
Tebasan angin beruntun langsung di lesat-kan oleh Madika.
Tampak beberapa angin berbentuk bulan sabit melesat saat Madika menebas-kan pedang-nya di udara secara berturut-turut.
Serangan tebasan angin itu langsung mengarah pada ketua klan petir yang saat ini sedang menekan pedang-nya dengan sangat kuat untuk menghancur-kan pertahanan omega.
Namun saat melihat tebasan angin Madika, kini ketua klan itu langsung mendorong tubuh-nya ke belakang. Lalu dengan cepat ia membuat sebuah pedang petir di bawah kaki-nya.
Dengan segera si ketua klan itu pun langsung terbang dan menghindari semua serangan tebasan angin milik Madika.
"Pedang itu." ucap Madika sambil memperhati-kan pedang yang saat ini ada di tangan kanan si ketua klan.
"Apa mungkin pedang itu adalah pusaka naga halilintar?!" Ucap Madika dalam hati sambil terus memperhati-kan pedang itu.
"Terima ini bocah!!" Teriak si ketua klan itu yang kini langsung menunjuk-kan kebolehan dari pedang pusaka milik-nya.
"Tebasan Naga halilintar!!" Teriak ketua klan sambil menebas-kan pedang-nya ke arah Madika dan seketika itu pula seekor naga halilintar muncul di udara dan langsung melesat ke arah Madika.
"Amukan naga halilintar!!" Teriak-nya lagi sambil menebas dan di saat yang bersamaan seekor naga halilintar yang memiliki warna yang hampir sama dengan yang sebelum-nya kini muncul dan langsung melesat ke arah Madika.
"Tebasan badai naga halilintar!!" Teriak-nya sekali lagi sambil menebas-kan pedang-nya dari atas ke bawah dan seketika itu pula puluhan naga halilintar yang berukuran sekitar dua kali besar pohon kelapa langsung turun dari awan-awan dan langsung melesat ke arah Madika.
Ketiga serangan itu langsung menarget-kan Madika dan membuat Madika kini langsung melebar-kan matanya karena terkejut.
"Yang benar saja?!!... Dalam satu waktu ia bisa mengguna-kan tiga jurus sekaligus?!" Ucap Madika dalam hati dengan ekspresi yang tampak tidak percaya.
Mengendali-kan tiga jurus sekaligus dalam satu waktu adalah sesuatu yang sangat sulit dan orang-orang yang bisa melakukan hal ini terbilang cukup langka karena tingkat kesulitan untuk melakukan-nya memang cukup tinggi.
Melihat sangat banyak naga halilintar yang bergerak ke arah-nya, kini Madika pun langsung mengguna-kan jurus bayangan milik-nya.
Ia memuncul-kan bayangan raja kera bayangan berukuran raksasa, dan ia saat ini tampak berada di dalam kepala monster kera bayangan itu.
"Jangan kau pikir aku akan kalah semudah yang kau bayang-kan!" Ucap Madika sambil memuncul-kan sebuah tongkat di tangan kanan-nya, dan di saat yang bersamaan sebuah tongkat raksasa pun ikut muncul di tangan monster kera bayangan yang ia kendali-kan saat ini.
"Maju sini kalian semua!" Ucap Madika dengan tatapan penuh percaya diri karena diri-nya tahu bahwa tingkatan pedang pusaka milik si ketua klan dengan pusaka mahkota raja kera bayangan itu berada di tingkat yang sama, yakni tingkat atas.
__ADS_1
"Begitu ya, hah?!" ucap si ketua klan sambil berseringai menatap Madika.
"Jadi kau juga punya pusaka yang setingkat dengan pedang-ku ya hah?! Kalau begitu mari kita lihat pusaka siapa yang lebih kuat?!" Ucap-nya lagi dengan penuh semangat.
"Ini bukan tentang pusaka siapa yang lebih kuat, melain-kan siapa yang lebih terampil mengguna-kan pusaka ini!... Pada dasar-nya pusaka kita berada di tingkat yang sama, maka dari itu, sekarang keterampilan pengguna-lah yang akan menentu-kan semua-nya!" Balas Madika.
