
Setelah tuan Mawata mengaktif-kan teknik pewarisan kekuatan pada bola energi milik-nya, kini tuan Mawata pun langsung memberi-kan bola energi itu pada Madika untuk di serap oleh Madika.
setelah menerima sedikit penjelasan dari tuan Mawata, kini Madika pun langsung mengambil bola energi itu dan mulai menyerap kekuatan dari bola energi itu.
Saat ini Madika tengah duduk bersila sambil menyerap bola energi itu.
di saat Madika menyerap bola energi itu, kini berbagai macam jurus muncul di kepala Madika. jurus-jurus itu pun kini tersimpan dengan baik di ingatan Madika. namun, karena kebanya-kan dari jurus itu adalah jurus tipe api, maka beberapa jurus pun tak bisa Madika gunakan.
meski-pun demikian, dengan melakukan sedikit penyesuaian, maka jurus-jurus itu bisa saja di transformasi-kan menjadi jurus dengan tipe angin.
Kini Madika terus melanjut-kan penyerapan bola energi itu.
sementara itu, tuan Mawata yang melihat proses penyerapan bola energi berjalan lancar kini hanya bisa mengelus janggut-nya sambil pasang ekspresi yang terlihat puas dengan apa yang ia lihat saat ini.
"teknik untuk mewari-kan kekuatan seperti ini adalah teknik yang sangat sulit untuk di lakukan, hal itu di karena-kan teknik ini hanya bisa di gunakan oleh orang-orang yang memiliki kekuatan besar yang bisa mempertahan-kan energi-nya meski-pun ia sudah mati." ucap tuan Mawata sambil menoleh ke arah Bunggu.
"kau tahu kan?..... hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mempertahan-kan kekuatan dan ingatan-nya dalam bentuk Saga, dan bisa di bilang, aku adalah salah satu dari orang-orang itu, selain itu, wujud manusia-ku saat ini hanya-lah sebuah perwujudan dari energi Saga milik-ku sesaat sebelum aku meninggal di masa lalu...." ucap tuan Mawata menggantung-kan perkataan-nya. setelah itu ia langsung menoleh ke arah Madika.
"bukan-kah begitu tuan Risiwuku?" ucap-nya seolah mengetahui keberadaan tuan Risiwuku di dalam tubuh Madika.
Mendengar ucapan tuan Mawata, kini Madika dan Bunggu tampak terkejut.
Madika yang saat ini sedang menyerap bola energi itu kini tampak terkejut dan langsung membuka mata-nya.
melihat Madika yang langsung membuka mata-nya karena terkejut, kini tuan Risiwuku pun langsung menyuruh Madika untuk tetap fokus menyerap bola energi itu apa pun yang terjadi.
"tetap-lah fokus Madika!.... jangan sampai penyerapan-nya terganggu, jika terganggu bisa-bisa kau akan gagal mendapat-kan kekuatan-nya, dan yang paling buruk, bisa-bisa kau akan mengalami luka dalam jika melakukan sedikit kesalahan dalam penyerapan energi ini!" ucap tuan Risiwuku melalui perantara Saga.
__ADS_1
"tapi guru, dia seperti-nya mengetahui keberadaan anda!" balas Madika menanggapi.
"tenang saja, kita urus masalah itu nanti.... inti-nya kau harus fokus karena bola energi ini berisi-kan energi yang tingkatan-nya sangat jauh dari tingkatan-mu saat ini, jika kau tidak berhati-hati, maka tubuh-mu sendiri akan hancur karena tidak bisa menampung energi yang sangat besar." ucap tuan Risiwuku menjelas-kan.
"siapa sebenar-nya orang tua ini?.... di tingkat mana diri-nya sebelum ia meninggal?" ucap Madika bertanya-tanya.
"orang ini hanya berada di tingkat Epic saat terbunuh, namun karena ia terlahir dengan bakat istimewa, ia pun bisa mengguna-kan teknik pewarisan kekuatan tanpa mengalami masalah.... umum-nya teknik pewarisan kekuatan hanya bisa di lakukan oleh orang-orang yang sudah mencapai tingkat legendaris, namun karena mencapai tingkat legendaris itu sangat sulit, maka banyak yang mengatakan bahwa teknik ini hanya bisa di lakukan oleh orang-orang tertentu saja, dan itu memang hal yang benar." ucap tuan Risiwuku menjelas-kan.
