Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Membuka Rahasia


__ADS_3

Setelah Madika berkata bahwa ia ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada Natalia dan kedua orang tua serta kakeknya, kini ibu Natalia langsung bergabung dengan mereka di sebuah ruangan khusus untuk membicarakan apa yang hendak Madika sampaikan tersebut.


"Baiklah, apa yang ingin kau sampaikan Madika?" Tanya tuan Samon meminta Madika untuk mulai menceritakan hal penting itu.


Madika saat ini sedikit bingung harus mulai berbicara dari mana.


Sementara kedua orangtua Natalia kini terus menatap dirinya menunggu apa yang hendak ia sampaikan. Bahkan tuan Samon dan Natalia saat ini juga terus memperhatikannya dengan penasaran.


"Hah..." Madika menghela nafas.


"Aku bingung mau mulai dari mana, tapi karena saat ini hanya ada kita saja di ruangan ini, jadi aku merasa lebih tenang karena aku bisa mengungkapkan rahasiaku yang sebenarnya pada kalian." Ucap Madika dengan ekspresi serius sambil mengedarkan pandangannya ke arah mereka berempat.


"Rahasia? Apa itu?" Tanya tuan Samon.


Mereka semua yang ada di ruangan ini tampak bingung sekaligus penasaran dengan rahasia yang di maksud oleh Madika.


"Ku harap kalian bisa mempercayai ucapanku meskipun ini terdengar sedikit mustahil." Ujar Madika lagi.


"Sebenarnya sejak dilahirkan di dunia ini, aku adalah reinkarnasi dari sang ksatria legendaris penguasa angin." Ucap Madika membongkar identitas aslinya.


Mendengar ucapan Madika, seketika mereka pun langsung terkejut dan menganga, dan bahkan sampai-sampai nafas mereka sempat tertahan karena saking terkejutnya.


Pengakuan Madika sebagai seorang ksatria legendaris itu seolah memberikan tekanan yang tidak biasa di dalam ruangan itu dan hal itu membuat mereka merasa seperti ada kekuatan besar di sekitar mereka.


"Ma... Maksudmu, kau adalah satu dari empat pilar Raja terkuat di masa lalu itu?" Ucap ayah Natalia memastikan.


"Benar sekali paman... Namun sejak kecil aku menyegel kekuatanku agar tak lepas kendali, dan bersamaan dengan segel itu, ingatan ku juga ternyata ikut tersegel.... Namun baru-baru ini ingatanku sudah kembali dan aku juga sudah bisa sedikit mengendalikan kekuatan ku yang ku segel itu." Ucap Madika lagi.


"I... Ini benar-benar sangat mengejutkan!... Tidak ku sangka kau adalah reinkarnasi dari sang ksatria legendaris itu!" Ucap ibu Natalia.

__ADS_1


"Aku juga sangat terkejut mendengar hal ini!... Aku tahu kau itu kuat, tapi ini benar-benar sangat tiba-tiba dan aku sama sekali tak menduga hal itu!" Balas Natalia dengan ekspresi yang masih tampak terkejut.


"Apa kau benar-benar serius dengan ucapan mu itu?" Tanya tuan Samon yang tampak sedikit terkejut namun terlihat pula ada sedikit rasa khawatir di wajahnya.


"Aku serius, ini bukanlah sesuatu yang bisa ku jadikan candaan." Jawab Madika dengan ekspresi serius.


"Hah... Kau benar." Balas tuan Samon menanggapi. "Kalau sudah seperti ini sebaiknya kau harus menjaga rahasia-mu ini baik-baik dan jangan sampai ketahuan oleh para Niverom, karena itu bisa berakibat fatal bagi dirimu yang saat ini." Ucap tuan Samon.


"Apa maksudnya itu kek?" Tanya Natalia yang tidak paham apa yang sedang di maksud oleh kakeknya.


