
Saat ini ayah Natalia hanya bisa diam di hadapan kakek Natalia.
"untuk saat ini, kami berencana untuk melarang Natalia untuk bertemu kalian, atau lebih tepat-nya, aku tidak ingin terjadi kekerasan lagi pada cucu-ku satu-satunya." ucap kakek Natalia dengan serius.
"maaf ayah, aku janji tidak akan berlebihan lagi saat menghukum Natalia." ucap ayah-nya.
"maaf ayah, saat itu pikiran-ku sedang kacau karena berbagai masalah lain selain permasalahan Natalia, hal itu pun yang akhir-nya membuat-ku lepas kendali dan melampiaskan-nya pada Natalia." jelas ibu Natalia.
"ini bukan yang pertama kali-nya hal seperti ini terjadi, dan ini juga bukan pertama kali-nya aku memperingati kalian!." ucap kakek dengan tegas. "kalian berdua ini sama saja!"
"sudah-lah.... tidak usah terlalu di besar-besarkan, inti-nya untuk saat ini kami ingin Natalia tidak berurusan dulu dengan kalian.... kami takut-nya itu akan mempengaruhi mental Natalia.... jadi jika ada apa-apa kami yang akan mengurusi Natalia." ucap nenek dengan senyum bahagia.
Sebenar-nya tujuan dari kedatangan kakek dan nenek saat ini memang untuk membujuk Natalia agar Natalia mau tinggal bersama mereka.
layak-nya kakek dan nenek pada umum-nya, kakek dan nenek Natalia saat ini sangat merindukan Natalia karena Natalia adalah cucu satu-satunya dan juga menjadi cucu kesayangan mereka.
hal itu pun membuat mereka menjadi sedikit kecil hati saat mendengar laporan dari salah satu pelayan bahwa cucu kesayangan mereka itu mendapat perlakuan keras dari orangtua-nya.
"Natalia, kamu mau kan ikut ke rumah nenek.?" tanya nenek memastikan.
Mendengar ajakan nenek-nya, kini Natalia hanya bisa menatap mereka berdua.
"maaf nek, aku bersekolah di akademi yang sangat berjauhan dari kastil kediaman nenek dan kakek, jadi akan sangat sulit jika harus bolak-balik ke akademi jika tempat tinggal-nya terlalu jauh." jelas Natalia.
"apa yang di katakan Natalia itu benar ayah." sambung ayah Natalia.
"hahahaha..... bicara apa kau ini... ingat, sultan mah bebas." ucap kakek sambil tertawa.
"ehh??" Natalia memiringkan kepala-nya dengan ekspresi bingung.
>SKIP<
Keesokan hari.
pagi ini di akademi Walawatu tampak terjadi sebuah kehebohan.
__ADS_1
banyak siswa yang berkumpul di lapangan untuk menyaksikan sebuah es yang berbentuk lintasan yang sangat panjang di udara.
es berbentuk lintasan itu di ciptakan oleh seorang pria yang bukan seorang siswa. identitas pria itu tidak di ketahui oleh para siswa yang ada di sana. mereka hanya melihat dan bingung apa yang sedang di lakukan oleh pria itu sampai-sampai membuat sebuah es berbentuk lintasan.
hingga pada akhir-nya seluruh siswa yang ada di sana terkejut ketika melihat sebuah pesawat pribadi mendarat di lintasan itu.
Melihat pesawat itu berhenti di atas es yang tinggi itu, kini keadaan semakin heboh.
pasal-nya pesawat pribadi yang mendarat ini adalah sebuah pesawat model terbaru yang di keluarkan oleh perusahaan Elang Hitam, dan harga-nya juga sangatlah mahal.
"luar biasa!"
"itu kan pesawat terbaru!"
"aku dengar-dengar pesawat itu baru ada tiga, dan salah satu-nya ada di sini!"
Berbagai komentar bermunculan. banyak mereka yang merasa terpukau dengan hal itu.
"oh ya ampun.... sudah ku duga ini terlalu menarik perhatian!" ucap Natalia yang saat ini hendak turun dari pesawat pribadi itu. "orang tua itu benar-benar terlalu memanjakan-ku!" batin Natalia yang saat ini sedikit kesal dengan kehebohan yang di akibatkan oleh pesawat pribadi kakek-nya itu.
