Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kemenangan Madika


__ADS_3

Setelah beberapa saat memikirkan strategi, kini Madika pun memutuskan untuk mulai menyerang Natalia.


"jangan bersembunyi terus.... apa kau tidak malu bersembunyi hanya karena seorang wanita?!" ucap Natalia dengan suara keras sambil berjalan santai serta mengedarkan pandangan-nya ke berbagai arah.


"tidak ada yang nama-nya malu jika ingin mengincar kemenangan!" balas Madika dengan suara keras sambil muncul dari balik pohon dan dengan cepat langsung menembak-kan begitu banyak peluru angin ke arah Natalia.


Natalia yang melihat banyak peluru angin mengarah pada diri-nya langsung waspada dan dengan cepat mundur sambil menghindari peluru-peluru angin itu.


"jumlah-nya terlalu banyak! jika ku tebas salah satu-nya bisa saja yang lain juga akan meledak!" batin Natalia sambil menghindar.


Setelah itu Natalia pun langsung bergerak cepat menerobos seluruh peluru angin itu sambil menghindari kontak langsung dengan peluru itu.


Madika yang melihat Natalia menghindari semua peluru itu langsung tersenyum tipis.


"seperti-nya ia benar-benar mengira bahwa peluru angin-ku hanya akan meledak jika bersentuhan dengan target!" batin Madika.


Tak lama setelah itu, kini Natalia sudah berada di depan Madika dan langsung menebas-kan pedang-nya ke arah Madika.


Madika yang melihat sebuah petir yang keluar dari tebasan itu langsung menghindar dengan cepat.


setelah menghindar Madika kembali melancar-kan serangan peluru angin ke arah Natalia.


Sama seperti sebelum-nya, saat peluru angin mendekat, Natalia langsung menghindar.


saat sedang menghindar, Natalia membuat beberapa bola api yang tampak mengambang di belakang-nya.


setelah itu peluru angin Madika kini langsung menghantam bola api milik Natalia itu sebelum Natalia melancarkan serangan api-nya.


"tchi..... respon-nya cepat sekali!" ucap Natalia yang tampak sedikit terkejut. lalu setelah itu Natalia kembali tersenyum. "tapi itu masih belum cukup untuk melawan-ku!" ucap-nya lagi.

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba bola api yang sangat banyak muncul dengan cepat di sekitaran Natalia, dan hanya dalam waktu yang sangat singkat, seluruh bola api itu pun langsung melesat cepat ke arah Madika dan membuat Madika terkejut.


"cepat sekali!" batin Madika dan dengan segera menghindari semua bola api itu.


tidak cukup sampai di situ, Madika yang sedang menghindar saat ini bukan hanya sekedar menghindar saja karena diri-nya saat ini juga sedang bergerak sambil meninggalkan beberapa peluru angin di seluruh tempat yang ia pijaki.


"inti-nya aku harus membuat sangat banyak peluru angin untuk membuat ia kerepotan hingga akhir-nya tak bisa menghindari semua ledakan peluru angin-ku." ucap-nya dalam hati sambil terus bergerak menghindari bola api Natalia.


"kau ini memang mahir menghindar ya...." ucap Natalia sambil tersenyum dan terus menyerang menggunakan bola api-nya. "tapi itu tidak cukup.... bersiaplah untuk serangan-ku yang lebih merepotkan lagi... semoga kau tidak mati ya!" ucap Natalia dengan ekspresi bersemangat karena merasa berhasil membuat Madika terdesak.


Sementara itu, Madika yang sedang menghindar itu saat ini tampak hanya terus memancing Natalia untuk berputar-putar di sekitar tempat itu agar ia bisa menjebak Natalia.


"hah.... ini benar-benar membosankan! dari tadi kau terus lari tanpa memberi perlawanan yang berarti.... padahal aku sudah sedikit berharap bisa bertarung serius dengan-mu." ucap Natalia yang terdengar sedikit kecewa.


"mungkin sebaik-nya ku akhiri saja pertarungan ini." ucap Natalia dalam hati.


"tchi.... gadis itu seperti-nya benar-benar tidak sadar dengan kondisi-nya saat ini." ucap Madika dalam hati.


