
Saat ini Hongu dan semua orang yang di kantor asosiasi yang tadi-nya di tekan oleh aura Madika kini hanya bisa diam hingga akhir-nya Madika pun melepas-kan mereka semua dari tekanan aura itu.
tidak terkecuali juga pada Hongu.
Kini Hongu yang sudah bebas dari tekanan aura Saga itu langsung berdiri tegak dan menatap tajam ke arah Madika.
"berani-nya kau memperlakukan aku seperti ini!" ucap Hongu dengan kesal sambil menunjuk ke arah Madika.
"diam kau dasar bodoh!" balas Madika dengan tegas sambil mengibas-kan tangan-nya.
Seketika sebuah peluru angin langsung melesat cepat ke arah Hongu.
seketika peluru angin itu langsung mengenai bahu kiri Hongu dan langsung tertanam di dalam sana.
"sudah ku bilang buka, aku kemari untuk balas dendam karena semalam kau sudah menyuruh anak buah-mu menyerang-ku dan membunuh-ku." ucap Madika dengan tatapan tajam mengintimidasi.
Hongu yang mendengar serta melihat tatapan Madika kini mulai gentar.
"siapa-pun yang ada di sini!.... hajar orang ini sampai mampus!... aku akan membayar kalian dengan mahal!" ucap Hongu dengan emosi dan rasa gelisah.
Namun tak satu-pun orang yang mau mengikuti perintah-nya.
lagi pula kebanyakan orang di tempat itu sudah lama kesal pada sikap Hongu.
Hongu juga sudah di kenal punya reputasi buruk karena sudah banyak orang yang hanya berselisih sedikit saja dengan dia pasti akan dia bunuh.
Karena itulah banyak yang berpikir bahwa ucapan Madika tentang Hongu yang berniat membunuh-nya itu benar ada-nya.
"kenapa kalian semua diam saja sial@n!!" bentak Hongu yang saat ini tampak panik.
Sementara itu, Madika yang melihat tingkah Hongu itu kini merasa muak dengan Hongu.
"kenapa? apa kau takut mati?.... bukan-kah kau sudah berniat membunuh?.... pantas kenapa kau malah takut jika ada yang berniat membunuh-mu?" ucap Madika dengan suara lirih namun bisa terdengar oleh semua orang yang ada di asosiasi itu.
Lalu Madika berjalan perlahan mendekati Hongu yang saat ini sedang memegang bahu-nya yang terluka karena peluru angin Madika.
"jika kau tidak mau di bunuh, maka jangan membunuh!" ucap Madika.
"sialan!" bentak Hongu sambil mengeluar-kan pedang energi milik-ku dari ruang penyimpanan milik-nya.
"ingin melawan-ku?..... hahaha tidak semudah itu!" ucap Madika dengan penuh percaya diri.
Setelah itu Madika pun langsung menjentik-kan jari-nya.
__ADS_1
seketika sebuah ledakan terjadi tepat di bahu Hongu yang terluka barusan.
Ledakan yang terjadi di bahu Hongu itu pun langsung merobek setengah tubuh Hongu dan membuat seluruh robekan tubuh itu terhempas dan terpencar kemana-mana.
Sampai-sampai darah Hongu langsung terciprat hingga mengenai banyak orang yang ada di tempat itu.
Semua orang yang ada di sana seketika terkejut dengan ekspresi menganga karena mereka tidak tahu apa yang sebenar-nya terjadi pada Hongu.
Tubuh Hongu yang sudah hilang setengah itu kini langsung ambruk karena diri-nya langsung hilang kesadaran begitu saja, dan akhir-nya mati di tempat.
Semua orang yang melihat kejadian itu langsung bertanya-tanya.
"a... apa yang barusan terjadi?"
"bagaimana tubuh Hongu bisa meledak seperti itu?
"tdi dia tidak menyerang sama sekali.... dia hanya menjentik-kan jari-nya tapi tiba-tiba tubuh Hongu langsung meledak begitu saja!"
"siapa orang ini sebenar-nya?"
"dia terlalu kuat!"
