Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pertarungan Freon


__ADS_3

Saat ini di arena bertarung tampak pertarungan berikut-nya akan di lanjutkan kembali setelah beristirahat selama lima belas menit.


tampak di sebuah layar besar terdapat sebuah struktur pertarungan yang akan di lakukan.


di layar lebar itu tampak nama Madika berada di urutan terakhir dan tidak memiliki lawan bertanding karena jumlah merek yang tersisa adalah lima belas orang.


Saat Madika melihat nama-nya di urutan terakhir, ia sedikit bingung. begitu-pun dengan Ariel. namun kedua-nya yakin pasti ada penjelasan setelah urutan pertarungan itu di munculkan.


Tak lama setelah itu si wasit pun masuk ke arena pertarungan dan mulai menjelaskan tentang pertarungan kali ini.


yang ia jelaskan adalah bagian dari sistem urutan tersebut.


[baiklah.... untuk kali ini, karena jumlah peserta-nya ada lima belas orang, maka kami akan meloloskan tujuh pemenang di pertarungan ini.... setelah tujuh pemenang lolos, maka tujuh orang yang kalah akan melakukan pertarungan lagi untuk menentukan siapa yang akan maju melawan Madika. setelah salah satu dari tujuh yang kalah itu berhasil memenangkan pertarungan itu, maka pemenang-nya di perbolehkan untuk menantang Madika yang berada di urutan terakhir, dan pemenang dari pertarungan melawan Madika akan mengisi posisi ke delapan yang masih kosong.... sampai di sini jelas ya.... baiklah.... langsung saja kita mulai pertarungan-nya.]


ucap si wasit menjelaskan dan memulai kembali pertarungan.


Setelah itu, kini dua petarung di undang ke arena bertarung.


kedua-nya kini tampak telah siap untuk bertarung satu sama lain.


tak lama setelah itu pertarungan sengit antara dua pria itu pun di mulai.


kedua-nya memiliki kemampuan bertarung yang cukup bagus. namun sayang-nya mereka lebih banyak beradu kekuatan hingga akhir-nya pertarungan mereka berakhir dalam waktu sepuluh menit.


Setelah pertarungan dua pria itu berakhir. kini tiba giliran Freon untuk maju dan melawan salah satu pemenang di babak sebelum-nya.


lawan freon kali ini adalah seorang pengguna Saga petir dari kelas tiga petir.


lawan-nya ini cukup kuat meskipun diri-nya tidak terlalu terkenal, namun kemampuan bertarung-nya cukup bagus sehingga bisa sampai ke babak kali ini.


Saat Freon memasuki arena pertarungan. ia pun kini berdiri berhadapan dengan lawan-nya kali ini.


lalu dengan ekspresi yang cukup angkuh freon langsung menyuruh orang itu untuk menyerah.

__ADS_1


"sebaik-nya kau menyerah saja.... tidak ada guna-nya bagi-mu melanjutkan pertarungan yang sudah pasti bahwa aku-lah yang akan menjadi pemenang-nya." ucap-nya dengan sangat arogan.


"hmmp!.... di atas langit masih ada langit.... mana tahu kalau ternyata justru akulah yang jauh lebih kuat dari-mu." balas pria itu dengan ekspresi yang tampak sudah siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi dalam pertarungan-nya kali ini.


"tchi.... orang bodoh seperti-mu ternyata memang harus di beri pelajaran dulu baru bisa paham!" ucap Freon sambil menatap pria itu dengan penuh intimidasi.


"hempp.... justru orang angkuh seperti-mu lah yang harus di beri pelajaran dulu baru paham!" balas pria itu.


Setelah itu, Freon langsung menciptakan sebuah lingkaran angin. lalu dari lingkaran angin milik-nya itu muncul puluhan pedang angin yang berukuran biasa.


"terima serangan-ku ini bod0h!" ucap Freon sambil mengibaskan tangan kanan-nya searah dengan pria itu.


kini pedang angin milik Freon langsung melesat cepat ke arah pria itu.


