
Saat ini, Simpo yang sedari tadi menertawai Madika kini langsung terbunuh oleh ledakan peluru angin milik Madika yang tertanam di bahunya serta berdekatan dengan lehernya.
Ledakan peluru angin yang sangat kuat itu kini membuat tubuh Simpo langsung hancur berantakan.
Bahkan ledakan yang sangat kuat itu kini Lompu dan sesepuh Wilasopu terhempas oleh ledakan tersebut sementara Madika yang saat ini memunculkan perisai angin kini tetap bertahan di tempat itu.
Lompu pun kini jadi sangat terkejut dengan apa yang ia lihat barusan.
Seketika pikirannya pun langsung di penuhi oleh berbagai pertanyaan.
"Ap... Apa yang sebenarnya terjadi barusan?" Tanya Lompu dengan ekspresi yang tampak masih terkejut.
"Itu hanya ledakan yang di hasilkan oleh bola angin kecil yang kau lihat barusan." Jawab Madika dengan santainya.
Lalu Madika pun langsung menoleh ke arah sesepuh Wilasopu dan melihat ekspresi Wilasopu yang juga terlihat sedikit terkejut saat mengetahui bahwa bola angin sekecil itu bisa menghasilkan ledakan yang sangat kuat.
Melihat hal itu Madika pun kini hanya bisa menghela nafas panjang.
Setelah itu kini Madika kembali memutar tubuhnya menghadap ke arah pertarungan yang saat ini sedang berlangsung.
"Bagaimana bisa bola angin sekecil itu menghasilkan ledakan yang sangat kuat?! Siapa sebenarnya bocah ini?" Pikir Lompu.
"Seperti yang di harapkan dari sang ksatria legendaris!... Kejeniusannya dalam penggunaan jurus jauh melebihi yang lainnya, bahkan aku yang juga seorang pengguna Saga angin terkuat di antara tiga sekte di kerajaan ini bahkan tak bisa mengetahui bagaimana melakukan jurus seperti itu dan tidak tahu kalau yang seperti itu bisa di buat!" ucap Walawatu dalam hati memuji Madika.
Sementara itu, Madika yang saat ini sedang berdiri di hadapan mereka kini langsung memunculkan tongkat kaisar rotan api miliknya.
"Wilasopu, aku ingin menggunakan kekuatan ku sekarang, ku harap kau bisa membuat orang dari urusan raja ini untuk merahasiakan kekuatanku yang sebenarnya!" Ucap Madika tanpa menoleh.
"Ba... Baik tuan!" Ucap Wilasopu dengan terbata-bata ketika mendengar Madika berkata akan menggunakan kekuatan yang sebenarnya.
"Waduh!... Ku harap tempat ini tidak akan hancur karena kekuatan tuan Madika!" Pikir Wilasopu dengan ekspresi yang tampak sedikit gelisah.
Sementara itu si Lompu yang tidak tahu apa-apa kini hanya bisa memiringkan kepalanya dengan ekspresi kebingungan karena ia tak tahu maksud dari perkataan Madika itu.
"Kekuatan yang sebenarnya?" Ucap Lompu dalam hati dengan ekspresi bertanya-tanya.
Baru saja Lompu berpikir seperti itu, kini Madika yang berdiri cukup jauh dari tempat ia berada saat ini kini langsung menghentakkan tubuhnya dan membuka segel kekuatan legendaris milik-nya.
Seketika itu dari tubuh Madika pun terjadi ledakan energi yang sangat kuat dan ledakan energi itu merembes ke segala arah.
Energi yang merembes itu adalah energi Saga tingkat legendaris dan bersamaan dengan energi Saga legendaris itu madika juga mengeluarkan aura Saga dengan aura membunuh yang kuat ke segala arah.
__ADS_1
Seketika aura Saga dengan aura membunuh yang kuat serta mengerikan itu langsung terkena Lompu dan memberikan tekanan yang sangat kuat pada Lompu. Hal itu pun membuat Lompu jadi sangat terkejut saat merasakan aura tingkat legendaris milik Madika dan di saat itu juga ia langsung jatuh dari udara akibat tekanan dari aura Saga dengan aura membunuh milik Madika itu.
"Uhhhkkk!!"
DUAAARRRR!!!
Lompu langsung jatuh dan menghantam tanah.
Tanah yang ia tempati saat terjatuh itu langsung hancur dan tampak debu langsung beterbangan saat Lompu menghantam tanah itu.
"Ku... Kuat sekali!" Ucap Lompu yang saat ini tampak tergeletak di tanah dan tak bisa bergerak sama sekali.
Sementara itu, Wilasopu yang merasakan aura Saga dari Madika kini langsung merinding karena aura membunuhnya benar-benar terasa sangat kuat, apa lagi Madika saat ini sudah menggunakan Saga tingkat legendaris yang terus meluap-luap dari tubuhnya itu membuat Wilasopu semakin takjub akan kekuatan yang Madika miliki saat ini.
"Tidak salah lagi! anak ini memang reinkarnasi dari sang ksatria legendaris! Tuan Risiwuku!" Ucap sesepuh Wilasopu dalam hati.
Sementara itu, semua orang yang saat ini sedang bertarung dengan para Niverom tingkat Papitu dan tingkat Wawalu langsung terkejut ketika merasakan energi Saga tingkat legendaris berada di tempat pertarungan saat ini.
