Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Tugas Dari Kepala Akademi (3)


__ADS_3

Saat ini Natalia sedang membela Madika yang di percaya-kan oleh kepala akademi untuk menjadi guru pengganti sementara.


Natalia tampak sangat yakin dan percaya pada Madika, hal itu lah yang membuat Natalia berani membela Madika secara terang-terangan.


"sekarang aku bertanya pada kalian? apa di antara kalian ada yang berani menjadi-kan seekor hewan monster tingkat elit sebagai hewan peliharaan?" ucap Natalia bertanya sambil terus mengintimidasi seluruh siswa di kelas itu kecuali kedua teman-nya serta Madika dan Bu Meri.


Mendengar tentang hewan monster tingkat elit itu kini membuat seluruh siswa di kelas itu langsung terkejut.


bahkan Bu Meri pun juga ikut terkejut saat mendengar-nya.


dengan spontan Bu Meri langsung menoleh ke arah Madika sambil menatap-nya dengan ekspresi terkejut dan rasa penasaran.


"apa maksud ucapan Natalia barusan?" tanya Bu Meri.


"ehm.... hehehe soal itu, seperti-nya kepala akademi belum memberi tahu anda ya." ucap.madika sambil tertawa hambar dan menggaruk kepala-nya yang tidak gatal.


Sementara itu, para siswa yang sebelum-nya menentang keberadaan Madika kini langsung terkejut.


seketika wajah mereka semua langsung tampak suram.


"ma.... maksud-mu Madika memiliki hewan peliharaan tingkat elit?" tanya salah satu siswa dengan nada ragu-ragu.


"ya itu benar!" jawab Natalia cepat dan tegas.


"oi oi..... yang benar saja.... memang-nya bocah itu manusia apa monster sih?"


"bukan-kah monster tingkat elit itu akan sangat sulit di jinak-kan oleh orang yang tingkatan-nya lebih rendah dari-nya?"


"ini benar-benar sudah di luar nalar!.... dia itu manusia apa bukan?"

__ADS_1


Berbagai ocehan mulai bermunculan lagi.


mereka tampak sedang memikir-kan kebenaran dari ucapan Natalia.


namun, bagi mereka, ucapan Natalia itu bukan-lah kebohongan dan mereka juga tahu bahwa Natalia tidak pernah bercanda mengenai hal-hal seperti ini.


"Madika, bagaimana bisa kau menjinak-kan hewan monster tingkat elit itu?..... setahu-ku, hewan monster yang sudah berada di tingkat elit hanya bisa di jinak-kan oleh pengguna Saga tingkat grand master ke atas, tapi kau masih berada di tingkat elit.... apa kau yakin kau akan baik-baik saja?.... apa kau yakin dia tidak akan membelot dari-mu?" tanya Bu Meri.


Apa yang di kata-kan oleh Bu Meri memang benar.


ketika seorang pengguna Saga tingkat rendah membuat kontrak dengan hewan peliharaan tingkat yang lebih tinggi, maka besar kemungkinan si pengguna Saga itu akan mati karena si hewan peliharaan mengamuk tak terkendali. apa lagi jika hewan peliharaan itu sejak awal sudah memiliki niat jahat terhadap si pengguna Saga.


pada dasar-nya kontrak memang akan membuat hewan peliharaan akan mati dengan sendiri-nya ketika memiliki niat jahat pada pemilik-nya, namun, apa jadi-nya jika hewan peliharaan itu jauh lebih kuat dan bisa mematah-kan kontrak yang di buat oleh si pengguna Saga itu?.


tentu ini merupakan salah satu hal yang menjadi perhitungan banyak orang saat hendak memilih hewan peliharaan mereka.


Mendengar ucapan Madika, kini Bu Meri sedikit tenang. namun masih ada sedikit rasa khawatir di dalam hati-nya. hal itu di karena-kan diri-nya saat ini masih berada di tingkat profesional dan dia sadar betul bahwa akan sulit bagi-nya jika harus bertarung dengan hewan peliharaan Madika yang sudah berada di tingkat elit itu.


