Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kekalahan Natalia


__ADS_3

Perisai naga petir Natalia kini makin menunjuk-kan keretakan yang kian banyak.


Natalia pun mulai gelisah dan dengan segera Natalia pun langsung menggerak-kan tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan dan kemudian dari perisai naga petir itu muncul beberapa petir yang menyambar keluar.


Natalia saat ini ingin melakukan serangan balik menggunakan beberapa petir itu.


namun sayang-nya petir itu kini terhempas oleh tekanan dari gelombang angin milik Madika.


Akhir-nya kini perisai petir Natalia langsung hancur berkeping-keping.


Natalia ayang melihat hal itu kini hanya bisa terbelalak dan terkejut.


lalu dengan cepat ia menggunakan semua Saga-nya untuk membuat zirah di tubuh-nya.


kurang dari sedetik kemudian, kini gelombang angin itu langsung menghantam Natalia hingga Natalia terhempas keluar dari arena pertarungan.


Natalia pun kini terhempas di udara.


diri-nya saat ini sudah tidak berdaya lagi.


energi saga-nya terkuras habis karena harus membuat zirah di tubuh-nya menggunakan Saga.


namun kini zirah itu juga telah hancur berkeping-keping dan tidak bisa menahan serangan dari gelombang angin Madika.


"seperti-nya Madika masih sedikit berbelas kasihan pada Natalia..... jika tadi Madika tidak membatasi kekuatan gelombang angin-nya di serangan terakhir, maka kemungkinan Natalia pasti akan mati dengan tubuh yang hancur berantakan." ucap tuan Samon.


Sementara itu, Natalia saat ini tampak tengah jatuh bebas dari udara.


saat ini Natalia masih memiliki kesadaran meskipun penglihatan-nya sudah agak samar-samar.


"seperti-nya aku memang bukan orang yang bisa menandingi Madika." ucap Natalia dalam hati, dan kini diri-nya pun pasrah menerima kematian yang akan menghampiri-nya.


"meskipun aku tidak akan benar-benar mati, tapi tubuh ke dua ini bisa membuat-ku merasakan sakit yang benar-benar luar biasa saat tubuh ini terluka.... kira-kira bagaimana sakit yang akan kurasakan jika jatuh dan menghantam lantai dari ketinggian ini?.... hahahaha.... rasa-nya seperti sedang mati konyol." batin Natalia yang masih sempat-sempatnya tertawa dalam hati.


Baru saja berkata seperti itu, kini Natalia tiba-tiba terkejut ketika ia merasakan tubuh-nya sedang di rangkul oleh seseorang.


Natalia yang tadi-nya menutup mata secara perlahan kini langsung membuka mata-nya dan melihat sosok orang yang sedang memeluk-nya itu.


saat Natalia melihat sosok itu, ternyata orang yang memeluk-nya saat ini adalah Madika.


ya, Madika dengan cepat langsung menangkap Natalia dan kini kedua-nya masih berada di udara dengan bantuan perisai angin milik Madika.

__ADS_1


Karena saat ini Madika hanya memiliki satu tangan, maka mau tak mau Madika pun langsung merangkul Natalia hingga tubuh Natalia benar-benar menempel pada tubuh-nya.


hal itu pun membuat wajah mereka saat saling bertatapan benar-benar berada di jarak yang sangat dekat bahkan hampir seperti orang yang hendak berciuman.


Madika yang merasa sedikit aneh dengan posisi itu pun kini mencoba melepaskan tubuh Natalia agar menjauh dari-nya.


namun baru di lepas sedikit saja tubuh Natalia langsung tumbang.


hal itu pun membuat Madika dengan cepat meraih kembali tubuh mungil Natalia dan kembali memeluk-nya dengan erat.


"maaf, aku sedikit tidak sopan pada-mu." ucap Madika sambil memalingkan wajah-nya.


Natalia yang melihat reaksi Madika pun kini hanya bisa diam dengan pandangan mata yang tampak sayu.


lalu ia pun membalas pelukan Madika.


"hah.... lagi-lagi aku lah dari-mu." ucap Natalia yang kemudian langsung hilang kesadaran sambil memeluk Madika.


