Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mendesak


__ADS_3

Tak lama setelah Freon menghindar dari maut, kini Madika langsung bergerak lagi untuk menyerang Freon.


"sial, aku tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan besar-ku jika terus seperti ini." batin Freon sambil pasang ekspresi kesal.


Sementara itu, Madika yang saat ini melesat cepat sambil mengayunkan pedang-nya ke arah Freon tampak sedang berusaha mendesak Freon agar tak sempat menggunakan kekuatan yang besar dalam pertarungan ini.


"serang dia secara terus-menerus, manfaatkan keunggulan-mu saat ini dengan baik." ucap tuan Risiwuku pada Madika melalui perantara Saga.


"siap guru!" balas Madika dengan patuh.


Saat ini Madika memang hanya bisa menggunakan cara ini untuk melawan Freon. hal itu di karenakan jurus-jurus Madika mungkin tidak akan bisa.menandingi jurus-jurus terkuat yang akan di keluarkan oleh Freon.


apa lagi saat ini jurus langkah dewa angin milik Madika masih belum memenuhi syarat.


semalam ia berusaha menyelesaikan syarat itu, namun ia terkendala oleh energi Saga-nya yang banyak terkuras karena terlalu banyak menggunakan jurus langkah angin. hal itu pun mengharuskan diri-nya untuk memulihkan diri beberapa kali, setelah itu melanjutkan melakukan langkah angin. siklus itu terjadi sebanyak dua kali dalam satu malam yang Madika lewati.


hal itu pun membuat ia belum bisa menggunakan langkah dewa angin.


"jika aku tak mengalahkan-nya sekarang, maka kesempatan menang-ku melawan Freon akan menjadi 50%.!" batin Madika. lanjut-nya. "untuk bisa menggunakan jurus langkah dewa angin, aku masih harus melakukan 50 langkah angin untuk kaki kiri dan 50 juga untuk kaki kanan, berarti total-nya 100 langkah angin lagi!"


Setelah berkata seperti itu, kini Madika langsung menebaskan pedang-nya dengan kekuatan penuh dan membuat Freon terdorong sangat jauh akibat tekanan gelombang angin yang di hasilkan oleh serangan Madika menghantam tubuh-nya.


"sial!.... aku tidak boleh seperti ini terus, aku harus melakukan serangan balasan sambil mengalihkan perhatian-nya agar aku bisa menggunakan jurus yang kuat!" batin Freon dengan ekspresi kesal.


Baru saja memikirkan tentang serangan balasan, kini di hadapan Freon tampak Madika sedang melompat di udara.


lalu Madika memutar tubuh-nya sambil menebas ke arah Freon.


Seketika dua pedang di tangan Madika langsung memanjang untuk mencapai Freon yang ada di depan-nya.

__ADS_1


Melihat hal itu, Freon pun langsung melompat ke belakang dengan sangat cepat.


lalu dengan segera Freon langsung menciptakan dua buah shuriken angin yang terlihat terus berputar-putar seperti sebuah piringan.


Tak butuh waktu lama, kini Freon langsung melemparkan shuriken angin itu ke arah Madika yang saat ini baru saja mendarat ke lantai.


Madika yang melihat serangan shuriken itu kini langsung menebas shuriken itu menggunakan pedang di tangan kanan-nya.


namun tak di sangka-sangka, serangan shuriken itu ternyata lebih kuat sampai-sampai pedang yang di gunakan oleh Madika untuk menebas terasa seolah memantul dan tak bisa menahan shuriken itu.


alhasil Madika hanya bisa menepis arah shuriken itu sehingga shuriken itu tak langsung mengenai tubuh-nya, dan ia hanya mengalami luka gores di leher-nya.


Melihat kedua shuriken Freon telah berlalu, kini Madika pun dengan cepat melesat ke arah Freon.


"ini kesempatan untuk menyerang!" batin Madika.


