Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mencari Natalia


__ADS_3

Setelah Madika meminta Bunggu untuk tetap memanggil-nya dengan nama Madika, kini Bunggu pun langsung mematuhi keinginan Madika.


"baiklah, kalau begitu mulai sekarang aku akan terus memanggil anda sebagai tuan Madika." ucap Bunggu sambil berlutut di depan Madika.


Di sisi lain, tuan Mawata yang sedari tadi hanya melihat mereka berdua saja kini berjalan mendekati Madika dan Bunggu.


"tidak ku sangka ternyata anda adalah tuan Risiwuku.... ku pikir sebelum-nya kau hanya-lah seorang pewaris semata." ucap tuan Mawata.


"hehehe...." Madika tertawa kecil dan kemudian langsung berdiri. "maaf sudah menipu kalian, tapi itu semua ku laku-kan untuk melindungi tubuh-ku.... jika saja saat itu aku tak melakukan-nya, mungkin aku sudah tidak akan ada saat ini, dan aku pun akhir-nya harus menunggu ratusan tahun lagi untuk bisa kembali bereinkarnasi." ucap Madika menjelas-kan.


"anda benar, tidak ku sangka bisa bertemu langsung dengan anda..... dulu aku hanya sering mendengar rumor tentang para ksatria tingkat legendaris, dan tentu-nya aku juga sering mendengar rumor tentang anda.... anda adalah salah satu pilar terkuat bagi yang mulia Arga, yakni raja terkuat yang memiliki potensi untuk menguasai seluruh benua." ucap tuan Mawata.


"hahahaha.... meski-pun kau berkata seperti itu tentang raja Arga, namun ia tetap saja tidak tertarik untuk menguasai seluruh benua..... dulu raja Arga pernah berkata pada-ku saat aku bertanya tentang hal itu, dan jawaban-nya adalah 'mengurus satu kerajaan saja sudah sangat merepot-kan bagi-ku, apa lagi kalau harus mengurus satu benua, mungkin aku akan botak karena harus banyak berpikir.'..... begitu-lah yang ia katakan saat aku bertanya pada-nya." ucap Madika menjelas-kan.


Setelah Madika berkata seperti itu kini mereka pun hanya bisa tertawa dengan apa yang di cerita-kan oleh Madika.


Setelah beberapa saat kemudian, tuan Mawata pun langsung mulai menanya-kan kapan Madika akan pergi keluar dari dunia bawah tanah ini.


"ehm.... tuan Madika, bukan-nya bermaksud mengusir anda, hanya saja aku ingin tahu kapan anda akan keluar dari dunia bawah tanah ini.... dari apa yang aku dengar-kan, kata-nya anda dan nona Natalia sedang terjebak dan ingin kembali ke dunia luar.... jadi aku berpikir mungkin tuan punya keperluan yang mendesak di luar sana." ucap tuan Mawata.


"sebenar-nya tidak ada keperluan mendesak di luar sana, hanya saja, sebelum-nya kami berpamitan untuk pergi berburu dan menaik-kan level kami, namun karena kami sudah berada di tempat ini sekitar satu tahun, maka sudah pasti kami akan di cari-cari di luar sana.... dan yang paling mengkhawatir-kan adalah Natalia, aku yakin kakek Sam pasti sangat khawatir dengan keadaan cucu-nya itu." jawab Madika.


"ehm.... begitu ya, baik-lah, kalau begitu bawa kristal ini bersama anda." ucap tuan Mawata sambil menyodor-kan sebuah batu kristal ke arah Madika.

__ADS_1


"kristal?.... apa kegunaan kristal ini?" tanya Madika sambil meraih kristal berwarna merah itu dari tangan tuan Mawata.