Setelah mendengar penjelasan dari tuan Risiwuku, kini Madika pun langsung kembali berkonsentrasi dengan proses penyerapan energi yang ia lakukan.
Sementara itu, saat ini tuan Mawata tampak sedang menatap Madika sambil tersenyum tipis.
sedangkan Bunggu yang mendengar perkataan tuan Mawata sebelum-nya kini juga ikut penasaran, apakah tuan Mawata benar-benar mengetahui keberadaan tuan Risiwuku atau tidak.
"tuan, seperti-nya orang ini mengetahui keberadaan anda." ucap Bunggu menghubungi tuan Risiwuku melalui perantara energi yang ia miliki.
"ya, seperti-nya sejak awal dia memang sudah menyadari keberadaan-ku, tapi tenang saja, seperti-nya orang ini tidak memiliki niat buruk sama sekali." ucap tuan Risiwuku menanggapi.
Setelah beberapa saat kemudian, kini Madika telah selesai menyerap bola energi tersebut.
setelah ia selesai menyerap bola energi itu, tuan Mawata pun langsung memegang kepala Madika.
"baik-lah, sekarang aku akan membantu-mu memperluas inti Saga-mu dan kemudian mengkonversi-kan kekuatan bola energi menjadi energi Saga yang cocok dengan-mu.... dengan begitu maka kau bisa langsung naik tingkat dan semua jurus yang saat ini sudah tersimpan di ingatan-mu itu pasti akan bisa kau gunakan dan di ubah ke bentuk angin." ucap tuan Mawata.
Madika yang mendengar ucapan tuan Mawata itu kini hanya diam dan mengangguk-kan kepala-nya dengan patuh.
"apa kau sudah siap?" tanya tuan Mawata.
__ADS_1
"ya aku sudah siap." jawab Madika dengan penuh percaya diri.
"baik-lah, kalau begitu ayo kita mulai sekarang!" ucap tuan Risiwuku sambil mengalir-kan energi Saga-nya ke kepala Madika.
Kini energi Saga milik tuan Mawata langsung masuk ke seluruh tubuh Madika melalui jalur-jalur nadi Saga yang ada di tubuh-nya.
hingga akhir-nya kini energi Saga tuan Mawata memasuki inti Saga milik Madika.
setelah itu tuan Mawata pun langsung mengaktif-kan teknik peningkatan paksa milik-nya.
teknik ini akan memberi-kan rasa sakit pada orang yang akan di tingkat-kan inti Saga-nya agar bisa menampung energi yang sangat besar dari bola energi.
Saat teknik peningkatan paksa itu di aktif-kan, Madika pun langsung merasa-kan kesakitan, terutama di bagian inti Saga serta nadi-nadi Saga yang ada di dalam tubuh-nya.
ia kini langsung berteriak kesakitan. namun tuan Mawata tetap melanjut-kan teknik peningkatan paksa itu.
Saat ini Madika merasa-kan inti Saga-nya seperti sedang di sobek-sobek, begitu pula dengan urat nadi Saga yang ada di tubuh-nya.
namun apalah daya, Madika saat ini hanya bisa berteriak menahan rasa sakit yang sangat menyiksa itu.
Sementara itu, Bunggu yang melihat Madika menjerit kesakitan kini langsung bergerak maju mendekati Madika.
"apa yang kau...." perkataan Bunggu terhenti karena tuan Risiwuku menyelam perkataan-nya.
"jangan mengganggu-nya!" ucap tuan Risiwuku menyela perkataan Bunggu melalui perantara energi milik-nya.
seketika Bunggu pun berhenti dan mematuhi ucapan tuan Risiwuku.
__ADS_1
"ini adalah proses yang harus madika lalui jika ia mengingin-kan kekuatan dengan cepat.... memang ini sangat menyiksa, namun jika ia bisa bertahan, maka sudah di pasti-kan peningkatan energi Saga-nya akan sangat drastis!" ucap tuan Risiwuku menjelas-kan.
Mendengar penjelasan tuan Risiwuku, kini Bunggu hanya bisa diam dan menatap Madika dengan ekspresi khawatir.