
Saat ini di sebuah rumah pohon, tampak Madika dan Natalia yang sedang tertidur di dalam rumah pohon itu.
saat ini kedua-nya sedang tidur bersebelahan.
sementara itu Natalia tampak sedang merangkul tubuh Madika mengguna-kan tangan kanan-nya.
sedangkan Madika saat ini sedang tidur menghadap ke langit-langit.
beberapa saat kemudian, tampak jari tangan kanan Natalia sedang bergerak, pertanda bahwa Natalia sudah sadar dari tidur-nya.
kemudian Natalia pun perlahan membuka mata-nya.
saat ia membuka mata-nya, ia pun tersadar bahwa diri-nya sedang merangkul tubuh Madika dengan lekat.
hal itu pun membuat diri-nya sedikit tersentak dan terkejut.
kemudian ia langsung melepas-kan tangan-nya itu dari tubuh Madika.
wajah Natalia kini tampak memerah, ia kemudian perlahan bangun dan dudu di sebelah Madika.
lalu ia memperhati-kan Madika dengan seksama dari ujung kepala sampai ujung kaki.
setelah itu Natalia pun langsung berdiri dan berjalan keluar dari rumah.
kepala-nya masih sedikit terasa pusing, namun ia sudah cukup normal saat berjalan sehingga jalan-nya kini tampak seperti biasa-nya.
"tidak ku sangka aku benar-benar akan mabuk." batin Natalia yang kini berada di teras rumah.
setelah itu ia pun langsung duduk di teras. "saat aku mabuk berat, aku sama sekali tidak bisa mengingat semua yang ku lakukan dengan jelas.... yang aku ingat hanya kepingan-kepingannya saja." batin-nya sambil berusaha mengingat apa yang terjadi saat ia mabuk berat.
hingga akhir-nya ia teringat saat ia naik ke atas tubuh Madika tanpa ragu.
ingatan itu pun membuat wajah Natalia seketika memerah.
"ya ampun, kenapa aku melaku-kan hal itu?" batin Natalia yang tampak panik. lanjut-nya, "apa yang harus ku kata-kan pada Madika jika ia tiba-tiba membahas hal itu?"
Saat ini, tanpa Natalia sadari, diri-nya sebenar-nya telah jatuh cinta pada Madika. namun diri-nya merasa sulit untuk menunjuk-kan hal itu di depan Madika.
ia seolah sedang berusaha agar perasaan-nya itu tak di ketahui oleh Madika.
meski-pun begitu, ia tetap ingin dekat dengan Madika hingga Madika juga memiliki perasaan yang sama dengan-nya.
__ADS_1
di sisi lain, saat ini Madika sebenar-nya juga sudah memiliki perasaan yang sama terhadap Natalia.
namun, Madika merasa bahwa posisi mereka sangat-lah berbeda jauh.
Madika yang saat ini hanya-lah seorang rakyat biasa bahkan hanya seorang pengawal tidak mungkin menikahi seorang anak raja bahkan juga seorang cucu dari seorang kaisar.
hal itu pun membuat Madika menganggap perasaan-nya terhadap Natalia masih harus ia pendam.
hingga saat ini, Madika masih terus berpikir dan yakin bahwa mereka saat ini masih memiliki harapan untuk keluar dari tempat ini.
pikiran untuk keluar itu lah yang membuat Madika terus-menerus ragu untuk menyatakan perasaan-nya pada Natalia di tempat ini.
padahal jika di pikir-pikir, di dunia bawah tanah ini tak ada manusia lain selain mereka berdua, hal itu tentu-nya bisa menjadi kesempatan bagi Madika untuk menjadi-kan Natalia sebagai milik-nya seumur hidup.
namun karena ia yakin masih bisa keluar dari dunia bawah tanah, maka ia pun ragu.
keraguan-nya itu di karena-kan pandangan orang-orang terhadap diri-nya dan Natalia.
tentu-nya akan banyak yang bertanya-tanya, mengapa orang seperti-nya berani menikahi Natalia.
