
Setelah Madika dan Bunggu keluar dari dalam rumah, kini mereka berdua pun langsung melompat ke tanah.
lalu tanpa banyak basa-basi Bunggu langsung mengaktif-kan teknik pendeteksian tingkat tinggi milik-nya.
jurus pendeteksian tingkat tinggi ini berbeda dengan jurus pendeteksi yang di gunakan oleh banyak orang pada umum-nya.
umum-nya jurus pendeteksi hanya mendeteksi keaktifan Saga seseorang saja. dengan kata lain, hanya bisa mendeteksi orang yang energi Saga-nya sedang mengalir di seluruh tubuh-nya.
namun, jurus pendeteksi tingkat tinggi ini berbeda karena jurus ini mampu membuat pengguna-nya bisa mendeteksi segala yang ada di sekitar-nya bahkan semur sekali pun dapat di deteksi mengguna-kan jurus ini.
"tuan, jangkauan pendeteksi milik-ku hanya mencapai satu kilometer saja, dan di jarak ini aku tidak menemu-kan tanda-tanda keberadaan manusia lain selain kita berdua." ucap Bunggu yang baru saja selesai mendeteksi
"kalau begitu kita pindah tempat!" ucap Madika yang kini langsung melesat ke dahan pohon di depan-nya.
Melihat Madika yang langsung pergi begitu saja kini Bunggu pun hanya bisa menghela nafas dan langsung mengikuti Madika dengan patuh.
Kini Madika dan Bunggu pun terus melakukan pencarian.
setelah beberapa saat mencari, akhir-nya Bunggu berhasil mendeteksi keberadaan Natalia.
"tuan, di arah kiri, jarak sekitar 700 meter dari sini ada seorang gadis yang sedang terpojok oleh kawanan monster harim...."
belum selesai Bunggu berbicara kini Madika pun sudah melesat dengan cepat ke arah yang di tunjuk-kan oleh Bunggu.
"cepat pimpin jalan ke sana!" ucap Madika mendesak Bunggu.
Mendengar perintah Madika, kini Bunggu pun langsung ikut melesat dengan cepat dari satu pohon ke pohon lain-nya.
"jalan di depan, ku tidak tahu pasti arah-nya ada di mana!" ucap Madika menyuruh Bunggu untuk memimpin jalan.
"baiklah tuan." ucap Bunggu dengan patuh. kemudian Bunggu pun langsung melesat di depan Madika dan memimpin jalan.
Saat ini Natalia sedang berada di sebuah tebing yang cukup tinggi.
diri-nya tampak sedang bernafas dengan terengah-engah karena baru saja berusaha kabur dari kejaran sekelompok monster harimau.
__ADS_1
"sial sekali, ternyata ini jalan buntu!" batin Natalia sambil menyeka keringat di dahi-nya.
Saat ini Natalia tampak sedang berkeringat dingin.
rasa takut sedang mengancam diri-nya ketika melihat jumlah monster harimau yang mendatangi-nya cukup banyak.
"apa yang harus ku lakukan sekaran?" batin Natalia yang kini terlihat hampir putus asa.
baru saja berkata seperti itu dalam hati, kini salah satu monster harimau yang ada di depan Natalia langsung mengaum dengan suara yang sangat keras hingga membuat Natalia semakin ketakutan dan gemetaran.
Setelah itu si monster harimau yang berada di depan Natalia itu pun langsung melompat ke arah Natalia dan berniat untuk segera menerkam Natalia.
Melihat hal itu, Natalia pun langsung menutup mata-nya mengguna-kan lengan tangan-nya.
seketika itu juga tiba-tiba Natalia mendengar suara ledakan tepat di depan-nya.
ledakan itu muncul bersamaan dengan hembusan angin yang sangat kencang sampai-sampai rambut Natalia langsung beterbangan di buat-nya.
Natalia yang terkejut akan hal itu pun kini langsung menyingkir-kan tangan-nya dari mata-nya dan langsung melihat situasi di sekitar-nya.