"Berdasarkan apa yang kakek lihat, sepertinya Madika masih belum bisa sepenuhnya menggunakan kekuatan tingkat legendaris miliknya itu karena selama ini ia selalu bersembunyi sebagai sosok ksatria Saga biasa, dengan kata lain, jika Madika yang bahkan masih belum mampu menguasai kekuatannya itu kini di serang oleh para Niverom dalam jumlah banyak, maka besar kemungkinan Madika akan terbunuh dan dengan terbunuhnya Madika maka salah satu pilar harapan umat manusia akan hilang dan itu akan mempermudah para Niverom lainnya dalam perang yang bisa saja terjadi di zaman ini!" Ucap tuan Samon memberi penjelasan.


"Itu benar sekali... Selain itu, aku juga sudah mendapat informasi bahwa tuan Arga telah lahir di zaman ini!" ucap Madika memberi informasi tambahan.


"APA!!"


Namun sayangnya ia telah mati termakan usia dan memang usia membuat siapa pun dan sekuat apa pun pasti akan tetap mati juga pada akhirnya.


"Yang benar saja?!" Ucap ayah Natalia menanggapi.


"Jika memang seperti itu, maka sudah di pastikan bahwa perang besar benar-benar akan segera kembali terjadi!... Perang di masa lalu akan kembali terulang!!" Ucap tuan Samon menyela.


"Ya!... Itu benar sekali!" Jawab Madika menanggapi.


"Kalau begitu di mana keberadaan reinkarnasi raja Arga itu berada sekarang?" Tanya ibu Natalia.


"Untuk saat ini aku tidak tahu, tapi di masa lalu aku sempat berpapasan dengannya secara tidak sengaja namun pada akhirnya aku malah kehilangan kontak dengannya!" Jawab Madika.


"Selain itu, sepertinya tuan Arga saat ini juga sedang menyamar karena diri-nya juga masih belum bisa menggunakan kekuatan penuhnya dengan baik, oleh karena itu aku yakin dia pasti tidak akan bertindak gegabah dalam waktu dekat ini!"

__ADS_1


Setelah menceritakan tentang tuan Arga, kini Madika pun teringat bahwa dulu ia pernah bertemu dengan tuan Arga di kehidupan sebelum ia bereinkarnasi kembali setelah di bunuh oleh paman Madika yakni Kiono Rosompodapala.


Namun di zaman ini, zaman setelah ia bereinkarnasi lagi ia sudah tak bisa bertemu dengan raja Arga.


"Apa jangan-jangan ini karena aku di terima di akademi Walawatu?... Hah... Sepertinya memang itu penyebabnya." Ucap Madika dalam hati.


Memang benar, inilah alasan kenapa di zaman ini Madika tidak bertemu dengan raja arah.


Alasannya adalah karena Madika berhasil masuk ke akademi ini, sementara dulunya ia pernah gagal masuk akademi Walawatu karena di kalahkan oleh orang-orang yang pernah merundungnya dahulu.


Setelah bercerita tentang identitas aslinya, kini Madika mulai membuka pembicaraan baru, dan pembicaraan kali ini juga merupakan sesuatu yang tidak terduga bagi tuan Samon sekeluarga.


"Baiklah, selain identitasku yang sebenarnya, alasan lain mengapa aku meminta kalian semua mendengarkan ku adalah karena rahasia tentang Natalia!" Ucap Madika dengan serius.


"Hah??"


Kini tuan Samon sekeluarga langsung terkejut dan terheran-heran dengan apa yang di katakan oleh Madika.


Seketika mereka semua pun mulai menoleh ke arah Natalia yang bahkan juga tidak tahu apa-apa tentang rahasia yang sedang di bicarakan oleh Madika.


"A... Apa-apaan ini?... Kenapa semuanya melihat ke arahku?" Tanya Natalia yang sedikit grogi.


"Hei, Madika, cepat jelaskan secara mendetail, aku tidak nyaman dengan tatapan mereka!" Ucap Natalia mendesak Madika.


"Baiklah, kalau aku akan menjelaskannya baik-baik pada kalian, ku harap kalian mendengarkan dengan seksama." Ucap Madika dengan ekspresi wajah yang tampak sangat serius.


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...


__ADS_1


__ADS_2