Setelah itu, kini pria yang sebelum-nya membuat lintasan pesawat itu kini menciptakan sebuah tangga es dari bawah tanah hingga mencapai pintu pesawat itu.
Saat Natalia keluar dari pesawat, seketika kehebohan terjadi lagi karena banyak yang terkejut dan tidak menyangka kalau Natalia lah yang akan muncul dari balik pintu pesawat pribadi itu.
"ya ampun.... ini benar-benar sudah berlebihan." batin Natalia yang entah kenapa merasa canggung sendiri karena diri-nya sebenar-nya tidak terlalu suka dengan kehebohan seperti ini.
lalu Natalia pun berjalan menuruni tangga itu hingga sampai ke lapangan itu.
>SKIP<
Saat ini di jam istirahat, tampak kakek Natalia sedang berbincang dengan kepala akademi.
di ruangan itu hanya ada mereka berdua. di meja bundar kecil itu terlihat dua cangkir berisikan kopi dan sebuah cerek mewah tempat kopi yang siap di tuang.
"apa anda yakin dengan hal itu tuan Samon?" tanya kepala akademi dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"hahahaha tentu saja aku yakin." jawab tuan Samon sambil tertawa.
"baiklah kalau begitu." balas kepala akademi.
Setelah itu kepala akademi langsung memanggil salah satu pengawal pribadi-nya.
"tolong bawa ini ke tempat penyampaian pengumuman.... lalu perintahkan mereka untuk membacakan pengumuman ini agar bisa di ketahui oleh seluruh siswa di akademi ini." jelas pak kepala akademi saat pengawal pribadi-nya masuk ke ruangan itu.
Lalu pengawal pribadi-nya itu pun langsung melakukan sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh tuan-nya.
Beberapa saat kemudian kini terdengar sebuah pengumuman melalui speaker-speaker yang ada di berbagai penjuru sekolah.
[pengumuman, dalam tiga hari ke depan akan di adakan sebuah kegiatan pertarungan satu lawan satu di akademi ini..... kegiatan ini di adakan berkat kerjasama kepala akademi dan tuan Samon Taunaroso.... kegiatan ini di khususkan untuk para siswa laki-laki di seluruh akademi, dan pemenang-nya akan di berikan hadiah yang cukup menarik.... untuk informasi rinci-nya silahkan di lihat di papan pengumuman yang ada di seluruh akademi ini.]
Mendengar pengumuman itu berakhir, kini tuan Samon tampak meraih segelas kopi-nya dan meminum-nya.
"Seperti-nya ini akan jadi heboh lagi untuk sekarang." ucap kepala akademi.
"kau benar.... itu karena saat ini akulah satu-satunya orang yang paling di kenal dan memiliki pengaruh serta kekuasaan tertinggi di wilayah ini." ucap kakek Natalia sambil tersenyum tipis.
note: kakek Natalia memiliki enam wilayah kekuasaan, dan tiga di antara-nya di kelola oleh anak-nya yakni ayah-nya Natalia.
Di sisi lain, saat ini tampak ada begitu banyak siswa yang sedang berdiri dan memandangi papan pengumuman.
mereka semua sedang membaca rincian dari pengumuman sebelum-nya.
Saat Natalia datang ke salah satu papan pengumuman, seketika para siswa yang melihat kedatangan Natalia langsung membuka-kan jalan bagi Natalia. merek tampak tidak mau menghambat jalan Natalia.
namun di depan papan pengumuman itu masih ada satu pria yang tidak mau menyingkir dan bahkan ia terus membaca pengumuman itu tanpa peduli dengan kedatangan Natalia.
pria itu adalah Madika. ya, saat ini Madika sedang asik membaca dan kini terkejut saat Natalia datang dan berdiri di samping-nya.
"jadi kau juga tertarik dengan ini?" tanya Natalia tanpa menoleh dan terkesan dingin.
"tidak sama sekali.... aku hanya tetap berdiri di sini karena aku tahu kau yang datang." ucap Madika.
__ADS_1
lalu Madika langsung memutar tubuh-nya dan menatap Natalia.
"aku di sini untuk menantang-mu!.... sesuai dengan keinginan-mu sebelum-nya.... kau ingin segera mengakhiri semua drama ini bukan?" ucap Madika dengan penuh percaya diri.