Tak lama setelah itu, kini Madika dan Bunggu pun langsung turun dari salah satu dahan pohon yang ada di sekitar tempat itu.
mereka berdua pun langsung mendarat tepat di samping Natalia.
"apa kau baik-baik saja?" tanya Madika dengan ekspresi khawatir sambil mendekati Natalia.
Sementara itu, Natalia yang sangat mengenal suara Madika kini langsung menoleh ke arah Madika, dan ketika ia melihat sosok Madika yang sedang berdiri di depan-nya, kini ia pun langsung mendekati Madika dan langsung memeluk Madika tanpa ragu-ragu.
"dari mana saja kau?.... aku kesulitan mencari-mu, ku pikir kau terkena masalah di luar sana!" ucap Natalia yang saat ini mulai menetes-kan air mata.
"maaf sudah membuat-mu khawatir." ucap Madika yang kemudian langsung membalas pelukan Natalia sambil membelai lembut rambut Natalia.
"dari mana saja kau?.... apa kau tak sadar berapa lama kau meninggal-kan ku sendiri di rumah?.... aku sangat khawatir." ucap Natalia mencurah-kan isi pikiran-nya saat ini.
Memang benar, selama Madika menghadapi ujian dari tuan Mawata, Madika memang sudah cukup terlena di dalam gua. ia bahkan sampai tidak sempat memperhitungkan waktu.
__ADS_1
bahkan saat ia pergi berhadapan dengan Banteluku pun ia tidak sempat singgah untuk memberitahu-kan Natalia tentang apa yang sedang ia lakukan.
tanpa sadar Madika pun sudah menghabis-kan waktu kira-kira tiga hari lama-nya.
hal itu tentu-nya membuat Natalia khawatir.
karena tidak mungkin hanya pergi berburu saja bisa sampai selama itu.
karena Madika tidak kunjung datang, akhir-nya Natalia pun langsung memutus-kan untuk pergi mencari Madika apa pun yang terjadi.
"maaf, ini salah-ku karena tidak memberi-mu kabar tentang apa yang sedang ku lakukan." ucap Madika meminta maaf.
Kini Madika dan Natalia terus berpelukan.
saking serius-nya mereka berpelukan sampai-sampai keberadaan Bunggu di dekat mereka seolah hanya-lah sebuah ilusi yang tidak berarti.
mereka benar-benar mengabai-kan Bunggu yang saat ini berdiri tidak jauh dari mereka.
Setelah Natalia sudah cukup tenang. kini Madika pun mulai menjelas-kan tentang apa yang ia lakukan selama kurang lebih tiga hari ini.
saat Madika menjelas-kan apa yang ia alami, Natalia pun hanya bisa mengangguk, dan terkadang ia terlihat senang dan tersenyum bahagia saat mendengar cerita Madika.
hal itu di karena-kan cerita Madika ini memang membawa kebahagian bagi mereka karena dari cerita itu Natalia bisa tahu bahwa ternyata selama kurang lebih tiga hari ini Madika sedang berusaha untuk mendapat-kan cara keluar dari tempat ini.
"itu benar-benar sangat bagus!.... akhir-nya kita bisa keluar dari tempat ini." ucap Natalia yang kini tampak bersemangat. "tapi...." sambung-nya sambil menggantung-kan perkataan-nya.
"tapi apa?" tanya Madika memasti-kan.
"tapi siapa orang ini?" tanya Natalia sambil menunjuk ke arah Bunggu dengan ekspresi ingin tahu.
"oh, dia itu adalah salah satu orang yang terjebak di tempat ini, aku bertemu dengan-nya saat aku melakukan perjalan untuk mencari diri-mu." jawab Madika.
Setelah berkata seperti itu, Madika pun segera berbicara pada Bunggu melalui perantara energi milik-nya.
Madika menyuruh Bunggu untuk mengiya-kan apa yang Madika kata-kan barusan. bahkan dengan segera Madika juga langsung menyuruh Bunggu untuk segera menyamar-kan tingkatan-nya sebelum Madika membuat Natalia bisa mengguna-kan energi Saga.
__ADS_1