
"Maksud-mu ada jurus yang bisa di wariskan tanpa harus melatih-nya?" tanya Madika setelah mendengar ucapan tuan Risiwuku mengenai jurus baru itu.
"hampir tepat." jawab tuan Risiwuku yang kemudian menimpali-nya. "yang benar adalah, aku bisa memberikan satu jurus yang ku kuasai saat ini kepada-mu tanpa harus membuat-mu melatih-nya terlebih dahulu." ucap tuan Risiwuku menjelaskan.
Saat ini, tuan Risiwuku berniat untuk memberikan sebuah jurus yang cukup kuat pada Madika.
pada dasar-nya metode mewariskan sebuah jurus tanpa membuat si pewaris harus berlatih memang ada sejak jaman kuno.
namun hanya sedikit orang yang bisa melakukan-nya karena syarat untuk melakukan-nya adalah si pengguna yang akan memberikan warisan harus berada di tingkat legendaris.
dengan demikian, barulah si pemberi warisan bisa menggunakan metode ini untuk mewarisi jurus pada orang lain tanpa mengharuskan orang itu berlatih.
Meskipun saat ini tuan Risiwuku hanya tersisa roh dan jiwa, namun diri-nya yang dulu-nya telah berada di tingkat legendaris tentu memenuhi syarat untuk menggunakan metode ini.
"ehmm...." Madika bergumam sambil berpikir. " kalau memang ada metode seperti itu, kenapa dari dulu tidak menggunakan-nya agar aku tak perlu berlatih terlebih dahulu agar bisa menggunakan teknik mempercepat proses mengekstrak energi netral ke energi Saga?" tanya Madika dengan ekspresi ingin tahu.
"oh... mengenai itu, yah.... itu karena energi Saga-ku sudah habis akibat melindungi-mu dari serangan peliharaan-ku itu." jawab tuan Risiwuku dengan jujur. lalu ia menimpali-nya lagi. "dan untuk saat ini, hal itu juga akan berlaku.... ketika aku selesai mewariskan satu jurus pada-mu, saat itu juga energi saga-ku langsung terkuras habis.... hal itu di karenakan roh metode ini membutuhkan energi yang sangat banyak untuk mengaktifkan-nya, dan energi yang ku miliki saat ini hanya cukup untuk mewariskan satu jurus saja untuk-mu." ucap tuan Risiwuku menjelaskan kondisi-nya saat ini.
Mendengar penjelasan tuan Risiwuku, Madika pun tampak sedikit bersemangat. hal itu di karenakan diri-nya merasa sudah cukup beruntung bisa mendapatkan satu jurus tanpa harus mempelajari-nya dan melatih-nya.
__ADS_1
ini merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa bagi Madika jika di bandingkan dengan orang-orang lain yang harus bersusah payah dahulu untuk bisa menggunakan satu jurus.
"satu jurus pun sudah cukup bagi-ku, aku sudah cukup bersyukur bisa mendapatkan-nya." ucap Madika bersemangat.
"hahaha.... semangat yang bagus." ucap tuan Risiwuku sambil tertawa. lanjut-nya, "tapi ada satu syarat untuk bisa mewarisi satu jurus ini dari-ku." ucap tuan Risiwuku.
"syarat?.... seperti apa syarat-nya?" tanya Madika.
"karena kau adalah penerus-ku, maka mulai sekarang panggil aku guru!" ucap tuan Risiwuku memberi syarat.
"itu saja syarat-nya?" tanya Madika yang tampak kurang yakin karena diri-nya berpikir bahwa syarat-nya adalah sesuatu yang merepotkan dan sulit untuk di lakukan.
"kalau begitu baik-lah." ucap Madika menanggapi.
lalu Madika pun menangkupkan tangan-nya sambil sedikit membungkuk-kan tubuh-nya dan memberi hormat pada tuan Risiwuku.
"murid memberi hormat pada guru." ucap Madika dengan tulus.
Melihat Madika yang kini memberi hormat pada-nya, maka Madika pun kini resmi menjadi murid sekaligus penerus kekuatan legendaris milik tuan Risiwuku.
