Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kemarahan Madika


__ADS_3

Saat ini perkembangan pertarungan di kelompok Natalia sangat-lah buruk.


bisa di bilang kelompok Natalia saat ini telah kalah telak.


Nina saat ini sedang di cekik oleh seorang Niverom, namun Nina tak punya tenaga lagi sehingga diri-nya tak bisa memberi-kan perlawanan pada Niverom itu.


sementara itu Lili saat ini sedang tersudut di dinding penghalang karena diri-nya di incar oleh salah satu Niverom mesum yang ingin meleceh-kan diri-nya.


begitu pula dengan Natalia.


mereka para wanita kini terlihat sedang di incar oleh para Niverom mesum dan ingin di jadikan sebagai bahan pemuas n@fsu oleh para Niverom itu.


Saat ini tampak dua orang Niverom sedang memegang kedua tangan serta kaki Natalia agar Natalia tak banyak bergerak, dan kemudian seorang Niverom tingkat Aono yang sedari awal sudah mengincar Natalia kini berdiri di hadapan Natalia dengan ekspresi mesum-nya yang tampak seperti ingin segera bermain-main dengan tubuh Natalia.


Natalia yang saat ini sudah tak bertenaga serta sudah tak memiliki Energi Saga lagi kini hanya bisa memberontak seada-nya saja.


namun pemberontakan yang hanya seada-nya itu sama sekali tak ada arti-nya bagi para Niverom itu.


"hahahaha.... jangan takut begitu.... tenang saja aku akan memuas-kan diri-mu.... hahahaha." ucap Niverom itu sambil tertawa mesum.


Di sisi lain para pria yang saat ini sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi kini sedang di siksa oleh para Niverom lain-nya.


tampak para laki-laki itu di tendang dan di pukuli hingga babak belur dan banyak mengeluar-kan darah.


Sementara itu, Niverom tingkat Aono yang saat ini berdiri di depan Natalia kini mulai membuka cel@na-nya sambil tersenyum mesum menatap Natalia.


sementara itu, Natalia kini hanya bisa menetes-kan air mata ketika melihat hal itu.


ia kini merasa ketakutan sampai-sampai ingin menjerit pun rasa-nya sudah tak sanggup lagi.


suara-nya seperti tertahan di tenggorokan.


Setelah itu si Niverom itu pun mulai membuka lapisan pertama baju Natalia.

__ADS_1


setelah itu ia menurun-kan sedikit tangan-nya dan mulai memegang rok Natalia serta perlahan menarik-nya ke atas.


"hahahaha..... ini akan sangat menyenang-kan!" ucap Niverom itu dengan wajah mesum saat melihat Natalia yang hanya bisa menangis saat si Niverom sedang menarik rok-nya ke atas.


Saat ini rok Natalia tampak terus di tarik perlahan hingga mencapai paha dan hampir tiba di bagian selangk@ngan-nya.


Natalia terus menangis, sementara si Niverom terus tertawa mesum.


Nina dan Lili yang melihat hal itu kini hanya bisa menutup mata serta memaling-kan wajah dari Natalia dengan ekspresi yang terlihat sedih dan perasaan yang tak sanggup menerima kenyataan yang mereka alami saat ini.


Namun belum sempat Niverom itu menarik rok Natalia hingga ke selangk@ngan, tiba-tiba dinding penghalang hancur seketika, dan tampak ada beberapa bola angin yang langsung menghantam Niverom tingkat Aono serta para Niverom lain-nya hingga mereka semua terhempas jauh.


dari para siswa termasuk dari Natalia dan kawan-kawan.


Natalia, Lili, Nina, dan yang lain-nya kini langsung terkejut melihat kejadian itu.


mereka langsung bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba dari langit sosok seorang pria bersayap jatuh dan menghantam tanah.