Melihat Natalia yang sedang pingsan di pelukan-nya, kini Madika pun teringat saat pertama kali mereka berdua bertarung di ujian masuk akademi.


saat itu Natalia juga berhasil di kalahkan oleh Madika, dan di saat Natalia kalah, ia pun langsung pingsan begitu saja di dekat Madika.


>SKIP<


Saat ini, seluruh rangkaian pertarungan telah berakhir.


pertarungan terakhir untuk menentukan juara 3 dan 4 juga berakhir cepat karena Soko telah merelakan juara tiga pada Gino.


Di arena pertarungan saat ini tampak tuan Samon sedang menyerahkan hadiah pada masing-masing peserta yang berada di posisi 4 besar.


masing-masing peserta di berikan hadiah berdasarkan juara masing-masing.


Juara 4. Soko, menerima hadiah berupa uang tunai sejumlah 6 juta.


juara 3. Gino, menerima hadiah uang tunai senilai 7 juta.


juara 2. Nono, menerima hadiah uang tunai senilai 8 juta;


dan juara satu. Madika, menerima hadiah uang tunai senilai 10 juta dan juga tambahan, terpilih sebagai pengawal pribadi cucu kaisar yakni Natalia Taunaroso.


Setelah keempat pemenang itu menerima hadiah mereka, kini seluruh rangkaian kegiatan telah selesai.

__ADS_1


kini semua orang di persilahkan untuk kembali ke rumah masing-masing dan mulai masuk sekolah seperti biasa-nya pada esok hari.


Sementara itu, Madika saat ini mendapat panggilan dari tuan Samon.


tuan Samon pun kini meminta Madika untuk datang ke istana kekaisaran dua hari ke depan untuk malaksanakan penetapan Madika sebagai pengawal pribadi Natalia.


hal itu harus di lakukan agar seluruh penghuni istana kekaisaran tahu posisi Madika di istana tersebut.


Madika pun mengiyakan ajakan tuan Samon.


hal itu bukan karena dorongan dari diri Madika sendiri, melainkan dari guru Madika.


sebenar-nya sejak awal tuan Risiwuku memang sudah tertarik dengan keluarga kekaisaran, terlebih lagi kepada Natalia.


meskipun tuan Risiwuku tidak memberitahu Madika bahwa ada sesuatu yang menarik perhatian-nya dari Natalia, namun tuan Risiwuku tetap berinisiatif untuk membuat Madika menang dalam pertandingan selama ini.


hal itu di karenakan menurut tuan Samon akan bagus jika Madika memiliki kedekatan dengan Natalia.


"guru, apa yang sebenar-nya kau incar dari Natalia?" tanya Madika pada guru-nya melalui perantara Saga.


"untuk saat ini kau tak perlu mengetahui-nya secara rinci.... yang jelas-nya Natalia adalah salah satu bagian yang berperan penting untuk membawa-mu ke tingkat legendaris dengan cepat." ucap tuan Risiwuku.


"hmm...." Madika hanya bisa bergumam dengan ekspresi bingung mendengar ucapan guru-nya yang terdengar menyembunyikan sesuatu dari-nya.


Kini Madika berjalan keluar dari wilayah akademi dan berniat untuk segera pulang ke rumah.


Saat ini ia berjalan santai di jalanan yang di penuhi dengan toko-toko di pinggiran jalan.


Madika kini berjalan sambil melihat-lihat sekeliling-nya.


tempat yang ia lalui saat ini tampak ramai dan di penuhi dengan masyarakat yang sedang beraktivitas.


Saat Madika lewat di sebuah toko penjual senjata, tiba-tiba tuan Risiwuku langsung menyuruh Madika berhenti melangkah.


"tunggu dulu!" ucap tuan Risiwuku dengan tiba-tiba


"ada apa guru?" tanya Madika dengan ekspresi bingung sambil menghentikan langkah-nya.


"aku merasakan ada sesuatu di dalam toko senjata di sebelah kanan jalan itu!" ucap tuan Risiwuku.


Mendengar ucapan guru-nya, kini Madika pun langsung menoleh ke sebuah toko yang di maksud oleh guru-nya itu.

__ADS_1


__ADS_2