Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Freon vs Ntau


__ADS_3

Saat pria itu terlempar jauh dan mati seketika, kini banyak penonton mendukung Gino tampak langsung berteriak dengan heboh-nya karena Gino berhasil memenangkan pertarungan-nya.


"sudah ku duga ia pasti akan menang saat berhasil menggunakan teknik Bagakoro." ucap tuan Samon dengan sedikit senyum yang terpampang di wajah-nya.


Sementara itu, saat ini Natalia tampak sedang menyilang-kan kedua tangan-nya di depan dada.


"Gino, dia memiliki potensi yang cukup bagus jika di jadikan sebagai pengawal pribadi-ku.... kemampuan bertarung-nya cukup mumpuni, dan jika di lihat dari level saga-nya sudah jelas ia memiliki kemampuan yang tak boleh di remehkan." batin Natalia dengan ekspresi menilai.


Di sisi lain, saat ini, Madika yang sedang melihat pertarungan itu tampak sedikit kagum dengan kemampuan Gino.


"ternyata seperti ini kemampuan para senior di akademi ini.... benar-benar tidak boleh di anggap enteng." batin-nya.


Beberapa saat kemudian, kini Gino telah keluar dari arena pertarungan. ia saat ini langsung mengembalikan kesadaran-nya ke tubuh asli-nya.


setelah itu langsung beristirahat dan mulai duduk bersila serta segera memulihkan saga-nya yang di gunakan oleh tubuh kedua saat di arena bertarung.


Setelah itu, pertarungan pun kembali di lanjutkan.


pertarungan yang ke sebelas dan dua belas tampak biasa saja. namun, pada pertarungan yang ke tiga belas, kini muncul lagi satu pemuda berbakat dengan kemampuan yang banyak menarik perhatian orang-orang.


siswa itu bernama Freon.


Freon adalah salah satu siswa yang di segani oleh siswa lain-nya di kelas 2 angin. bukan hanya di kelas dua angin saja, diri-nya adalah seorang siswa yang di segani oleh seluruh siswa akademi Walawatu ini.


diri-nya di segani bukan karena ia berasal dari keluarga bangsawan seperti yang lain-nya, melainkan ia di segani karena kemampuan-nya yang luar biasa dalam pertarungan, dan ia adalah salah satu siswa yang pernah berhasil mengimbangi kemampuan bertarung si ketua OSIS akademi ini.


ketua OSIS di akademi ini adalah sosok siswa yang paling kuat di akademi, dan Freon berhasil mengimbangi kekuatan si ketua OSIS itu.

__ADS_1


hal itu tentu-nya membuat nama Freon menjadi sangat di kenal oleh para siswa yang ada di akademi ini.


banyak siswa yang berpendapat bahwa tidak menutup kemungkinan ia bisa menggeser posisi si ketua OSIS saat ini.


Sama seperti Gino, Freon adalah anak yang berasal dari keluarga yang pas-pasan. ia memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang ksatria dengan bayaran yang tinggi, dan salah satu cara untuk mendapatkan upah yang seperti di inginkan-nya adalah bekerja langsung untuk para bangsawan.


hal itu yang membuat diri-nya tidak mau melewatkan kesempatan ini.


Saat ini Freon tampak memasuki arena pertarungan.


di arena itu tampak Ntau sudah berdiri di tengah arena untuk menanti kedatangan Freon.


"tchi.... sial sekali aku hari ini!" batin Ntau saat melihat Freon berjalan mendekati-nya.


Ketika Freon sudah tiba di hadapan Ntau, kini Freon langsung menatap Ntau dengan ekspresi mengintimidasi.


"menyerah-lah.... aku tak mau ada perlawanan yang sia-sia di sini." ucap Freon dengan tatapan intimidasi-nya yang kini membuat bulu kuduk Ntau langsung berdiri tegak.