"trik apa yang sebenar-nya ia gunakan."
mereka semua tidak bisa menyembunyi-kan ekspresi terkejut mereka saat melihat pemandangan yang masih baru bagi mereka.
Sementara itu, Madika yang sudah selesai dengan tujuan-nya untuk membunuh Hongu kini langsung menoleh ke arah Emi dengan ekspresi datar.
Setelah itu Madika pun langsung keluar dari tempat itu tanpa memberi-kan sepatah kata-pun pada Emi.
Di sisi lain, seorang pria berjanggut yang sebelum-nya hanya memandangi tindakan Madika dari ruang sebelah kini langsung memerintah-kan bawahan-nya untuk mengikuti Madika diam-diam.
"ikuti anak itu, jika ada kesempatan yang tepat, maka lakukan sesuai yang ku kata-kan sebelum-nya." ucap pria itu dengan tenang.
"baik tuan Liga." ucap seorang pria bawahan Liga dengan patuh.
Lalu bawahan Liga itu pun langsung menjalan-kan tugas-nya untuk mengikuti Madika diam-diam.
Saat ini, Madika sudah berada di luar gedung asosiasi ksatria Saga.
ia mulai berjalan di tengah keramaian.
namun, di tengah keramaian itu ia merasa seolah ada seseorang yang sedang mengikuti diri-nya.
__ADS_1
"perasaan ini sama seperti kemarin." batin Madika sambil mengedar-kan pandangan-nya tanpa memutar kepala-nya.
ia mencoba mencari keberadaan orang yang mengikuti-nya itu tanpa membuat orang itu curiga kalau ia sudah menyadari keberadaan orang itu.
"seperti-nya insting-ku akhir-akhir ini sedikit lebih kuat." batin Madika.
Setelah menyadari keberadaan orang yang mengikuti-nya itu, kini Madika pun langsung mencari tempat sepi dan mencoba memancing orang itu.
Setelah cukup jauh berjalan, kini Madika menemukan sebuah gang sempit. dan di depan itu terdapat persimpangan kecil.
Dari belakang Madika tampak bawahan Liga sedang mengamati Madika secara terus menerus.
ia mencoba untuk tetap memperhati-kan Madika agar tidak hilang dari pantauan-nya.
Namun saat Madika berbelok di sebuah persimpangan sempit itu, kini bawahan Liga yang takut kehilangan keberadaan Madika langsung bergegas mengikuti Madika.
ia tidak tahu kalau sebenar-nya sejak tadi Madika sudah menyadari keberadaan diri-nya.
Saat bawahan Liga tiba di persimpangan kecil itu, ia pun langsung berhenti berlari karena kini Madika sudah berdiri di depan-nya sambil memegang senjata energi-nya, yakni pedang ganda.
"apa tujuan-mu hah?!" tanya Madika dengan tatapan tajam mengintimidasi.
"apa kau salah satu bawahan Hongu?"
Mendengar perkataan Madika itu, kini bawahan Liga yang tak mau terjadi sebuah kesalahpahaman di antara mereka kini langsung berlutut di depan Madika.
lalu bawahan Liga pun mulai melihat-lihat sekeliling-nya untuk memasti-kan apa-kah di tempat ini benar-benar sepenuh-nya tak ada orang.
Setelah memasti-kan bahwa tempat itu benar-benar sunyi, kini bawahan Liga pun mulai buka suara.
"maaf sudah mengikuti-mu sampai ke tempat ini." ucap-nya sopan.
Melihat bawahan Liga yang langsung berlutut itu kini membuat Madika malah jadi waspada akan tindakan bawahan Liga itu.
"apa tujuan-mu?" tanya Madika penuh selidik.
"aku hanya mendapat tugas rahasia dari tuan-ku, yakni tuan Liga." jawab bawahan Liga dengan jujur.
"siapa itu Liga?" tanya Madika.
"tuan Liga adalah pemimpin asosiasi ksatria Saga." jawab bawahan itu yang masih berlutut.
Mendengar tentang Liga yang ternyata adalah pemimpin asosiasi ksatria Saga, kini madika makin bertanya-tanya dan waspada terhadap bawahan Liga.
__ADS_1