"ARRRGGGG!!!" teriak Madika saat diri-nya tersambar petir itu.


Setelah sambaran petir itu berhenti, kini Madika langsung terjatuh dan berlutut di atas tanah.


Melihat hal itu Natalia pun berjalan santai mendekati Madika.


"seperti-nya kau cuma bisa bertahan sampai di sini saja." ucap Natalia yang kemudian berhenti di jarak kurang lebih satu meter dari Madika.


Setelah itu Natalia pun langsung menurunkan tubuh-nya dan duduk jongkok di depan Madika.


"kenapa kau tak menyerang balik?.... padahal tehnik peluru angin-mu itu seperti-nya sangat menarik, dan menurut-ku kau bisa mengkombinasikan teknik itu dengan teknik yang lain." ucap Natalia memberi saran.

__ADS_1


Mendengar ucapan Natalia itu, kini Madika mulai menunjuk-kan senyum tipis-nya.


lalu ia mulai tertawa kecil dan tertawa kecil-nya itu membuat pikiran Natalia jadi bertanya-tanya.


"apa kau tahu tentang kemampuan khusus yang hanya di miliki oleh pengguna Saga angin?" tanya Madika yang masih menunduk-kan kepala-nya.


"kemampuan khusus yang hanya di miliki pengguna Saga angin?" ucap Natalia sambil memiringkan kepala-nya.


sejenak Natalia termenung memikirkan hal itu, hingga akhir-nya Natalia tiba-tiba terlihat terkejut dan membelalak-kan mata-nya. "jangan-jangan kau...."


Baru saja Natalia menyadari sesuatu, tiba-tiba terjadi ledakan yang sangat kuat tepat di depan mereka berdua.


ledakan itu membuat kedua-nya terhempas ke belakang dan saling menjauhi.


Saat Madika berhasil berhenti terseret angin, Madika pun langsung meledak-kan peluru angin-nya yang berada di dekat Natalia saat berhenti terseret angin.


Saat ledakan itu terjadi, sekali lagi Natalia terhempas karena tekanan angin yang luar biasa kuat.


"AHKKK!!!" teriak Natalia karena merasa kesakitan saat terkena ledakan itu.


Tidak cukup sampai di situ, Madika yang saat ini berhasil menjebak Natalia kini langsung meledak-kan peluru angin-nya secara terus menerus tanpa memberi kesempatan pada Natalia untuk melakukan pembelaan dan pembalasan.


"aku benar-benar lengah!" ucap Natalia dalam hati saat diri-nya sedang menghadapi ledakan peluru angin secara bertubi-tubi. "aku lupa kalau semua pengguna Saga angin memiliki sebuah kartu as yang di sebut perisai tak terlihat!..... perisai itu menyelimuti seluruh tubuh sehingga setiap serangan akan terhenti saat berada di jarak 1 cm dari tubuh pengguna-nya..... tehnik itu hanya bisa di aktifkan sekali dalam 30 hari sesuai dengan keadaan Saga si pengguna!" ucap Natalia dalam hati.


Saat ini Natalia tampak berusaha untuk menghindar dan menangkis serangan itu, namun sayang-nya saat ini Natalia tak tahu di mana saja peluru angin itu berada sehingga ujung-ujungnya ia tetap terkena ledakan peluru angin dan membuat-nya terhempas lagi.


saat diri-nya sudah terkena banyak ledakan, kini ia mulai kelelahan dan mengalami beberapa luka ringan.


setelah terhempas sekali lagi, kini diri-nya langsung terkapar di atas tanah. dan tanpa ia sadari kini Madika sudah berada di atas tubuh-nya dan menduduki perut-nya.

__ADS_1


lalu dengan cepat Madika langsung menangkap kedua tangan Natalia dan merentangkan kedua tangan Natalia.


"menyerah lah!.... aku tak mau bertarung lebih dari ini!" ucap Madika dengan nada tegas dan membuat mata Natalia langsung terbelalak melihat tindakan Madika yang menurut-nya benar-benar mengejut-kan.


__ADS_2