
Saat ini Kiono Rosompodapala yang mendengar kabar tentang tersebarnya berita mengenai Madika di seluruh kerajaannya kini langsung terlihat kesal.
"Sudahlah! Untuk sekarang sebaiknya kerahkan beberapa orang lagi untuk melakukan penyelidikan di kerajaan Doroko! Terutama di wilayah sekitar klan petir serta wilayah orang-orang yang memiliki hubungan dengan klan petir itu... Aku yakin pasti ada informasi lanjut di sana! Ku harap kalian bisa melakukan kerjasama dengan orang-orang di sana untuk mendapatkan berbagai informasi!" Perintah Kiono.
"Siap tuan!" Ucap seorang petinggi kerajaan yang sebelumnya sambil menundukkan kepalanya.
Setelah raja Kiono memberi perintah, tidak butuh waktu lama kini para ksatria Saga tingkat grand master serta beberapa ksatria Saga tingkat Epic level awal langsung di kirim secara individu agar mereka melakukan penyelidikan secara terpisah.
Raja Kiono sengaja mengirim orang-orang yang kuat untuk melakukan penyelidikan karena ia mendengar bahwa bocah yang bernama Madika ini adalah sosok yang cukup kuat.
Bisa mengobrak-abrik klan petir seorang diri bukanlah hal yang biasa, jika di lakukan bersama dengan organisasi tertentu, mungkin itu bisa di anggap biasa, namun yang di lakukan oleh madika ini berbeda dan tidak bisa di anggap biasa-biasa saja.
*******
Saat ini Madika telah berada tidak begitu jauh lagi dari wilayah sekte Balumba.
Namun saat ini ia langsung berhenti melesat ke depan dan kini hanya melayang di tempat saja.
"Sepertinya Akan sangat merepotkan kalau aku mulai dari gerbang." Ucap Madika dalam hati saat melihat ke arah gerbang sekte Balumba dari kejauhan.
Setelah berpikir sejenak, kini Madika pun terpikirkan untuk terbang lebih tinggi lagi lalu Menerobos masuk ke dalam sekte tersebut dengan cepat.
"Mungkin sebaiknya aku pakai trik jatuh bebas saja!" Ucap Madika sambil menengadah ke atas.
Setelah itu Madika pun memutuskan untuk terbang setinggi mungkin.
Madika pun mulai terbang lebih tinggi lagi, ia terus terbang ke atas hingga akhirnya ia menembus lapisan awan pertama.
Setelah Madika sudah menembus lapisan awan pertama, kini Madika pun langsung menyingkirkan awan-awan itu dari bawah kakinya menggunakan elemen angin miliknya. ia mengibaskan tangan kanannya dan seketika itu juga awan-awan tersebut langsung terpencar-pencar sehingga kini tak ada lagi awan di bawah kaki Madika.
"Nah itu dia!" Ucap Madika saat melihat pemukiman para penghuni sekte Balumba.
Karena Madika memiliki penglihatan tajam berkat kekuatan energi Saga, kini Madika pun bisa melihat ada pergerakan di bawah sana dan bahkan ia juga bisa melihat satu titik di tempat itu yang terlihat ramai dan banyak orang yang sedang berkumpul.
__ADS_1
"Apa aku ke sana saja ya?" Pikir Madika sambil menatap tempat itu, yakni tempat di laksanakan-nya pertarungan para siswa dari akademi serta murid dari sekte Balumba itu sendiri.
Kini Madika pun memutuskan untuk pergi ke tempat banyak orang berkerumun itu.
"Baiklah, aku akan ke sana!" Ucap Madika sambil menghilangkan sayap anginnya.
Seketika itu pula Madika pun langsung jatuh bebas ke bawah.
Setelah Madika merasa bahwa kecepatan jatuhnya sudah maksimal, kini Madika pun langsung memunculkan sayapnya secara tiba-tiba.
Bersamaan dengan munculnya sayap Madika itu, Madika juga melakukan dorongan menggunakan kekuatan angin agar ia bisa langsung melesat ke tempat yang ia inginkan dengan sangat cepat.
DUAAARRRR!!
Terjadi ledakan angin saat Madika melakukan dorongan untuk melesatkan tubuhnya.
bersamaan dengan ledakan itu, kini Madika pun langsung terlihat seolah terhempas dengan sangat kuat ke arah yang ia targetkan.