"meskipun dia orang yang pernah mengimbangi kekuatan ketua OSIS, bukan berarti aku tak boleh mencoba untuk melawan kan?!.... ya benar!.. aku harus mencoba!... apa-pun yang terjadi pikirkan belakangan saja!.... lagi pula dengan alat Polinjanyawa aku tidak akan mati meskipun tubuh kedua-ku terbunuh atau bahkan lenyap karena serangan-nya!" batin Ntau yang terus berusaha meyakinkan diri untuk tetap mencoba agar melawan.


hal itu Ntau lakukan karena Ntau juga membutuhkan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang yang lebih banyak.


Tak lama setelah itu, kini wasit pertarungan langsung memberikan aba-aba pertanda pertarungan di mulai.


baru sedetik pertarungan di mulai, tiba-tiba Freon langsung lenyap dari pandangan Ntau.


hal itu pun membuat Ntau langsung terkejut dengan mata yang tampak terbelalak.

__ADS_1


"kau melihat ke mana hah?" tanya Freon yang secara tiba-tiba muncul di belakang Ntau sambil memposisikan tangan-nya untuk melancarkan sebuah tinju.


"cepat sekali!" batin Ntau yang saat ini tak sempat untuk menoleh ataupun menghindar.


Kini Ntau pun langsung terkena pukulan telak di wajah-nya.


Ntau pun langsung terlempar jauh akibat pukulan itu.


"pukulan-nya kuat sekali!" ucap para penonton dengan ekspresi terbelalak.


"ini lebih kuat dari pertarungan-nya melawan ketua OSIS di perlombaan antar kelas tahun lalu." ucap kepala akademi yang melihat kekuatan Freon.


"hmm...." tuan Samon sekali lagi mengelus janggut-nya sambil menilai kemampuan Freon. "anak ini luar biasa, di usia semuda itu ia telah meningkat-kan Saga angin-nya dengan sangat baik.... bahkan hanya dengan pukulan yang biasa saja ia sudah bisa menghasilkan tekanan angin yang luar biasa hingga lawan-nya terpental jauh.... tapi meskipun begitu ini masih belum selesai." ucap tuan Samon sambil melirik Ntau yang saat ini terlihat sedang berusaha untuk berdiri.


Di sisi lain, Natalia yang saat ini tampak sedang duduk sambil menyilang-kan kedua tangan-nya kini mengalihkan perhatian-nya pada Ntau yang saat ini terlihat sedang berusaha mati-matian untuk berdiri.


sementara itu, Freon saat ini tampak hanya berdiri dengan santai setelah melancarkan satu pukulan kepada Ntau.


"meskipun sudah kesulitan seperti itu, tapi dia masih ngotot untuk bertarung.... apa dia tidak bisa membaca situasi?..... padahal sudah jelas perbedaan mereka bagaikan langit dan bumi, tapi masih saja ingin melawan.... benar-benar membuang-buang waktu saja." batin Natalia sambil membuang muka dengan ekspresi risih.


Sementara itu, Madika yang melihat Ntau yang sedang berusaha untuk melawan itu memiliki pandangan yang berbeda dari Natalia.


"seperti-nya Ntau mempunyai alasan tertentu yang membuat-nya berusaha sampai segitu-nya." batin Madika saat melihat Ntau yang kini menerima pukulan lagi dari Freon.


Freon tampak mengangkat tangan-nya di depan dada sambil mengepalkan telapak tangan-nya dengan erat.


"mau sampai kapan kau ingin bertarung melawan-ku?..... bukankah sudah jelas bahwa kemampuan-mu sangat jauh di bawah-ku?.... bahkan tinju angin yang biasa saja tak bisa kau tahan dengan benar." ucap Freon.

__ADS_1


"lebih baik menyerah saja.... aku sudah bilang sebelum-nya bahwa aku tak ingin melihat perlawanan yang sia-sia dari-mu."


"diam kau sial@n.... hanya karena lebih kuat dari-ku bukan berarti kau bisa mengalahkan ku semudah itu!" balas Ntau dengan penuh percaya diri meskipun wajah-nya tampak sedang meringis kesakitan.


__ADS_2