
Kini raja kera itu tampak langsung tertawa dengan begitu bersemangat ketika Madika telah menyadari tujuan dari ujian yang ia beri-kan saat ini.
Sementara itu, Madika yang kini telah menunjuk-kan aura bayangan yang sangat pekat kini hanya bisa menoleh sekali ke arah si raja kera itu, dan setelah itu ia kembali terfokus pada para pasukan kera yang ada di bawah sana.
Kini semua serangan yang sebelum-nya melesat ke arah-nya kini sudah berhasil ia hancur-kan ketika ia memuncul-kan aura hitam yang terlihat layak-nya aura seorang iblis itu.
Setelah itu Madika pun langsung memuncul-kan sebuah pedang ganda di tangan-nya.
pedang ganda itu kali ini bukan-lah pedang angin, melain-kan pedang bayangan.
Lalu Madika pun langsung mengangkat pedang yang ada di tangan kanan-nya ke atas dengan ujung runcing-nya mengarah ke langit-langit.
seketika itu juga kini aura hitam langsung memenuhi pedang itu, dan di saat yang hampir bersamaan, kini 500 pasukan kera milik Madika pun langsung muncul di belakang Madika.
mereka semua saat ini tampak langsung berjatuhan ke lantai dan mendarat dengan baik di lantai.
Para pasukan kera milik raja kera itu kini langsung berteriak layak-nya para kera yang sedang berteriak.
sesudah itu pasukan kera milik raja kera itu kini langsung bertarung dengan pasukan kera milik Madika.
Pertarungan sengit pun terjadi antara para pasukan kera itu, namun hingga akhir-nya kini semua pasukan kera itu terbunuh karena ternyata kemampuan mereka semua setara sehingga kini tak satu pun pasukan kera yang tersisa, baik itu pasukan kera milik si raja kera maupun pasukan kera milik Madika.
"hahaha.... akhir-nya kau mengerti juga bocah!" ucap raja kera itu yang saat ini tampak bersemangat.
"ya benar sekali..... aku sudah mengerti sekarang, meski-pun agak lambat tapi setidak-nya aku sudah mengetahui maksud dan tujuan dari ujian ini." jawab Madika.
"hahaha...." si raja kera itu kembali tertawa.
setelah itu ia melanjut-kan perkataan-nya, "bagus!.... kalau begitu kita langsung saja ke ujian kedua dan ini adalah ujian terakhir untuk-mu!" ucap si raja kera itu.
Lalu raja kera itu langsung mengangkat tangan-nya ke udara dengan posisi telapak tangan terbuka.
__ADS_1
"ayo sleding dia Joni!" ucap si raja kera itu dengan penuh semangat.
"Joni?" ucap Madika dengan ekspresi bingung sambil memiring-kan kepala-nya.
Seketika itu juga, kini sebuah bayangan hitam yang mengambil rupa yang sama dengan si raja kera yang sedari tadi berdiri di belakang raja kera itu kini langsung berteriak dengan suara keras.
mahluk hitam itu meraung sangat keras, mata merah-nya itu tampak sangat menyeram-kan, apa lagi saat ini mahluk itu memuncul-kan sangat banyak aura hitam dari tubuh-nya.
Tak lama setelah itu, mahluk bayangan yang raja kera sebut sebagai Joni itu kini langsung melompat ke udara dan kemudian langsung mendarat ke lantai tepat di depan Madika.
Mahluk hitam menyerupai raja kera itu kini langsung sedikit menunduk-kan tubuh-nya dan meraung keras ke arah Madika.
Tinggi mahluk hitam itu tampak mencapai lima meter lebih, dan ia terlihat sangat sangar dan menakut-kan.
bisa di pasti-kan kekuatan mahluk bayangan yang satu ini pasti sangat-lah kuat.
"mahluk bayangan ini adalah salah satu jurus terkuat-ku..... nah sekarang bagaimana kau akan menghadapi-nya?" ucap si raja kera bertanya dengan niat memancing Madika untuk segera memuncul-kan jurus yang sama karena ia penasaran apakah Madika bisa melakukan-nya atau tidak.