Pria itu pun kini langsung bergerak dengan cepat untuk menghindari serangan pedang yang sangat banyak itu.


tampak setiap jalur yang di lewati oleh pria itu terlihat sisa-sisa petir yang menyambar.


"dia cepat sekali!!" batin Freon yang saat ini tampak terkejut.


ia bahkan sudah bersiap untuk melancarkan tinju tangan kanan-nya.


tangan kanan pria itu kini terlihat di penuhi oleh Sambaran petir yang tidak terlalu besar namun terlihat sangat bersinar.


"mati kau!" ucap pria itu dengan suara yang cukup keras.


Melihat serangan yang cukup mengerikan itu, kini Freon pun langsung melompat ke samping dengan cepat.


hal itu pun membuat tinju tangan kanan pria itu kini hanya menghantam angin.


saat tinju itu di lancarkan, tiba-tiba tercipta semacam laser petir yang cukup besar merambat dengan cepat ke depan, tepat di area tinju itu berarah.


Kini Freon pun langsung melompat jauh ke belakang untuk menjaga jarak.

__ADS_1


"tchi.... dia memanfaatkan petir-nya untuk meningkatkan kecepatan serta memberikan tinju yang sangat mengerikan jika terkena telak." batin Freon sambil menyeka keringat-nya yang perlahan membasahi dahi-nya.


"ternyata kau masih bisa menghindar juga ya.... tadi-nya ku pikir kau akan terkena telak." ucap pria itu yang kini tampak seolah sedang mengejek Freon.


"hahaha..... baru begitu saja kau sudah bangga ha?.... mari kita lihat sampai di mana kau akan bisa melawan-ku." ucap Freon dengan penuh percaya diri.


Setelah berkata seperti itu, kini Freon langsung menciptakan sebuah pedang api di tangan kanan-nya.


ia kemudian langsung menebas-kan pedang angin itu ke udara dan menciptakan lengkungan angin yang bergerak cepat.


Freon pun langsung menebas berkali-kali dan memberikan serangan beruntun pada pria itu.


"dengan cara ini, aku yakin dia pasti akan bergerak mendekati-ku.... di saat dia berada di dekat-ku, maka aku bisa melawan-nya menggunakan pedang-ku tanpa harus takut pada-nya seperti tadi saat tak menggunakan pedang." batin Freon membuat rencana.


Apa yang di pikirkan oleh Freon memang benar. kini pria itu menghindari semua serangan lengkungan angin itu sambil terus bergerak maju mendekati Freon.


setelah berada di dekat Freon, kini pria itu langsung menciptakan satu pedang petir di kedua tangan-nya.


masing-masing tangan pria itu kini memegang pedang.


Hal itu pun membuat Freon langsung terkejut dan terbelalak.


"apa!?" ucap Freon yang terkejut melihat hal itu.


Kini pria itu langsung berputar di udara sambil menebaskan kedua pedang-nya itu pada Freon.


Freon yang sempat terkejut kini langsung memblokir-nya menggunakan satu pedang. namun ia harus memegang satu pedang itu menggunakan kedua tangan-nya karena dorongan dari serangan pedang milik pria itu jauh lebih kuat dari dugaan-nya. bahkan ia sendiri pun sampai terdorong ke belakang saat menahan serangan pedang pria itu.


"serangan-nya kuat sekali!" batin Freon mengakui kemampuan pria itu.


Tidak cukup sampai di situ, kini pria itu langsung melancarkan serangan berikut-nya.


ia terus menebas ke arah Freon secara bertubi-tubi. bahkan saat ini Freon semakin kerepotan menahan serangan itu sampai-sampai Freon harus mengalami beberapa luka di tangan dan kaki-nya karena serangan pria itu tidak tertuju pada bagian atas tubuh saja.

__ADS_1


"dia memiliki banyak sekali variasi gerakan berpedang.... aku tak bisa menandingi-nya jika terus beradu pedang seperti ini!" batin Freon yang sudah kewalahan menghadapi pria itu.


__ADS_2