"kalau begitu berusaha-lah untuk menjaga hewan peliharaan-mu itu! jangan sampai membuat-ku kerepotan." ucap Bu Meri.


"tenang saja Bu... aku berani jamin ini akan baik-baik saja..... hewan peliharaan-ku tidak akan mengacau kok." ucap Madika sambil tersenyum ramah.


"tenang saja tuan." ucap Askila pada Madika mengguna-kan telepati. "anda tak perlu mengkhawatir-kan apakah aku akan mengkhianati anda atau tidak.... itu karena sejak aku mengetahui bahwa anda dulu-nya adalah tuan Risiwuku, maka saat ini aku pun merasa tersanjung bisa melayani anda.... ini adalah kesempatan yang tak boleh ku lewat-kan.... mungkin sekarang anda memang lemah, tapi suatu saat nanti, anda akan menjadi yang terkuat!" ucap Askila memuji Madika.


"bagus-lah kalau kau berpikir seperti itu." balas Madika melalui telepati-nya.


Setelah seluruh siswa di kelas itu terdiam, kini Natalia pun kembali duduk dan berusaha untuk menenang-kan diri-nya.


di sisi lain, lili dan Nina yang saat ini duduk bersebelahan dengan Natalia kini terlihat punya niatan yang sama.

__ADS_1


"hehehehe.... tidak ku sangka kau akan sangat bersemangat membela Madika." ucap Lili dengan nada menggoda.


"hmm hmm..... seperti-nya Natalia menyembunyikan sesuatu dari kita.... apa mungkin Madika benar-benar sangat istimewa di mata Natalia yah hmm." timpal Nina.


Natalia yang mendengar ucapan kedua teman-nya itu kini tampak diam dan bisa mengendalikan diri-nya.


tidak seperti sebelum-nya, kini Natalia bisa tenang dan tidak salah tingkah lagi saat Nina dan Lili menggoda-nya.


"berhenti-lah mengatakan hal yang tidak perlu.... untuk sekarang sebaik-nya dengar-kan arahan dari Bu Meri." ucap Natalia dengan tenang.


Melihat sikap Natalia itu, kini Nina dan Lili pun merasa tak perlu lagi menggoda Natalia karena Natalia seperti-nya sudah tidak terpancing lagi dengan hal itu.


Kini Bu Meri pun memberi sedikit arahan pada seluruh siswa-nya.


ia juga memberitahu-kan bahwa tugas Madika hanya-lah membantu jika ada hewan monster yang lebih kuat dan tak bisa di atasi oleh para siswa.


dengan kata lain, saat ada bahaya, Madika dan Bu Meri lah yang akan turun tangan dan melindungi para siswa.


Setelah selesai menjelas-kan, kini mereka pun langsung bersiap untuk pergi ke hutan Bulubete dan melakukan perburuan hewan monster di sana.


Saat ini, di ruang kepala akademi, tampak pak Kulimu dan kepala akademi sedang berbincang.


"apa kelas dua api sudah berangkat?" tanya kepala akademi.


"ya, mereka baru saja berangkat." jawab pak Kulimu. "apa anda yakin membiar-kan Madika yang mengambil tugas sebagai pengganti?" tanya pak Kulimu.


"ya aku yakin.... kau tenang saja, bocah ini tidak-lah biasa.... dia memiliki bakat yang luar biasa, dengan tingkatan yang di miliki-nya sekarang, serta sebuah jurus tingkat dewa dan di tambah hewan peliharaan tingkat elit..... kau pikir hewan monster di wilayah hutan Bulubete berani mengusik Madika?" ucap kepala akademi dengan ekspresi yang tampak tenang-tenang saja.


"hah..... ku harap tidak ada hal yang di luar dugaan yang akan terjadi di sana." ucap pak Kulimu yang tampak sedikit kepikiran.

__ADS_1


__ADS_2