"kristal itu akan membuat anda bisa mengguna-kan energi Saga anda ketika anda keluar dari gunung ini, bisa di bilang itu adalah penangkal dari jurus penyerapan energi yang ku miliki.... dengan memiliki kristal itu, maka saat kau berada di luar tempat ini, kau tidak akan kehilangan energi saga-mu dan dengan begitu, maka kau pun bisa dengan mudah keluar dari tempat ini.... selain itu, anda juga bisa membagi-kan efek kristal ini kepada kedua rekan anda, jadi meski-pun mereka berjauhan dari anda, mereka akan tetap bisa mengguna-kan energi mereka selama mereka telah melaku-kan kontak dengan anda." ucap tuan Mawata memberi penjelasan.


"begitu ya.... baiklah, kalau begitu kami pamit dulu." ucap Madika sambil tersenyum pada tuan Mawata.


"berhati-hatilah di jalan." ucap tuan Mawata sambil melambai-kan tangan-nya.


Melihat hal itu, kini Madika dan Bunggu pun langsung melesat cepat ke arah jalan keluar dari tempat itu.


"baiklah.... waktu-nya pulang!" ucap Madika dengan ekspresi bersemangat.


Saat ini Madika dan Bunggu telah berada di luar gua.


"kristal ini jauh lebih bagus ketimbang bola energi yang ku miliki sebelum-nya..... hanya dengan menanam-kan sebuah simbol di dahi Bunggu aku pun bisa membagi-kan efek kristal ini pada Bunggu." batin Madika.


ketika Madika dan Bunggu sudah berada dekat dengan rumah, kini Madika dan Bunggu pun langsung berhenti di salah satu dahan pohon.


"ada apa tuan?" tanya Bunggu pada Madika karena saat ini Madika tiba-tiba berhenti mendadak.


"tidak ada apa-apa, aku hanya sedang berpikir, mungkin sebaik-nya aku menyembunyi-kan tingkatan-ku saat ini dari Natalia." ucap Madika sambil menoleh ke arah Bunggu.


"mengapa anda harus menyembunyi-kan tingkatan anda dari Natalia?" tanya Bunggu dengan ekspresi heran.

__ADS_1


"yah.... rasa-nya kurang asik jika dia langsung tahu tingkatan-ku yang sebenar-nya, jadi aku berniat untuk mengelabui diri-nya dan membuat-nya terkejut suatu hari nanti." ucap Madika sambil tersenyum tipis.


"hah.... dari dulu hobi anda selalu sama." ucap Bunggu sambil menghela nafas.


Setelah itu Madika pun langsung mengguna-kan sebuah jurus penyamaran untuk menyamar-kan tingkatan-nya saat ini, sehingga kini tingkatan Saga Madika telah tersamar-kan dan bisa membuat orang lain akan mengira bahwa ia masih berada di tingkat atas level 8.


"baiklah, ayo kita temui Natalia." ucap Madika yang kemudian langsung melompat ke dahan pohon lain-nya tanpa menunggu respon dari Bunggu.


Melihat Madika yang langsung melesat, kini Bunggu pun langsung mengikuti Madika dari belakang.


Tak lama setelah itu, kini Madika dan Bunggu telah tiba di rumah yang di bangun oleh Madika dan Natalia.


setiba-nya di tempat itu, Madika pun langsung mencari Natalia. ia memanggil Natalia, namun sayang-nya Natalia tidak ada di rumah, ia bahkan telah mengecek Natalia di dalam rumah namun tak ada tanda-tanda bahwa Natalia ada di dalam rumah.


"di mana Natalia? apa dia pergi mencari-ku?" batin Madika yang kini terlihat khawatir.


"apa yang terjadi?" tanya Bunggu menghampiri Madika yang berada di dalam rumah.


"Natalia tidak ada di sini!.... mungkin dia sedang mencari-ku karena aku terlalu lama pergi dari rumah." ucap Madika yang kemudian langsung berjalan ke luar.


"ayo kita cari Natalia sekarang juga.... oh iya, Bunggu, segera gunakan teknik pendeteksian tingkat tinggi milik-mu!" ucap Madika memerintah Bunggu.


"baik tuan." ucap Bunggu dengan patuh sambil mengikuti Madika dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2