Sementara itu, Madika yang mendengar-kan ucapan si raja kera itu kini hanya tersenyum tipis.
"kemari-lah!!.... Beliau!!" ucap Madika dengan suara keras dan penuh percaya diri.
Seketika itu juga seekor kera yang memiliki wujud yang sama dengan kera bayangan milik si raja kera itu kini muncul di belakang Madika.
"ayo hancur-kan biji-nya Beliau!" ucap Madika lagi dengan sedikit bersemangat.
Lalu si kera bayangan milik Madika yang memiliki tinggi yang sama dengan kera bayangan milik raja kera itu kini langsung melompat ke depan Madika dan langsung berdiri berhadapan dengan si kera bayangan milik raja kera itu.
namun kera yang Madika muncul-kan saat ini tampak sedikit berbeda dari milik si raja kera itu karena kera bayangan Madika saat ini tidak memakai pedang ganda, melain-kan memakai sebuah tongkat bayangan.
Melihat kera bayangan Madika yang saat ini malah memakai tongkat kini membuat si raja kera itu pun langsung tersenyum lebar, dan setelah itu ia langsung tertawa.
__ADS_1
"huaahahhaha.... ternyata tidak hanya meniru jurus-ku begitu saja, kau bahkan bisa membuat modifikasi sendiri terhadap jurus yang kau dapat-kan dari-ku!.... bagus sekali!.... kau benar-benar jenius!" ucap si raja kera itu memuji Madika.
lanjut-nya sambil menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan.
"kalau begitu ayo lakukan dengan pengendalian penuh!" ucap-nya bersemangat dan mulai mengendali-kan mahluk bayangan milik-nya itu secara manual.
"oke.... terserah kau saja!" balas Madika yang juga tampak bersemangat.
"kalau begitu untuk berjaga-jaga agar kau tidak langsung mati jika terkena serangan-ku, maka aku akan memakai 40% kekuatan-ku saja." ucap si raja kera itu lagi.
Lalu raja kera itu pun mulai menggerak-kan kera bayangan milik-nya itu dari jarak yang cukup jauh.
Sementara itu, Madika pun kini langsung menambah ukuran kera bayangan milik-nya itu.
ia membuat kera itu semakin besar bahkan lebih besar dari kera bayangan milik si raja kera itu.
Kera bayangan milik Madika itu kini memiliki tinggi mencapai 25 meter lebih, dan hal itu membuat si raja kera itu langsung menertawa-kan Madika.
"hahaha.... apa kau pikir ukuran bisa membuat-mu lebih kuat?" ucap si raja kera sambil tertawa.
"tentu saja aku tidak berpikir seperti itu, hanya saja aku ingin mencoba sesuatu yang mungkin belum pernah kau coba sebelum-nya!" balas Madika sambil tersenyum tipis.
Lalu Madika pun langsung terbang ke arah kera bayangan milik-nya itu.
ia pun kemudian langsung masuk ke dalam kepala kera bayangan itu dan kini ia tampak berdiri di dalam dahi kera bayangan itu.
Seketika si raja kera pun langsung membelalak-kan mata-nya saat melihat hal itu.
sementara itu Madika yang saat ini sedang berdiri di dahi kera bayangan itu kini langsung memuncul-kan sebuah tongkat di tangan kanan-nya.
setelah tongkat itu muncul, Madika pun langsung memutar tongkat itu dengan berbagai variasi gerakan, dan gerakan Madika yang sedang memutar tongkat bahkan sambil memutar tubuh-nya kini langsung di ikuti secara serentak oleh kera bayangan itu.
__ADS_1
sehingga kini pergerakan Madika dan pergerakan si kera bayangan itu menjadi satu.
"inilah kendali penuh yang sebenar-nya!" ucap Madika yang langsung mengayun-kan tongkat-nya dan mengarah-kan ujung tongkat-nya ke bawah tepat menunjuk si kera bayangan milik raja kera itu.