Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pertarungan Askila


__ADS_3

Saat ini Madika melempar tongkat kaisar rotan api milik-nya lurus ke bawah.


tombak yang memancar-kan kobaran api biru itu kini melesat cepat ke bawah.


saat tongkat itu menghantam tanah, seketika terjadi ledakan yang sangat dahsyat akibat perpaduan angin dan api yang terjadi pada tombak itu.


selain ledakan itu, tampak tongkat kaisar rotan api yang menghantam tanah sebelum-nya langsung mengeluar-kan empat rotan api yang langsung menusuk tanah dan menjalar dengan cepat ke arah empat mata angin.


setelah berada di jarak yang cukup jauh kini empat rotan api langsung muncul ke atas permukaan tanah dan langsung menjulang ke arah langit hingga mencapai ketinggian kurang lebih 50 meter tinggi-nya.


setelah mencapai tinggi 50 meter, tampak empat ujung rotan api itu langsung menyatu di udara dan dari empat rotan itu langsung membentuk dinding penghalang yang mengurung Madika dan Niverom itu di dalam-nya.


hal itu pun akhir-nya mencipta-kan sebuah penghalang berbentuk setengah lingkaran dengan ke empat rotan api itu sebagai pilar-nya.


hal itu pun membuat efek ledakan serta gelombang angin api yang tercipta dari ledakan akan tertahan di dalam penghalang itu.


pembentukan penghalang itu terjadi sangat cepat, kira-kira hanya memakan waktu selama 6 detik setelah tongkat Kaisar rotan api menghantam tanah.


Ledakan yang sangat dahsyat yang di akibat-kan oleh tongkat itu kini menghancur-kan tanah dengan jangkauan yang sangat luas.


tanah-tanah yang hancur berkeping-keping itu kini terangkat bersamaan dengan gelombang angin yang meluas setelah terjadi ledakan.


gelombang angin bercampur api biru itu meluas dan menghantam si Niverom yang sedang menyiap-kan jurus-nya itu dan membuat Niverom itu terdorong dengan sangat kuat. hal itu pun membuat jurus yang di siap-kan oleh Niverom itu berhasil di batal-kan dan si Niverom yang terdorong oleh tekanan gelombang angin api itu pun langsung tergeser hingga dua puluh meter jauh-nya.


Karena kesulitan menahan tekanan gelombang angin api itu, kini Niverom itu langsung menancap-kan kedua pedang milik-nya ke tanah dan seketika di depan Niverom itu langsung muncul sebuah perisai petir yang di lapisi oleh perisai api.


Kini si Niverom itu berhasil menahan tubuh-nya dari serangan gelombang angin api milik Madika.


namun, karena efek ledakan dari tongkat kaisar rotan api itu tertahan oleh dinding penghalang berbentuk setengah lingkaran kini efek ledakan itu pun hanya tersebar dan saling berhantaman di dalam penghalang itu.


"sial.... gelombang angin-nya berbalik arah lagi gara-gara penghalang yang ia pasang ini!" batin si Niverom saat melihat gelombang angin yang berbalik arah.


Saat gelombang angin api itu berbalik arah, si Niverom itu pun langsung mencipta-kan sebuah perisai berbentuk setengah lingkaran untuk melindungi diri-nya.

__ADS_1


hal itu pun membuat gelombang angin api yang memantul itu tidak langsung mengenai diri-nya.


*******


Beberapa menit sebelum-nya.


Saat ini, tepat di tempat salah satu kelompok Niverom yang mengincar keberadaan Natalia dan kawan-kawan tampak Askila telah mencegat para Niverom tersebut.


"jika kalian ingin mencari masalah dengan siswa tuan-ku, maka sebaik-nya langkahi dulu mayat-ku!" ucap Askila dengan ekspresi penuh percaya diri.


Saat ini Askila sedang berada dalam mode bertarung-nya.


tubuh-nya kini bah-kan jauh lebih besar dan lebih tinggi ketimbang pertama kali bertemu dengan Madika.


