Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Rukadu Di Kalahkan


__ADS_3

Saat ini Madika memuncul-kan tiga tetua dari klan petir mengguna-kan sebuah jurus yang ratusan tahun lalu tidak bisa di sempurna-kan oleh sang raja monster kera bayangan.


Jurus itu bisa di sebut sebagai jurus terlarang karena diri-nya seolah membangkit-kan kembali orang yang sudah mati.


Namun sebenar-nya orang yang sudah mati itu tidak di bangkit-kan, hanya saja wujud dan kekuatan serta semua pengetahuan bertarung dan jurus-jurus yang mereka miliki semua-nya di salin dan kemudian di tempat-kan di dalam sebuah wadah bayangan yang mengikuti bentuk dan wujud dari pemilik pengetahuan tersebut.


Sehingga bayangan yang memiliki wujud dari orang yang pengetahuan-nya di salin itu kini jadi seolah-olah telah menjadi sosok yang sama namun sudah menjadi bawahan dari si pengguna jurus.


"Sekarang bagaimana? Apa kalian masih mau lanjut?" Ucap Madika bertanya.


"Sial! Siapa sebenar-nya bocah ini?! Padahal sudah jelas-jelas tiga tetua itu sudah mati! Bahkan aku sendiri sudah memasti-kan jasad mereka! Tapi kenapa mereka bertiga ada di sini dan terlihat sehat-sehat saja?!" Pikir Rukadu sambil memperhati-kan orang-orang yang merupa-kan tiga tetua dari klan petir itu.


"Apa yang sudah kau lakukan bocah sialan!!" Teriak Rukadu dengan ekspresi kesal tergambar jelas di wajah-nya.


"Setelah kau tidak menjawab pertanyaan ku kau pikir aku akan menjawab pertanyaan mu? Tidak semudah itu Ferguso!" Ucap Madika sambil tertawa kecil.


"Sialan!!" Umpat Rukadu sambil menggertak-kan gigi-giginya.


Kini Rukadu sudah merasa kesal pada Madika. Namun, di sisi lain ia juga sadar bahwa diri-nya tidak mungkin bisa melawan tiga tetua sendirian sekaligus.


Oleh karena itu, kini Rukadu pun memutus-kan untuk meminta bantuan dari para bawahan-nya yang ia pimpin dalam misi pencarian ini.


"Kalian semua! Bantu aku sekarang juga! Orang-orang ini tidak boleh kita remeh-kan!" Ucap Rukadu sambil menoleh ke belakang.


Mendengar ucapan Rukadu, kini para bawahan Rukadu itu pun langsung memuncul-kan senjata mereka masing-masing.


Beberapa dari anggota kelompok Rukadu itu memiliki senjata energi, sementara beberapa lain-nya hanya mengguna-kan senjata elemen seperti biasa-nya.


Madika yang melihat hal itu kini masih tetap tenang.

__ADS_1


Tidak ada kekhawatiran sedikit pun yang terlihat di wajah Madika saat ini, hal itu di karena-kan diri-nya sangat percaya diri bahwa para bawahan milik-nya bisa mengatasi mereka semua dengan mudah.


Namun saat ini Madika ingin mempercepat selesai-nya pertarungan ini karena ia ingin segera mengambil kembali tongkat kaisar rotan api milik-nya dari sekte Balumba.


Oleh karena itu, kini Madika pun langsung menjentik-kan jari-nya, dan seketika itu juga beberapa budak bayangan lain-nya muncul lagi.


Namun kali ini budak bayangan yang Anton muncul-kan adalah orang-orang yang memiliki kekuatan yang berada di tingkat grand master dan mereka semua itu merupa-kan para ksatria Saga dari klan petir yang sudah tewas dalam pertempuran sebelum-nya.


Seketika anggota kelompok Rukadu pun langsung terkejut saat melihat orang-orang di tingkat grand master muncul di depan Madika.


Terlebih lagi orang-orang yang berada di tingkat grand master itu jumlah-nya lebih banyak dari jumlah keseluruhan anggota kelompok yang di pimpin oleh Rukadu saat ini.


