Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Lolos Dari Ujian Banteluku


__ADS_3

Saat ini, Banteluku telah melihat semua yang terjadi di alam bawah sadar Madika.


ia melihat bagaimana Madika bisa melewati semua ujian yang ia berikan.


dalam setiap ujian yang ia berikan pada Madika di alam bawah sadar itu, ia selalu melihat dan mendengar perkataan Madika tentang apa itu kekuatan.


bagi Madika, kekuatan yang besar tidak lain hanya-lah sebuah poin yang membuat seseorang harus melindungi satu sama lain, karena bagi Madika, kekuatan ada untuk melindungi, bukan untuk menindas tanpa alasan yang tepat.


Kini Madika berhasil melalui semua ujian dari Banteluku.


Banteluku kini tampak terkejut dengan hasil yang di tunjuk-kan oleh Madika.


awal-nya ia berpikir mungkin saja Madika tidak jauh berbeda dari orang-orang sebelum-nya yang pernah menjadi calon pewaris kekuatan tuan-nya. namun, kali ini ia benar-benar merasa bahwa Madika adalah orang yang tepat, ia merasa Madika memiliki banyak kemiripan dengan tuan-nya, dan hal itulah membuat diri-nya merasa bahwa Madika pantas mendapat-kan bola energi yang ke-tujuh.


Saat ini Bunggu tampak sedang menggerak-kan kedua tangan-nya dan langsung menghenti-kan jurus-nya.


setelah jurus itu berhenti, kini Madika perlahan membuka mata-nya.


setelah membuka mata-nya, kini Madika langsung menoleh ke segala arah.


dari raut wajah-nya ia tampak sedikit bingung, karena sebelum-nya ia sedang berdiri dan kini tiba-tiba langsung duduk bersila.


Setelah itu Madika pun langsung menoleh ke arah Banteluku.


"kapan kau akan memberi-kan ujian terakhir itu pada-ku?.... aku sudah siap sekarang." ucap Madika dengan ekspresi yang tampak sangat serius dan seolah sudah tidak sabar untuk mendapat-kan ujian terakhir yang sebenar-nya sudah ia lewati.


Saat ini Madika sama sekali tidak mengingat bahwa diri-nya telah melewati ujian itu.

__ADS_1


hal itu di karena-kan saat jurus yang di gunakan oleh Banteluku itu di aktifkan, maka orang yang terkena jurus itu akan menunjuk-kan sifat asli-nya di alam bawah sadar yang di buat oleh Banteluku, dan saat orang yang terkena jurus itu tersadar, maka ia kan lupa dengan semua yang terjadi di alam bawah sadar-nya.


"tuan?.... bukan-kah barusan anda sudah melewati ujian itu?" ucap Bunggu dengan ekspresi bingung sambil menatap Madika.


Sementara itu, Madika yang mendengar ucapan Bunggu kini jadi ikutan bingung karena diri-nya seolah tidak merasa-kan apa-pun sebelum-nya. ia bahkan merasa seolah diri-nya hanya sedang mengedip-kan mata dan seketika semua-nya berubah. baik itu posisi berdiri, Bunggu, posisi Banteluku saat ini, bahkan posisi diri-nya sendiri pun semua-nya langsung berubah hanya dalam satu kedipan mata.


Melihat Madika yang tampak kebingungan, Banteluku pun akhir-nya menjelas-kan pada Madika apa yang baru saja terjadi barusan.


ia juga bahkan memberitahu-kan pada Madika bahwa kini Madika telah lolos di ujian terakhir ini.


Mendengar penjelasan Bunggu tentang keberhasilan-nya itu, kini Madika pun tampak senang sekaligus lega.


tak lama setelah itu, kini Banteluku pun langsung mengeluar-kan bola energi yang ke tujuh.


