Madika bisa mengetahui bahwa Dion adalah seorang anak yang berasal dari orang tua yang berada di dua klan berbeda.


ayah Dion berasal dari klan angin sementara ibu-nya berasal dari klan es.


hal itu pun membuat Dion kini di sisih-kan bahkan di tolak oleh klan angin mau-pun klan es.


tak satu pun klan yang mau menerima Dion, ia benar-benar sudah di buang, bahkan kedua orang tua-nya juga di paksa bercerai oleh orang-orang di klan mereka masing-masing sehingga Dion pun terpaksa hidup mengikuti ayah-nya karena Dion hanya menguasai Saga tipe angin saja.


Namun meski-pun diri-nya di boleh-kan mengikuti ayah-nya bukan berarti Dion benar-benar sudah lepas dari kesalahan kedua orang tua-nya itu.


Setiap hari, sejak Dion masih kecil ia selalu di buli oleh teman-temannya karena diri-nya di anggap sebagai anak haram hasil dari hubungan terlarang.


Selain membahas tentang diri sendiri, kini Dion juga mulai bercerita tentang Elsi.


Elsi adalah seorang gadis yang memiliki cerita hidup yang hampir mirip dengan Dion.


kemiripan cerita mereka adalah tentang orangtua yang berasal dari dua klan berbeda.


Ayah Elsi berasal dari klan petir, dan ayah-nya itu merupa-kan seorang pria yang masuk dalam daftar terkuat di klan petir, sementara ibu-nya adalah seorang pengguna Saga elemen api dan ibu-nya juga merupa-kan seorang yang termasuk dalam sepuluh orang terkuat di klan api.


Hubungan ayah dan ibu Elsi mula-nya di sebab-kan oleh pertarungan mereka berdua saat empat klan mengadakan kompetisi tahunan untuk menguji kemampuan para muda-mudi di setiap klan masing-masing serta menentukan klan mana yang terkuat di generasi tersebut.

__ADS_1


Pertemuan mereka di pertarungan itu tidak ada yang menyangka bahwa itu adalah sebuah tuntunan takdir yang membuat kedua-nya saling merasa-kan ketertarikan terhadap satu sama lain.


mulai dari kejadian itu, berbagai pertemuan yang tak di sengaja terjadi di luar kompetisi itu kini membuat kedua-nya jadi semakin dekat dan semakin akrab hingga akhir-nya benih-benih cinta pun tumbuh di antara mereka.


Hingga akhir-nya kedua-nya pun memilih untuk menikah secara diam-diam dan akhir-nya memiliki seorang anak, yakni Elsi.


Namun naas-nya kebahagiaan kedua pasangan itu tidak bisa bertahan lama ketika kebenaran tentang hubungan mereka terbongkar dan di ketahui oleh kedua klan.


Kedua klan yang mengetahui tentang pernikahan ayah dan ibu Elsi itu pun kini jadi murka.


mereka pun memaksa ayah dan ibu Elsi untuk bercerai, namun sayang-nya kedua pasangan itu benar-benar sangat keras kepala dan tidak mau mengakhiri hubungan mereka hanya karena perbedaan antar klan.


Cinta mereka begitu kuat terhadap pasangan-nya, hal itu pun membuat ayah dan ibu Elsi menentang perintah dari klan mereka masing-masing, hingga akhir-nya klan mereka masing-masing itu pun mulai melakukan tindakan kasar pada mereka dengan cara menyerang kediaman Elsi dan kedua orangtua-nya itu dengan anggapan bahwa keberadaan orang tua Elsi hanya akan membawa petaka bagi kedua klan.


Kini kedua orang tua Elsi pun terpaksa bertarung mati-matian untuk mempertahan-kan hubungan dan cinta mereka. namun takdir berkata lain, mereka berdua pun kini tak bisa hidup lebih lama lagi karena kini mereka berdua berhasil di tumbang-kan dan di bunuh oleh para anggota klan mereka sendiri.


Sementara itu, kini Elsi yang berada di ruang tersembunyi itu kini di ambil oleh kakek-nya yang berasal dari klan api, dan sejak saat itu, Elsi pun hidup dan di besar-kan oleh kakek dan nenek-nya .


Namun hidup Elsi sejak saat itu tidak lagi sama karena ia yang berada di klan api itu kini mendapat-kan perlakuan yang sama seperti yang Dion dapat-kan sebagai anak dari dua pasangan yang berasal dari klan yang berbeda.


hal itu pun membuat si kakek dan nenek Elsi langsung membawa Elsi keluar dari klan dan mereka bertiga pun hidup di sebuah rumah yang cukup jauh di pedalaman hutan Rikombo.


Kini Elsi semakin beranjak dewasa, dan kemampuan Elsi pun mulai terlihat, dan ternyata Elsi mampu mengendali-kan dua elemen sekaligus, yakni elemen api dan petir.

__ADS_1


Hal itu pun membuat Elsi kini menjadi incaran dua klan tersebut.


namun bukan hanya itu saja yang membuat kedua klan memperebut-kan Elsi.


kedua klan saat ini memperediksi-kan bahwa Elsi saat ini menyimpan beberapa senjata pusaka milik kedua orang tua-nya, dan kemungkinan-nya di antara beberapa pusaka itu ada satu senjata pusaka elemen petir yang sangat kuat yang merupakan senjata pusaka milik sang ayah.


Hal itu lah yang membuat klan petir berusaha untuk membujuk Elsi bahkan sampai-sampai ada yang mau menjadi-kan Elsi sebagai istri-nya dengan tujuan mendapat-kan pusaka tersebut.


Begitu-lah informasi yang saat ini Madika dapat-kan dari Dion saat mengobati Dion.


"baiklah, apa masih ada yang ingin kau ketahui." tanya Dion.


"sebenar-nya aku hanya ingin tahu tentang klan dan dan sekte Balumba itu saja, tapi tak ku sangka kau sampai curhat tentang masalah hidup-mu.... benar-benar di luar dugaan." ucap Madika dengan ekspresi seperti orang yang sedang terkejut.


"hoi.... jadi dari tadi kau berpikir kalau aku sedang curhat ya?" ucap Dion sambil menoleh ke arah Madika.


"kalau bukan curhat lalu apa lagi?.... hah.... tapi tak apa lah." balas Madika yang kemudian berdiri karena sudah menyelesai-kan pengobatan-nya dan memperban luka Dion.


"ohh.... kalau begitu terimakasih sudah mendengar-kan dengan baik, selain itu aku juga berterimakasih karena sudah mengobati-ku." ucap Dion sambil tersenyum.


Lalu kini Dion dan Madika kembali ke tempat sebelum-nya, dan tampak Aurel dan Elsi sudah ada di tempat awal, dan kedua-nya terlihat sedang duduk di atas akar pohon yang tinggi-nya setinggi lutut.


"oh iya, apa kalian benar-benar akan pergi ke reruntuhan kuno itu?" tanya Elsi saat Madika dan Dion tiba di hadapan mereka.

__ADS_1


"ya.... aku sudah putus-kan untuk segera ke sana, lagi pula teman-ku yang menyuruh-ku ke tempat ini ternyata sudah lebih dulu ke reruntuhan kuno itu." jawab Madika mengarang cerita.


__ADS_2