Lesatan Madika semakin cepat berkat dorongan dari ledakan itu, selain itu dengan adanya sayap angin kecepatan lesatannya juga semakin meningkat.
Mereka berempat yang sedari tadi sedang duduk dengan tenang sambil memantau pertarungan yang sedang berlangsung kini tampak terkejut saat menyadari Madika yang sedang bergerak mendekat ke arah mereka saat ini.
"Ada seseorang yang melesat ke tempat ini!" Ucap ketua klan dengan ekspresi terkejut sambil menengadah ke atas langit.
"Cepat sekali! Siapa orang ini?!" Sanggah tetua Barugo yang merupakan pengguna Saga Petir terkuat di sekte Balumba.
Baru saja selesai berkata seperti itu, tiba-tiba Madika kini sudah terlihat melesat ke tengah-tengah arena layaknya sebuah meteor jatuh dari langit.
DUAAARRRR!!
Seketika ledakan yang cukup kuat terjadi ketika Madika menghantam lantai arena pertarungan tersebut.
Ledakan itu menghasilkan gelombang angin serta gelombang energi yang cukup kuat dan langsung menghantam tubuh dua siswa yang sedang bertarung di arena saat ini.
__ADS_1
Salah satu siswa yang terkena efek ledakan itu pun langsung terhempas, sementara yang satunya lagi tampak berusaha mempertahankan posisi berdirinya meskipun dirinya terus terseret ke belakang.
"Apa-apaan ini!" Ucap salah satu siswa yang saat ini terdorong mundur akibat ledakan tersebut.
Sementara itu, semua orang yang sedang menyaksikan pertandingan itu kini langsung terkejut melihat ledakan tersebut..
Ledakan yang sangat kuat yang terjadi di tengah-tengah arena itu membuat mereka semua penasaran. Sontak beberapa penonton langsung berdiri karena saking terkejutnya.
Sementara itu, Natalia dan Diana yang sedang duduk kini hanya menatap tempat yang saat ini di penuhi asap ledakan dengan ekspresi yang tampak sedikit terkejut namun tidak sampai berdiri.
"Apa yang barusan terjadi?!" Ucap Diana yang tampak penasaran.
"Entahlah, yang jelasnya ada sesuatu yang jatuh dari langit dan sepertinya itu adalah seorang ksatria Saga tingkat master." Ucap Natalia dengan ekspresi yang tampak acuh dan tidak peduli sama sekali.
"Siapa sebenarnya orang ini? Apa dia berniat mengacau di sekte ini hanya dengan kemampuan tingkat masternya itu hah?!" Ucap tetua Lagonu yang merupakan pengguna Saga angin terkuat di sekte Balumba.
"Berani-beraninya orang ini mengacaukan pertandingan!" Ucap tetua Kabosu yang langsung berdiri dan mencoba untuk maju ke arena pertandingan.
Namun tiba-tiba ketua sekte yang bernama Nakarapu itu langsung muncul di hadapan tetua Kabosu.
"Jangan terburu-buru." Ucap ketua sekte sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Hanya seorang ksatria tingkat master! Kita tak perlu turun tangan! Para murid sekte kita pasti bisa mengatasinya! Apalagi dia hanya seorang diri.... Jadi tak ada yang perlu di khawatirkan saat ini." Ucap ketua sekte.
"Meskipun kau berkata seperti itu, tapi bagaimana kalau orang yang datang itu adalah orang yang telah mengobrak-abrik klan petir?" Ucap tetua Supiri seorang pengguna Saga api terkuat di sekte Balumba.
"Tidak masalah! Sekalipun dia adalah orang yang mengobrak-abrik klan petir, bukan berarti dia bisa berbuat hal yang sama di sini!" Jawab si ketua sekte dengan penuh percaya diri.
Setelah berkata seperti itu, kini terjadi ledakan angin di dalam kepulan asap tebal yang ada di arena.
Seketika itu pula kepulan asap pun langsung terhempas dan sosok Madika pun langsung terlihat jelas di tengah-tengah arena yang kini sudah hancur tersebut.
Melihat hal itu, seketika Natalia yang tadinya acuh tak acuh langsung terlihat terkejut dengan mata yang terbelalak.
__ADS_1
"Madika?" Ucap Natalia dengan suara kecil.