di sisi lain, keraguan terbesar Madika bukan-lah tentang pandangan orang-orang itu, melain-kan tentang tujuan Madika itu sendiri.
bagi Madika, yang paling penting saat ini bukan-lah tentang percintaan dan semacam-nya, melain-kan bagaimana cara untuk menjadi lebih kuat agar bisa mengguling-kan posisi paman-nya dan merebut kembali tahta kerajaan yang seharus-nya menjadi milik-nya.
mereka kini sering tidur sekamar dan saling berpelukan.
setiap kali berpelukan mereka merasa-kan kenyamanan tersendiri, hal itu lah yang membuat mereka sering tidur bersama.
meski-pun sampai saat ini tak satu pun dari mereka yang mulai menyatakan perasaan mereka masing-masing, namun kedua-nya tampak seperti saling memahami perasaan itu. hal itu lah yang membuat kedua-nya semakin hari jadi semakin dekat dan akrab.
Tiga bulan kemudian.
Saat ini Madika sedang pergi berburu hewan liar untuk di makan hari ini.
sementara Natalia bertugas untuk memasak hasil buruan itu, sehingga ia tetap tinggal di rumah dan mengurus rumah.
Saat ini, Madika berburu di daerah kaki gunung, dan gunung itu adalah gunung tertinggi di pulau ini.
Madika sudah cukup lama menyusuri tempat itu sambil membawa busur dan sebilah tombak di tangan kanan-nya.
"tidak seperti biasa-nya, hari ini sama sekali tak ada hewan yang terkena jerat yang ku buat.... apa hewan-hewan di sini sudah semakin berkurang karena terlalu sering di buru?" batin Madika.
__ADS_1
Tak lama setelah itu keberuntungan pun menghampiri Madika.
ia melihat seekor babi hutan yang cukup besar sedang berjalan santai di sekitar tempat yang ia lalui.
hal itu pun membuat Madika langsung bersemangat.
ia memegang tombak-nya itu erat-erat.
kemudian ia perlahan-lahan berjalan mendekati babi itu.
saat ini babi itu tampak sedang berhenti di sekitar rerumputan yang biasa di makan oleh binatang jenis ini.
babi itu tampak sedang asik makan dan tak menyadari keberadaan Madika yang kini berada tidak jauh lagi dari-nya.
namun, saat Madika Sadang mengendap-endap mendekati babi itu, tiba-tiba Madika menginjak sebuah ranting kayu yang cukup lapuk. ranting kayu itu patah dan langsung mengeluar-kan suara.
hal itu pun membuat si babi langsung terkejut dan langsung menoleh ke arah Madika.
kini babi itu langsung melihat Madika yang sedang berada di semak-semak.
meski-pun hanya sepintas melihat bayangan Madika di balik semak-semak, namun si babi itu sudah punya firasat buruk.
hal itu pun membuat si babi langsung kabur lari dari tempat itu.
saat Madika melihat si babi berusaha lari, Madika pun langsung melesat-kan tombak-nya ke arah babi itu.
namun tombak Madika tak mengenai babi itu.
mau tak mau kini Madika pun harus mengejar babi hutan itu.
ia kemudian mengambil kembali tombak-nya dan berlari mengejar babi hutan itu.
Saat ini babi hutan itu tampak memasuki sebuah gua yang ukuran-nya tidak terlalu besar.
Madika yang melihat babi itu masuk ke gua kini langsung mengikuti si babi itu.
ketika Madika masuk ke gua itu, ia melihat babi itu terus bergerak ke dalam gua.
Madika pun mengikuti babi itu dan masuk lebih jauh lagi ke dalam gua.
Saat berada cukup jauh di dalam gua, Madika pun menemu-kan jalan bercabang, dan ia tak tahu ke arah mana babi sebelum-nya pergi.
__ADS_1
namun saat ini ada hal lain yang membuat Madika sangat terkejut.
hal itu adalah kembali-nya energi Saga di dalam tubuh Madika.