Tidak hanya bawahan Rukadu saja yang terkejut, bahkan Rukadu sendiri juga ikut terkejut dan tampak semakin kesal melihat situasi yang tiba-tiba langsung berbalik seperti ini.


"Bocah sialan!! Pantas saja kau tidak takut pada-ku! Ternyata kau sedang menyembunyi-kan sebuah kartu rahasia!" Ucap Rukadu dengan ekspresi yang mulai di penuhi oleh amarah.


Madika yang mendengar ucapan Rukadu itu kini hanya diam saja, namun di wajah-nya tampak masih ada senyuman tipis yang berhasil membuat Rukadu semakin kesal dan merasa di remeh-kan oleh Madika.


Setelah itu, kini Madika pun langsung memberi perintah pada para budak bayangan milik-nya itu.


"Semua-nya! Serang mereka!" Ucap Anton memerintah-kan para ksatria Saga tingkat grand master untuk menyerang para anggota kelompok Rukadu.


Sementara itu tiga tetua yang berada di tingkat Epic itu di perintah-kan untuk menghajar Rukadu sampai mampus.


Kini para budak bayangan yang berada di tingkat grand master itu pun langsung melesat ke arah para anggota Rukadu.


Sementara itu, tiga tetua yakni tetua Lingka, tetua Akina, dan tetua Rionda kini langsung melesat dengan sangat cepat bagai-kan cahaya ke arah Rukadu.


Rukadu pun terpaksa langsung meladeni ketiga tetua itu sekaligus.

__ADS_1


"Meski-pun aku akan mati! Aku tetap tidak akan mundur bocah sialan!" Bentak Rukadu dengan ekspresi kesal yang masih terpampang di wajah-nya.


"Bagus-lah kalau begitu!" Ucap Madika dengan santai-nya.


Lanjut-nya, "Lagi pula setelah kau mati nanti aku akan menggunakan jurus ini untuk membuat boneka yang seperti dirimu namun bisa ku kendali-kan sesuka hati-ku." Ucap Madika.


Kini tetua Rionda muncul tepat di belakang Rukadu dan langsung melapisi tinju-nya mengguna-kan petir yang dalam jumlah banyak.


Lalu Rionda pun langsung melepas-kan satu tinju petir itu ke atas pinggang Rukadu.


Namun karena Rukadu menyadari serangan itu, Rukadu pun langsung menghindar dengan sangat cepat dan diri-nya tiba-tiba muncul di udara sambil melayang mengguna-kan pedang.


Baru saja berada di udara, kini Akina muncul dengan sebilah pedang panjang di tangan-nya.


Ia mengayun-kan pedang itu sambil mengalir-kan kekuatan petir di ayunan pedang-nya itu.


Rukadu pun langsung menunduk dan segera turun dari udara.


Sementara tebasan pedang yang penuh dengan aliran petir itu kini memberi-kan efek tebasan jarak jauh sehingga beberapa pohon yang ada di depan Akina kini terpotong layak-nya terkena tebasan sebuah pedang.


Sementara itu, saat Rukadu mendarat ke tanah, tiba-tiba Rionda dan Lingka muncul di depan dan di belakang Rukadu.


Hal itu membuat Rukadu terkejut dan dengan segera mencoba menjauh dari tempat itu.


Namun sayang-nya belum sempat menjauh kini Rionda telah mencekik leher Rukadu dan kemudian mengalir-kan petir yang sangat kuat ke seluruh bagian tubuh Rukadu.


"AAARRRRGGGGHHH!!"


Rukadu menjerit kesakitan.

__ADS_1


Sementara dari belakang tampak Lingka yang sedang memegang pedang petir milik-nya kini langsung menusuk-kan pedang itu tepat di arah dada Rukadu dan pedang yang di tusuk-kan dari arah belakang itu kini tembus hingga ke depan dan membuat Rukadu langsung mengeluar-kan darah dari mulut-nya.


__ADS_2