Natalia yang melihat hal itu langsung bangun dan duduk. meski-pun saat ini pria itu sedang di selingi oleh kepulan debu bagai-kan asap, namun Natalia bisa mengenali siapa sosok pria itu, terutama saat Natalia melihat sayap pria itu.


"ma.... Madika!.... akhir-nya kau datang juga." ucap Natalia yang kini tidak bertenaga lagi.


Setelah Natalia berkata seperti itu, kini Madika langsung menghentak-kan angin-nya dan membuat kepulan debu yang menutupi diri-nya langsung lenyap begitu saja, dan langsung menampak-kan sosok Madika dengan sayap angin di punggung-nya.


namun kali ini wajah Madika terlihat sangat tidak senang.


ia terlihat sangat suram dan penuh emosi saat ini, terlebih lagi saat ia melihat para Niverom yang ingin melakukan hal c@bul pada Natalia.


"berani-nya mahluk rendahan seperti kalian melukai gadis-ku!" ucap Madika sambil menatap para Niverom dengan ekspresi yang penuh amarah.


Sementara itu, para Niverom yang saat ini sedang berdiri setelah terhempas kini langsung kembali bergabung.

__ADS_1


dan tiga Niverom pembuat dinding penghalang itu juga kini bergabung dengan tujuh Niverom lain-nya.


"bocah itu cukup kuat juga!.... dia bahkan sudah berada di tingkat Elite!" ucap Niverom tingkat Aono.


Tak lama setelah itu, kini Askila tiba di tempat Natalia dan yang lain-nya.


Saat Askila tiba, ia pun langsung di suguh-kan dengan pemandangan mengeri-kan di mana tuan-nya terlihat sedang emosi dan marah besar.


"ma.... maaf tuan, aku datang terlambat." ucap Askila dengan kepala tertunduk.


Mendengar ucapan dan tindakan hormat Askila pada Madika kini membuat para Niverom langsung terkejut.


"he.... hewan monster itu berada di tingkat elite bukan?... bagaimana bisa tunduk pada bocah ini?" ucap salah satu Niverom bertanya-tanya.


"Askila!" ucap Madika dengan suara yang terdengar berat dan menggema. "lindungi Natalia dan yang lain-nya sekarang juga!.... biar aku sendiri yang membersih-kan sampah-sampah ini!" ucap Madika memberi perintah pada Askila sambil menunjuk-kan ekspresi yang menakut-kan.


Melihat hal itu, kini Askila pun hanya bisa menghela nafas.


lalu ia menoleh pada para Niverom itu.


"kalian sudah membuat marah orang yang seharus-nya tak kalian buat marah!" ucap Askila dengan tenang namun bisa di dengar oleh para Niverom itu. "sekarang terima-lah akibat-nya."


Setelah berkata seperti itu, kini Askila pun langsung bergerak cepat mengumpul-kan para siswa ke tempat Natalia mengguna-kan para kloning-nya.


setelah itu ia langsung mengguna-kan perisai petir-nya untuk melindungi Natalia dan kawan-kawan.


Kini Natalia dan kawan-kawan pun hanya bisa melihat Madika dari dalam perisai milik Askila.


"berhati-hati lah Madika!.... mereka sangat kuat!" ucap Natalia dengan ekspresi yang tampak khawatir.


"tenang saja Natalia.... tuan Madika akan baik-baik saja." ucap Askila berusaha menenang-kan Natalia.


Saat ini, Madika yang berada di luar perisai Askila kini siap untuk bertarung dengan para Niverom itu.

__ADS_1


"hahahaha bocah!.... meski-pun kau berada di tingkat elite, jangan pikir dengan kemampuan-mu seorang diri bisa mengalah-kan kami!" ucap si Niverom tingkat Aono dengan ekspresi angkuh.


"mengalah-kan kalian?..... tidak-tidak.... aku di sini bukan untuk mengalah-kan kalian, tapi aku di sini untuk membunuh kalian!" ucap Madika dengan tatapan penuh intimidasi.


__ADS_2