__ADS_1
"baiklah, sekarang aku akan mulai menurunkan satu jurus pada-mu." ucap tuan Risiwuku sambil berjalan ke arah kursi yang ada di kamar Madika.
"jurus yang akan ku berikan pada-mu saat ini adalah jurus yang cukup kuat..... jurus ini di sebut 'langkah dewa angin'." ucap tuan Risiwuku yang kemudian kembali memutar tubuh-nya menghadap Madika.
"langkah dewa angin?" tanya Madika memastikan.
"ya benar..... teknik ini mengharuskan pengguna-nya untuk bisa menciptakan sebuah penampung kekuatan langkah angin.... hal itu di karenakan ada-nya syarat untuk mengaktifkan langkah dewa angin ini." ucap tuan Risiwuku memberi penjelasan. lalu tuan Risiwuku menimpali perkataan-nya. "penampung kekuatan yang di ciptakan ini memiliki fungsi seperti nama-nya, yaitu menampung sebuah kekuatan.... cara kerja jurus ini cukup sederhana selama kau sudah memiliki penampung kekuatan itu.... ketika sudah memiliki penampung kekuatan, kau hanya perlu menggunakan langkah angin biasa sebanyak 1.000 kali untuk kaki kanan dan 1.000 kali juga untuk kaki kiri.... jadi total-nya ada 2.000 langkah angin.... untuk setiap satu langkah angin biasa akan melancarkan 75% dari 100% kekuatan asli-nya, sehingga 25% lain-nya akan di simpan dan di tumpuk di tempat penampung kekuatan..... ketika kau sudah berhasil melakukan 2.000 total langkah angin biasa, maka saat ini kekuatan langkah angin yang telah tertampung di penampung kekuatan berjumlah 25.000% di kaki kanan, dan 25.000% di kaki kiri.... dan ini-lah 'langkah dewa angin' yang sebenar-nya, di mana satu 'langkah dewa angin' akan melepaskan 25.000% kekuatan gelombang angin kehancuran..... dengan kata lain, satu 'langkah dewa angin' sama dengan 250 kali lipat lebih kuat dari langkah angin biasa!" ucap tuan Risiwuku menjelaskan panjang lebar.
Mendengar penjelasan panjang lebar itu, Madika pun langsung tampak terkagum-kagum.
"250 kali lipat?" ucap Madika seolah tidak percaya. "yang benar saja..... itu berarti satu serangan 'langkah dewa angin' saja sudah cukup untuk menghancurkan sebuah bangunan kerajaan!" ucap Madika yang tampak terbelalak.
"hahahaha...." tuan Risiwuku tertawa ketika melihat ekspresi Madika. "memang benar, satu 'langkah dewa angin' saja sudah cukup untuk menghancurkan sebuah bangunan kerajaan apa bila bangunan itu tak memiliki pelindung, ataupun perisai yang kuat..... nyata-nya, jika hanya mengandalkan jurus 'langkah dewa angin' saja, sudah pasti sangat mustahil untuk menghancurkan sebuah bangunan kerajaan karena saat ini seluruh bangunan kerajaan telah memiliki sistem perisai yang sangat kuat.... di tambah lagi jurus 'langkah dewa angin ini hanya bisa di gunakan dua kali, yakni satu di kaki kiri dan satu di kaki kanan.... apa bila ingin menggunakan-nya lagi, maka harus memulai kembali melakukan langkah angin biasa untuk menampung 25% kekuatan langkah angin yang biasa itu." ucap tuan Risiwuku menjelaskan lagi.
Mendengar penjelasan tuan Risiwuku mengenai kelemahan dari jurus 'langkah dewa angin', kini Madika hanya bisa mengangguk paham.
Tak lama setelah itu Madika pun langsung meminta tuan Risiwuku untuk mewariskan jurus itu pada-nya.
"guru, bukan-nya aku bermaksud mendesak, tapi bisakah guru mewariskan jurus itu sekarang agar aku bisa segera mengumpulkan kekuatan angin.... aku ingin mengumpulkan kekuatan angin itu secepat mungkin, agar besok aku hanya perlu menggunakan jurus-nya jika berada dalam keadaan yang sudah terdesak." ucap Madika meminta sambil menangkupkan tangan-nya ke arah tuan Risiwuku.
__ADS_1