"seperti-nya kekuatan-ku benar-benar lebih cepat meningkat setelah membuat kontrak dengan tuan Madika." batin Askila.


Sementara itu, ke sepuluh Niverom tingkat Alima itu langsung tampak waspada ketika mereka mengetahui tingkatan Askila dari aura energi Nosa yang di pancar-kan oleh Askila.


"hewan ini ternyata berada di tingkat Elite..... itu arti-nya ia setara dengan tingkat Papitu!" ucap salah satu dari Niverom itu.


"ya!..... bisa di bilang begitu!" jawab Niverom yang pertama.


"seperti-nya ini akan sedikit sulit untuk kita hadapi." ucap Niverom ketiga dengan ekspresi serius.


"ehm... itu benar, tapi bukan berarti kita boleh berhenti di sini.... lagi pula, bukan-kah semakin kuat musuh kita maka semakin asik pula saat bertarung dengan-nya?" ucap Niverom pertama sambil tersenyum licik.


"hahahaha..... tentu saja!" balas Niverom kedua sambil tertawa dan tampak bersemangat.


"baiklah.... kalau begitu tunggu apa lagi?.... ayo bertarung!!" teriak Niverom ke-tiga yang langsung melesat ke arah Askila.


Askila yang melihat hal itu kini hanya bisa menggeleng-kan kepala-nya pelan saat melihat hanya Niverom ke-tiga yang maju lebih dulu menghadapi-nya.


"benar-benar ceroboh." ucap Askila.

__ADS_1


Sementara itu, si Niverom ke-tiga yang saat ini melesat ke arah Askila tampak memuncul-kan sebuah tombak petir di tangan kanan-nya.


Setelah itu ia langsung melompat ke udara sambil bersiap melempar-kan tombak petir-nya itu.


namun tiba-tiba dari bawah tanah muncul sebuah petir yang merambat cepat ke udara dan langsung menusuk perut serta kepala Niverom ke-tiga itu hingga tembus ke belakang-nya.


"benar-benar sangat ceroboh." ucap Askila sambil menunjuk-kan senyum menakut-kan layak-nya hewan buas yang sedang mengejek mangsa-nya.


Setelah itu kini Niverom ke-tiga itu pun langsung terjatuh ke tanah dan mati seketika.


melihat hal itu membuat ke sembilan Niverom lain-nya langsung terdiam sesaat.


hingga akhir-nya Niverom pertama pun langsung berteriak.


"SERANG HEWAN ITU SECARA BERSAMAAN DAN BALAS-KAN DENDAM KITA!!"


teriak Niverom pertama dengan penuh emosi dan wajah yang terlihat penuh dengan amarah.


Mendengar perintah dari Niverom pertama, kini para Niverom lain-nya langsung mengeluar-kan senjata masing-masing.


lalu mereka pun langsung melancar-kan serangan ke arah Askila.


mulai dari serangan jarak jauh mau-pun serangan jarak dekat, semua mereka arah-kan pada Askila.


Saat sebuah serangan laser petir melesat cepat ke arah Askila, kini Askila pun langsung melompat ke samping untuk menghindari laser petir itu.


namun di samping-nya ternyata sudah menunggu seorang pengguna pedang ganda api.


Niverom yang mengguna-kan pedang ganda api itu langsung menebas Askila.


namun karena Askila sempat menyadari hal itu, Askila pun langsung mengguna-kan petir-nya yang muncul dari bawah tanah untuk menahan tebasan pedang itu.


"seperti-nya ini akan sangat merepot-kan!" ucap Askila dengan ekspresi kesal. "kalau begitu akan ku hadapi kalian semua sekaligus!"

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba dari tubuh Askila keluar satu persatu kloning Askila.


"kalau hanya mengguna-kan delapan kloning, aku yakin kekuatan-ku tidak terbagi-bagi hingga tersisa sedikit." batin Askila.


__ADS_2