Selain itu, para Niverom yang mereka hadapi itu saya ini tampak terkena tekanan aura yang sangat kuat yang berasal dari Madika dan tekanan aura yang sangat kuat itu membuat mereka semua tak bisa bergerak dan mereka semua kini jadi sangat terkejut dengan hal itu.
"Ti... Tingkat legendaris?"
"Sejak kapan umat manusia di zaman ini berhasil mencapai tingkat legendaris?!"
"Yang benar saja?!... Jika begini mana bisa kita menang!"
Berbagai keluhan muncul dari mulut para Niverom yang saat ini di timpa oleh aura membunuh yang sangat kuat dari Madika.
Aura membunuh itu membuat tubuh mereka gemetar ketakutan karena auranya terasa sangat mengerikan hingga membuat bulu kuduk mereka berdiri saat merasakan aura tersebut.
Di sisi lain, seluruh anggota sekte Balumba kini langsung menoleh ke arah datangnya aura Saga yang mereka rasakan saat ini, dan saat mereka menemukan sumbernya, kini mereka semua pun langsung terkejut dengan mata yang terbelalak saat menatap sosok Madika yang saat ini tubuhnya sedang terbungkus oleh aura Saga tingkat legendaris.
Tampak sangat banyak energi Saga merembes keluar dari tubuh Madika dan terus-menerus bergerak mengelilingi tubuh Madika saat ini.
Semua orang yang ada di tempat itu langsung terpukau melihat kekuatan Madika.
Sementara itu, di tempat pertarungan empat tetua dan mantan ketua sekte kini terlihat mereka berlima sedang terdesak akibat serangan dari para Niverom itu.
Para Niverom saat ini jauh lebih kuat dari mereka berlima dan hal itu membuat mereka sedikit kesulitan saat bertarung.
Namun saat mereka sedang dalam keadaan tersulit mereka itu, tiba-tiba dari kejauhan mereka merasakan aura Saga dengan aura membunuh tingkat legendaris yang sangat kuat dan mengerikan.
__ADS_1
Hal itu membuat mereka semua terkejut dan langsung menoleh ke arah datangnya aura tersebut.
Sementara itu, ke lima Niverom yang saat ini berhadapan dengan mereka langsung melesat dan berkumpul di satu tempat.
"Aura Saga ini sangat kuat!" Ucap Niverom satu.
"Kau benar!... Tidak ku sangka di sekte ini ternyata sudah ada sosok pengguna Saga tingkat Legendaris!... Orang ini pasti si sesepuh di sekte ini!" Sanggah Niverom dua.
"Benar!... Sebelumnya aku pernah mendengar kalau sesepuh di sekte ini sudah berada di tingkat Epic tahap akhir yang mana ia hanya butuh beberapa level lagi untuk mencapai tingkat legendaris!... Apa jangan-jangan sekarang ia sudah berada di tingkat legendaris?!" Timpal Niverom tiga bertanya-tanya.
"Kalau begini akan sulit jika kita hanya melawan-nya sendiri-sendiri!... Sebaiknya kita segera ke sana dan melawan sesepuh itu bersama-sama!" ucap Niverom empat memberi saran.
"Kau benar!... Ayo segera ke sana!" Balas Niverom lima menyetujui saran Niverom empat.
Setelah itu kini mereka berlima pun langsung melesat ke arah datangnya aura Saga tingkat Legendaris itu.
Sementara itu empat tetua sekte dan mantan ketua sekte kini langsung berkumpul di satu tempat.
"Sepertinya ini adalah kekuatan dari tuan Madika!" Ucap mantan ketua sekte.
"Anda benar!... Ayo kita ke sana dan bergabung dengan ketua sekte!" Balas tetua Barugo.
"Ayo!"
Setelah itu kini mereka berlima pun langsung melesat cepat ke arah tempat Madika berada saat ini.
Di sisi lain, Madika yang saat ini sedang menggunakan auranya untuk menekan semua Niverom kini langsung memerintahkan semua ksatria Saga dari sekte Balumba untuk mundur dan memulihkan kekuatan mereka.
"Kalian semua mundur dan segeralah memulih-kan kekuatan kalian!... Jika ada yang terluka segera bawa mereka menjauh dari tempat ini!" Ucap Madika memberi perintah dengan suara yang terdengar menggema di udara.
Setelah memberi perintah seperti itu, kini seluruh anggota sekte Balumba berbondong-bondong untuk mundur dari pertempuran.
Selain itu tampak beberapa orang yang terluka serta susah hilang kesadaran kini hanya bisa di bopong dan di gendong untuk menjauh dari tempat itu.
Setelah semua orang sudah pergi menjauh, kini Madika pun langsung mengeluarkan pedang pusaka raja monster semut dari ruang penyimpanan miliknya.
Setelah itu ia pun langsung mengeluarkan ribuan pasukan monster semut untuk menyerang semua Niverom yang saat ini di tekan oleh aura Saga milik Madika.
Setelah itu Madika pun langsung memunculkan semua budak bayangan milik-nya saat ini untuk melawan para Niverom lainnya yang berada jauh dari tempat yang bisa di jangkau oleh tekanan aura miliknya.
Selain itu Madika juga kini langsung memunculkan seribu pasukan kera bayangan dengan pedang ganda di tangannya untuk maju menghadapi semua Niverom itu.
__ADS_1