Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Memulai Perburuan


__ADS_3

Ketika Tepaonjo mengungkit tentang apa yang terjadi selama perburuan di hutan, kini Madika pun hanya bisa menghela nafas dengan ekspresi bosan terukir di wajah-nya.


"sebenar-nya itu karena sikap Natalia yang sedari dulu tidak mau berteman dengan sembarang orang.... terutama dengan para lelaki." ucap Madika memberi penjelasan.


"ehmm.... iya sih memang benar, dari dulu Natalia memang seperti itu.... tapi apa kau yakin tidak terjadi sesuatu di antara kalian?" tanya Tepaonjo lagi sambil tersenyum dan mengangkat-angkat alis mata-nya.


Tak lama setelah itu Ariel pun datang menghampiri Madika dan Tepaonjo.


"daripada kalian membahas hal itu, bagaimana kalau kita ke kantin saja?" ucap Ariel yang baru datang langsung memberi saran.


"baiklah." jawab Madika cepat dan langsung berdiri.


ia kemudian segera mendekati Ariel.


"ayo kita pergi." ucap Madika sambil menarik tangan Ariel untuk segera menjauh dari Tepaonjo yang terus menanyai-nya tentang hubungan-nya dengan Natalia.


-----


Kini Ariel dan Madika sudah berada di kantin. mereka berdua tampak sedang duduk di satu meja dan saling berhadapan satu sama lain.


beberapa saat setelah itu kini Natalia, Lili, dan Nina menghampiri mereka berdua.


tampak mereka bertiga saat ini juga sedang berniat untuk makan sekaligus memiliki tujuan lain dengan Madika.


"boleh kami ikut bergabung?" tanya Natalia pada Ariel.


"tentu saja." jawab Ariel singkat sambil tersenyum.


Mendengar jawaban itu, kini Natalia dan kedua teman-nya itu langsung duduk bersama dengan Ariel dan Madika.


"Madika, sepulang sekolah nanti kau ikut aku berburu di hutan kinjo." ucap Natalia ketika ia sudah duduk di kursi-nya.


Tak lama setelah mereka duduk di kursi, kini seorang pelayan di kantin itu mendatangi mereka.


setelah itu Natalia dan dua teman-nya itu pun langsung meraih daftar menu yang tersedia di atas meja, lalu mereka memilih makanan yang ingin mereka makan saat ini.


Sementara itu, Madika yang mendengar ajakan Natalia kini hanya diam.


ia tampak tidak terlalu peduli dengan ajakan Natalia.


meskipun demikian, Natalia juga tahu bahwa sebenar-nya Madika tetap akan ikut jika diri-nya pergi melakukan perburuan.

__ADS_1


Madika saat ini diam karena sedang mempertimbang-kan ucapan tuan Samon.


beberapa hari yang lalu tuan Samon sudah memberi larangan pada Natalia untuk pergi melakukan perburuan di hutan kinjo.


hal itu karenakan hutan itu merupakan tempat berkumpul-nya hewan-hewan monster yang jauh lebih kuat dari hewan-hewan monster yang pernah mereka berdua hadapi sebelum-nya.


"Natalia, bukan-kah kau tau kalau tuan Samon sudah melarang kita untuk melakukan perburuan di hutan itu?" ucap Madika mengingat-kan sambil terus makan.


"aduh.... tidak usah terlalu di pikir-kan apa yang di kata-kan oleh orangtua itu.... yakin saja dengan kemampuan kita saat ini.... kita pasti bisa." ucap Natalia dengan sangat optimis.


"percaya diri itu bagus, tetapi ini bukan masalah percaya diri lagi.... ingat, di hutan kinjo terdapat hewan-hewan monster yang sangat kuat, dan tempat itu tidak cocok ksatria tingkat atas seperti kita." ucap Madika yang masih mengingat-kan Natalia.


"hah...." Natalia menghela nafas sambil pasang ekspresi bosan di wajah-nya.


"meski-pun kau berkata seperti itu, tapi rasa bosan ini tidak akan hilang.... aku benar-benar sudah bosan berburu di tempat yang biasa-nya.... tempat itu sudah tidak menantang lagi." ucap Natalia memelas.