Lalu Madika mulai mengayun-kan tongkat-nya itu dengan berbagai variasi gerakan.
Ia memukul para naga halilintar milik ketua klan itu dengan sangat mudah.
Madika melakukan berbagai macam variasi gerakan kaki dalam melangkah.
Setiap langkah yang ia lakukan tidak ada yang tidak berarti, semua langkah itu sudah ia perhitungan-kan.
Hal itu pun membuat setiap gerakan yang Madika gunakan selalu dengan mudah mematah-kan serangan para naga halilintar.
"Sial!... Dia membuat banyak naga halilintar terhempas semudah itu?!" Ucap si ketua klan dengan ekspresi tidak percaya.
"Meski-pun saat ini naga halilintar ku tidak mengalami luka yang terlalu serius, namun jika hal itu terus terjadi maka besar kemungkinan para naga yang ku miliki ini akan kalah dari satu jurus saja dari-nya!" Ucap-nya lagi dengan ekspresi yang tampak sedikit khawatir.
Sementara itu Madika saat ini terus bertarung dengan para naga halilintar itu.
Alhasil satu pukulan tongkat kini membuat naga yang terkena pukulan itu langsung meledak.
DUAAAARRRR!!
BUUMMMMBB!!
BLLAAAARRR!!
Ledakan demi ledakan terjadi setiap kali Madika menghantam-kan tongkat-nya ke kepala para naga halilintar itu.
Melihat hal itu, si ketua klan pun semakin terkejut dan kesal.
"Sial!" Ucap-nya.
__ADS_1
"Kalau begitu terima ini!!"
"Tebasan laser naga halilintar!!" ucap si ketua klan lagi sambil melakukan satu tebasan di udara.
Seketika itu juga, seluruh naga halilintar langsung berhenti melesat ke arah Madika dan mereka semua pun langsung menembak-kan laser petir dari mulut mereka ke arah Madika.
Namun Madika sama sekali tidak gentar melihat laser petir tersebut.
Ia bahkan kini langsung membuat puluhan peluru angin sambil bergerak menghindari serangan demi serangan dari laser tersebut. Bahkan Madika sanggup menangkis serangan laser itu mengguna-kan tongkat bayangan milik-nya sambil terus membuat peluru angin.
Hingga akhir-nya kini kini puluhan peluru angin berhasil di buat.
Namun di saat itu juga kini si ketua klan itu kembali mengguna-kan jurus yang sama, yakni tebasan laser naga halilintar.
Namun kali ini seluruh naga itu langsung menyerang secara serentak ke arah Madika.
Sementara itu, para pasukan klan petir yang melihat kedatangan serta pertarungan yang sangat luar biasa antara Madika dan ketua mereka kini hanya bisa menatap dengan kagum.
Mereka benar-benar merasa kagum akan kekuatan yang sangat luar biasa yang di tunjuk-kan oleh ketua klan mereka itu sehingga kini mereka terus bersorak memberi dukungan pada si ketua klan.
"Hajar dia tuan Hans!!"
"Habisi dia tuan Hans!!"
"Jangan biar-kan dia meremeh-kan klan kita!!"
"Tunjuk-kan pada-nya kekuatan klan terkuat di kerajaan Doroko!!"
Namun sorakan itu seketika berhenti saat beberapa monster semut Madika yang langsung memakan kepala para pasukan itu hidup-hidup.
KRAAAKK!!
KRUUSSSK!!
Terdengar suara kepala dan tulang-tulang yang patah akibat di kunyah-kunyah oleh si monster semut milik Madika.
__ADS_1
Seketika itu pula para pasukan petir itu pun kembali tersadar bahwa saat ini mereka sendiri juga sedang berada dalam Medan pertempuran.
Akhir-nya situasi kembali kacau dan mereka kembali bertarung melawan para monster semut serta beberapa mahkluk dari kubu Madika.