"ambil-lah bola energi ini dan kembali-lah ke gua di bawah gunung, tuan Mawata ada di sana, dia yang akan membimbing-mu untuk menyerap semua kekuatan dari bola energi ini." ucap Banteluku sambil menyerah-kan bola energi yang ada di tangan kanan-nya saat ini.


Setelah menerima bola energi itu, kini Bunggu langsung menghilang-kan wilayah domain-nya. setelah itu Madika dan Bunggu pun langsung berpamitan dan pergi dari tempat itu.


~SKIP~


Saat ini Madika dan Bunggu telah tiba di depan gunung yang sebelum-nya.


kedua-nya pun kini langsung memasuki gua yang sebelum-nya mereka lalui, hingga akhir-nya mereka berdua pun tiba di tempat sebelum-nya. yakni di tengah-tengah gunung, tempat berkumpul-nya lava panas di mana-mana.


Saat Madika dan Bunggu tiba di tempat itu, tiba-tiba mereka berdua langsung mendengar suara tertawaan yang menggema di seluruh ruang gua yang luas itu.


"HAHAHA SEPERTI-NYA KAU BERHASIL MENDAPAT-KAN BOLA ENERGI YANG KE TUJUH!" ucap suara yang menggema itu sambil tertawa.

__ADS_1


Tak lama setelah itu sosok tuan Mawata pun langsung muncul dari bagian atas gua.


"aku sudah mendengar semua-nya dari Banteluku, seperti-nya kau benar-benar orang yang tepat untuk mewarisi kekuatan-ku." ucap tuan Mawata sambil melayang ke arah Madika.


Madika dan Bunggu yang melihat hal itu hanya diam saja, hingga akhir-nya kini tuan Mawata pun berdiri di depan Madika dan Bunggu.


"kau benar-benar anak yang luar biasa, kau bahkan bisa menjinak-kan salah satu hewan kuno legendaris.... aku yakin hewan kuno legendaris ini pasti memiliki ketertarikan pada diri-mu, dan rasa ketertarikan itu pasti-nya menggambar-kan akan seperti apa diri-mu di masa depan." ucap tuan Mawata sambil tersenyum tipis sambil menatap ke arah Bunggu.


"tchi.... padahal aku sudah berusaha menekan aura naga-ku agar tidak ketahuan." batin Bunggu.


"hehehehe anda terlalu memuji." balas Madika sambil tertawa hambar seraya menggaruk kepala-nya yang tidak gatal.


Tuan Mawata yang melihat tingkah Madika itu kini hanya bisa tersenyum tipis sambil menggeleng sekali.


setelah itu tuan Mawata pun langsung menyuruh Madika untuk segera memulai melakukan penyerapan bola energi agar ia bisa menerima warisan dari tuan Mawata.


"sekarang keluar-kan semua bola energi yang kau miliki!" ucap tuan Mawata memberi perintah.


"baiklah." ucap Madika dengan patuh.


setelah itu Madika pun mengeluar-kan empat bola energi milik-nya, setelah itu Bunggu pun juga mengeluar-kan bola energi milik Madika yang ia pinjam saat pergi ke sarang kura-kura raksasa sebelum-nya.


Setelah semua bola energi itu terkumpul, kini tuan Mawata pun mulai menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan, setelah itu ia menggerak-kan kedua tangan-nya dengan gerak-kan memusat hingga akhir-nya kini tujuh bola energi itu menyatu.


setelah tujuh bola energi itu menyatu, kini tuan Mawata pun langsung menyerah-kan bola energi itu pada Madika.


"aku sudah mengaktif-kan jurus pewarisan kekuatan pada bola energi ini, selanjut-nya kau hanya perlu menyerap-nya dan kemudian melakukan sedikit penyesuaian terhadap beberapa jurus yang aku turun-kan pada-mu karena jurus tipe angin milik-mu berbeda dengan jurus tipe api yang ku miliki." ucap tuan Mawata memberi sedikit penjelasan.

__ADS_1


__ADS_2