Melihat Natalia yang tampak sangat ingin ke hutan kinjo, kini Madika pun mengiyakan keinginan Natalia.


"baik-lah kalau begitu." ucap Madika menyetujui.


Ketika mendapat persetujuan dari Madika, kini Natalia pun tampak senang.


selama ini, setiap kali mereka menentukan lokasi perburuan, Natalia selalu bertanya terlebih dahulu pada Madika.


hal itu di karena-kan Natalia sangat mempercayai kemampuan Madika saat bertarung di alam liar.


selama enam bulan mereka melakukan perburuan energi netral, Natalia pun kini benar-benar mengerti bahwa Madika memiliki lebih banyak pengalaman bertarung yang sesungguh-nya di banding-kan dengan diri-nya.


hal itu-lah yang membuat ia selalu meminta persetujuan dari Madika sebelum memasuki sebuah hutan.


>SKIP<


Saat ini Ariel dan Madika telah selesai makan, mereka berdua bahkan memilih untuk pergi dari kantin sebelum Natalia dan dua teman-nya itu selesai makan.


saat ini Ariel tampak bingung, mengapa Madika tidak benar-benar bertindak layak-nya pengawal bagi Natalia.


biasa-nya seorang pengawal jauh lebih memprioritas-kan kepentingan orang yang harus ia jaga.


lalu Ariel pun menanyakan hal itu pada Madika.


namun dengan santai-nya Madika menjawab bahwa diri-nya mendapat-kan hak khusus dari tuan Samon.

__ADS_1


namun ketika Ariel bertanya tentang hak khusus itu seperti apa, Madika pun enggan untuk memberi jawaban.


Ariel pun kini hanya bisa diam sambil terus berjalan.


Madika dan Ariel kini terus berjalan-jalan di dalam gedung akademi. hingga akhir-nya,.tanpa mereka sadari mereka pun kini berada di atas gedung.


lalu kedua-nya pun mulai melihat-lihat pemandangan dari atas gedung akademi itu.


"apa kau menyukai Natalia?" tanya Ariel sambil menoleh pada Madika.


"entah-lah.... aku merasa biasa-biasa saja saat bersama-nya." ucap Madika menjawab dengan jujur.


"kalau begitu, bagaimana dengan-ku?" tanya Ariel yang tampak sedikit mengharap-kan sesuatu.


Mendengar pertanyaan itu, kini Madika hanya bisa menatap Ariel tanpa tahu apa yang harus ia katakan di hadapan gadis cantik itu.


hingga akhir-nya Madika pun hanya tersenyum tipis sambil mengelus kepala Ariel tanpa memberi jawaban apa-apa pada-nya.


>SKIP<


Saat ini tampak Natalia dan Madika sedang memasuki hutan kinjo.


kedua-nya sedang berjalan dengan tenang memasuki hutan itu.


di hutan itu suasana-nya cukup sepi.


hanya beberapa jenis hewan yang hidup di tempat itu.


"jika kita bergerak lebih jauh ke dalam hutan ini, maka kita akan bertemu dengan hewan monster yang lebih kuat dari hewan monster yang selama ini kita lawan." ucap Madika mengingat-kan Natalia.


Natalia yang mendengar perkataan Madika kini hanya bergumam sambil mengangguk-kan kepala-nya.


Setelah mereka cukup lama berjalan, kini hari mulai gelap.


namun belum satu-pun hewan monster bisa mereka temukan.


akhir-nya mereka pun memilih untuk berhenti dan beristirahat.


kini mereka beristirahat di bawah pohon yang sangat besar di hutan itu.


"bagaimana kalau kita makan dulu?" ucap Natalia.

__ADS_1


"maaf, aku lupa membuat bekal." ucap Madika sambil duduk di sebelah Natalia yang saat ini sedang duduk di salah satu akar pohon.


"tenang saja, aku sudah membawa makanan lebih hari ini." ucap Natalia sambil mengeluarkan makanan dari ruang penyimpanan-nya.


__ADS_2