"tchi..... ternyata tidak semudah yang ku pikirkan!" batin Madika yang kemudian langsung menoleh ke belakang sambil memutar tubuh-nya di udara untuk menghindari shuriken itu.


kini shuriken itu lewat begitu saja di atas tubuh-nya serta di bawah tubuh-nya.


Madika yang melihat shuriken itu bergerak di depan wajah-nya kini hanya bisa menahan napas-nya karena diri-nya sedikit tegang menghadapi serangan dari belakang yang datang secara tiba-tiba.


"seperti-nya shuriken ini di kendalikan dengan bebas oleh Freon.... itu berarti, untuk saat ini kemungkinan Freon belum bisa menggunakan jurus yang kuat selama ia masih mengendalikan dua shuriken ini." batin Madika.


Kini dua shuriken itu telah kembali ke sisi Freon.


lalu Freon tampak mengangkat tangan kanan-nya di depan dada dengan posisi jari tunjuk dan jari tengah tegak lurus sementara jari lain-nya di tekuk.


Setelah itu, Freon pun langsung menggerak-kan tangan kanan-nya ke depan.

__ADS_1


seketika satu shuriken pun langsung melesat ke arah Madika.


tak lama setelah itu, Freon pun langsung menggerak-kan tangan kiri-nya, dan setelah itu satu shuriken lain-nya juga langsung melesat ke arah Madika.


"dua shuriken itu di ibaratkan perpanjangan tangan bagi Freon. satu di kendalikan dengan tangan kanan, dan yang satu-nya lagi dengan tangan kiri.... jurus ini membutuhkan fokus yang cukup baik dalam pengendalian-nya, karena jika tidak, maka serangan yang di hasilkan akan jadi tidak efektif, bahkan bisa saja dua shuriken itu malah saling bertabrakan dengan sendiri-nya." ucap tuan Risiwuku saat melihat jurus yang di gunakan oleh Freon.


"jurus yang satu ini ternyata cukup merepotkan untuk di hindari." ucap Madika pada guru-nya sambil menghindari dua shuriken itu sambil melakukan salto. "dua shuriken-nya bergerak dengan pola yang sangat teratur, aku yakin kemampuan pengendalian freon pasti sudah sangat kuat.... aku harus mencari cara untuk menghadapi-nya."


"kalau begitu cobalah untuk menggunakan beberapa jurus sederhana yang kau miliki." ucap tuan Risiwuku memberi saran.


"tapi jurus sederhana milik-ku pasti dengan mudah di patahkan oleh shuriken ini!" ucap Madika lagi sambil melompat ke udara menghindari shuriken itu.


"tenang saja, kau pasti bisa melakukan-nya, yang terpenting adalah waktu penggunaan serta kemampuan membaca situasi pertarungan itu sangat di butuhkan untuk bisa menang dari jurus yang di gunakan oleh Freon saat ini." ucap tuan Risiwuku memberi penjelasan.


Mendengar penjelasan itu, kini Madika pun hanya bisa mengangguk patuh.


"baik guru, aku akan mencoba-nya." ucap Madika dengan patuh.


Setelah itu Madika pun langsung mendarat di lantai. baru saja mendarat tiba-tiba shuriken itu menghampiri-nya.


Madika pun kini langsung menahan shuriken itu menggunakan pedang-nya.


tekanan shuriken itu sangat kuat, namun Madika masih bisa menahan-nya meskipun wajah-nya saat ini tampak seperti orang yang sudah berusaha keras menahan-nya.


"di mana semangat-mu yang sebelum-nya hah?!... tadi kau terus menyerang!.... sekarang giliran-ku memberi-mu serangan!" ucap Freon dengan ekspresi yang tampak senang.


"terima ini!!" ucap Freon dengan penuh semangat sambil menggerak-kan satu tangan-nya lagi.


seketika itu juga, shuriken angin yang satu-nya lagi langsung membantu shuriken angin yang sebelum-nya sehingga kini ada dua shuriken angin yang tampak berusaha menghancurkan pedang yang Madika gunakan untuk menahan serangan itu.

__ADS_1


__ADS_2