
Saat ini Silo sedang menguasai pertarungan.
Nono terlihat mulai terdesak.
Silo terus menyerang menggunakan belati dan pedang-nya.
"di mana kemampuan-mu yang sebelum-nya kau tunjuk-kan hah?.... apa kau tak bisa menggunakan jurus rahasia-mu itu sekarang?" ucap Silo dengan wajah angkuh dan meremehkan Nono.
Madika yang melihat tingkah Silo itu kini hanya bisa tersenyum tipis.
"seperti inilah manusia zaman sekarang, kalah 'ngebac0t', menang jadi sok keras." ucap Madika dalam hati.
Sementara itu, Nono yang mendengar ucapan Silo yang meremehkan-nya itu kini tampak mulai kesal dengan tingkah Silo.
"kalau saja aku tidak menjadikan-mu bahan latihan bertarung seperti ini, maka aku pasti sudah membunuh-mu dari tadi sial@n!!" batin Nono sambil pasang ekspresi kesal.
Apa yang di katakan oleh Nono memang benar. saat ini Nono hanya menjadikan solo sebagai percobaan untuk bertarung tanpa menggunakan jurus rahasia-nya itu.
ia melihat Silo sebagai orang yang bisa ia jadikan bahan latihan karena kemampuan bertarung Silo sebenar-nya tidaklah seberapa jika di bandingkan dengan beberapa peserta lain-nya, dan yang lebih penting lagi adalah, Nono bisa saja menggunakan jurus rahasia-nya itu pada Silo apabila Nono berada dalam situasi yang sudah sangat mendesak.
"seperti-nya aku harus mengubah pola serangan dan pergerakan tubuh-ku." batin Nono.
Setelah itu, Nono pun langsung menciptakan dua pedang es lagi.
setelah itu Nono langsung melempar satu pedang ke udara. setelah itu ia melompat ke atas pedang itu dan berdiri di atas pedang yang saat ini melayang di udara.
Setelah itu dengan kedua pedang di tangan-nya kini Nono langsung melancarkan jurus tebasan es ke arah Silo.
tampak beberapa lengkungan es melesat ke arah Silo.
Silo yang melihat serangan itu kini dengan angkuh dan santai-nya menjentik-kan jari-nya.
seketika itu juga tampak sepuluh belati langsung melesat dan menghancurkan lengkungan angin milik Nono.
__ADS_1
Setelah itu Silo pun menarik belati-nya menjadi satu. setelah itu ia langsung berlari ke arah Nono sambil melemparkan belati-nya ke arah Nono yang saat ini berada di udara.
Sementara itu, Nono yang melihat serangan itu kini langsung melepaskan kedua pedang di tangan-nya.
kedua pedang itu kini melayang dan bergerak pelan ke depan Nono.
lalu Nono pun mulai menggerak-kan tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan.
setelah itu ia pun langsung menghentak-kan tangan kanan-nya di udara.
seketika itu juga kedua pedang es milik Nono itu langsung melesat cepat dan menghadapi serangan belati Silo.
Kini pedang milik Nono bergerak dengan cepat dan dengan bebas melesat ke berbagai arah untuk mematahkan semua belati es milik Silo.
Kini semua belati es di hancurkan oleh dua pedang es milik Nono.
hal itu pun membuat Silo terkejut.
"jumlah pedang saat ini adalah batasan yang bisa ku kendalikan.... aku tak bisa mengendalikan lebih dari tiga pedang, jika ingin mengendalikan lebih dari ini, maka aku harus berlatih lebih baik lagi salah hal pengendalian Saga yang tepat." batin Nono. "meskipun hanya tiga, tapi aku yakin ini bisa mengatasi semua serangan dari Silo!"
Setelah itu kini Nono pun langsung maju menyerang Silo.
dengan pedang yang ia naiki saat ini ia melesat cepat ke arah Silo.
ketika berada dekat dengan Silo, ia langsung menggerak-kan dua pedang lain-nya ke arah Silo.
Silo yang melihat hal itu langsung melompat menghindari dua pedang itu.
saat masih di udara, Silo dengan cepat melemparkan pedang-nya ke arah Nono.
melihat sepuluh pedang yang bergerak ke arah-nya, Nono pun langsung melesat cepat menjauhi pedang es Silo.
Di sisi lain, Madika yang melihat cara bertarung Nono kini terlihat sedikit bingung dengan tindakan Nono. hal itu di karenakan Nono telah menyia-nyiakan keunggulan-nya di udara.
__ADS_1
"padahal dia punya kesempatan untuk mengalahkan Silo di udara, tapi kenapa dia malah bergerak terlalu jauh.... padahal serangan pedang dan belati milik Silo tidaklah menakutkan." ucap Madika sambil menggelengkan kepala-nya.
"aku rasa Nono masih terlalu amatir dalam pertarungan seperti ini.... mungkin karena selama ini ia selalu bertarung dengan cara yang singkat." sela Nina.
"aku juga berpikir seperti itu." timpal Ariel sambil menoleh pada Madika.
"jurus yang Silo gunakan ini bukan-lah teknik pengendalian bebas.... ia hanya bisa menggerak-kan pedang dan belati-nya dengan satu arah saja, kesan-nya, dia hanya bisa menggerak-kan senjata-nya dengan cara maju mundur dengan diri-nya sebagai pusat-nya.... sementara jurus yang di gunakan oleh Nono memungkinkan diri-nya untuk bergerak bebas di udara..... hal itu di karenakan ia bisa mengendalikan pedang-nya dengan sangat bebas, entah itu maju, mundur, ataupun berbelok, semua-nya bisa ia lakukan.... akan tetapi ia tidak mengambil kesempatan untuk menyerang Silo saat di udara." jelas Madika.
Di sisi lain, Silo yang saat ini sudah mendarat di lantai langsung menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerak-kan. setelah itu ia langsung menapak-kan tangan-nya ke lantai untuk melancarkan sebuah serangan es dari lantai arena.
serangan es itu berbentuk sebatang es runcing yang bergerak memanjang ke udara.
Kini terlihat banyak es runcing yang bergerak cepat menjulang ke udara. tepat-nya menjulang ke arah Nono yang sedang terbang menggunakan pedang-nya.
Nono yang melihat serangan es runcing itu kini langsung bergerak dengan cepat untuk menghindar.
Es runcing itu terus bermunculan dari lantai arena bertarung.
sementara itu, Nono terus berusaha menghindari semua serangan itu. ia terus terbang dan bergerak cepat di udara untuk menghindari es runcing.
namun salah satu es runcing langsung muncul dengan cepat dan menghalangi jalan Nono.
hal itu pun membuat Nono terkejut dan dengan terburu-buru menghindari es runcing itu.
Baru saja Nono berhasil menghindari es runcing itu, tiba-tiba di samping Nono tampak Silo yang sudah siap melancarkan tinju yang sangat kuat ke wajah Nono.
Kini Silo pun melancarkan tinju-nya ke wajah Nono.
hantaman tinju di wajah Nono menghasilkan gelombang energi yang kuat. hal itu pun membuat Nono terhempas sangat kuat ke bawah. ia bahkan menghantam beberapa es runcing hingga es itu hancur berkeping-keping. bahkan lantai tempat Nono terhempas langsung retak.
hal itu pun membuat Nono mengalami beberapa patah tulang. tubuh-nya sulit di gerak-kan, namun ia tetap berusaha untuk berdiri.
"menyerah-lah sekarang! kau tidak akan bisa melawan-ku lagi dengan kondisi seperti itu." ucap Silo dengan penuh percaya diri.
__ADS_1