
Sementara itu, Esi yang melihat petir Natalia terus bergerak maju, kini tampak sedikit kerepotan.
"sial!.... kalau ini terus berlangsung lama, bisa-bisa saga-ku habis lebih dulu!" batin Esi dengan ekspresi kesal.
Baru saja berpikir seperti itu, kini tiga petir milik Natalia berhasil lolos dari pertahanan Esi.
petir itu kini dengan cepat melesat ke arah Esi.
"sial!.... serangan-nya sangat cepat!.... benar-benar merepotkan!" batin Esi.
saat petir Natalia hendak menyambar Esi, Esi pun dengan cepat menciptakan perisai es yang menutupi seluruh tubuh-nya.
bentuk perisai es itu berbentuk setengah bola.
"hampir saja!" pikir Esi.
Kini petir Natalia langsung menghantam perisai milik Esi.
namun perisai itu sangat kuat hingga tak bisa di hancurkan.
sementara itu, dari dalam perisai es, Esi tampak menutup mata-nya dan berusaha untuk memperkuat serangan es-nya yang sedang berusaha menghancurkan perisai naga petir milik Natalia.
di sisi lain, Natalia kini tampak makin gelisah karena perisai petir-nya kini tampak makin retak dan jelas akan segera hancur.
"aku harus bergerak cepat! jika tidak dia akan lebih dulu menghancurkan perisai-ku!" batin Natalia.
Setelah berpikir seperti itu, kini Natalia pun langsung memperkuat petir milik-nya.
"tidak peduli jika teknik ini akan menguras semua Saga-ku, yang terpenting sekarang aku harus menang!" batin Natalia.
setelah itu Natalia pun langsung mengubah bentuk petir-nya menyerupai bor.
setelah mengubah semua petir-nya menyerupai bor, kini petir yang di perkuat-nya dengan seluruh saga-nya itu kini melesat ke arah perisai es milik Esi.
saat ini tampak sepuluh petir menyerupai bor milik Natalia tampak melekat di perisai es itu.
petir itu terus menyerang dan tampak berputar-putar dan berusaha menghancurkan perisai es milik Esi.
__ADS_1
tak butuh waktu lama kini perisai milik Esi tampak retak dan sudah menunjuk-kan tanda-tanda akan hancur.
"apa!?..... dia bisa menghancurkan pertahanan-ku tanpa membutuhkan waktu lama!?..... yang benar saja!.... padahal aku saja butuh banyak waktu untuk menghancurkan pertahanan-nya, tapi dia bisa melakukan ini dengan mudah!" batin Esi yang tampak terkejut melihat perisai-nya yang mulai menunjuk-kan tanda-tanda akan hancur.
"tidak akan ku biarkan kau mengalahkan-ku!!" teriak Esi dari dalam perisai es-nya sambil mengerahkan seluruh kemampuan-nya.
"kau pikir aku juga berniat kalah dari mu hah?.... yang benar saja! itu tidak akan mungkin terjadi!!" balas Natalia berteriak sambil mengerahkan segenap kemampuan-nya untuk menghancur-kan perisai Esi.
~HIIYAAAAAA~
~HIIYAAAAAA~
Kedua-nya berteriak dan membakar semangat masing-masing untuk bisa menang dari lawan-nya.
tak butuh waktu lama, kini pertahanan kedua-nya melemah, dan akhir-nya perisai es dan perisai naga petir langsung hancur seketika secara bersamaan.
hal itu pun membuat kedua-nya terkejut sambil menatap serangan masing-masing.
Saat kedua-nya tengah terkejut karena pertahanan yang baru saja hancur, kini kejutan yang lain-nya muncul lagi.
baru sedetik setelah perisai naga petir dan perisai es hancur, kini Natalia dan Esi di kejut-kan oleh serangan tak terduga.
pembekuan itu di mulai dari kaki mereka dan langsung menjalar dengan cepat ke seluruh tubuh.
mereka berdua bahkan tak sempat bergerak.
ketika kaki mereka berubah jadi es, seketika itu pula pergerakan mereka terkunci. kecuali jika mereka nekat untuk memotong kaki mereka.
namun kesempatan memotong kaki itu hanya ada beberapa detik saja, karena es itu membekukan tubuh dengan sangat cepat. kurang dari 30 detik seluruh tubuh sudah di pastikan akan membeku.
Melihat pembekuan tubuh yang sangat cepat itu, Esi pun dengan cepat menoleh dan berusaha mengedarkan pandangan-nya ke segala arah.
di saat itu pula ia melihat sebuah hal yang sangat mengerikan bagi-nya. karena ini adalah kali pertama ia melihat sebuah teknik yang memiliki jangkauan seluas ini.
hal yang di lihat-nya itu adalah, membeku-nya seluruh hutan yang ada di area terbatas.
namun, yang sebenar-nya terjadi adalah, pembekuan itu tidak hanya terjadi di area terbatas saja, melainkan sudah keluar dari area terbatas dan kini pembekuan itu hampir memenuhi seluruh hutan.
__ADS_1
"seperti-nya ada yang menggunakan teknik tingkat master di tempat ini! tapi siapa yang bisa melakukan hal segila ini?!" batin Esi.
Sementara itu, Natalia yang seluruh tubuh-nya kini sudah hampir membeku tampak mencurigai sesuatu.
"tidak salah lagi!.... ini teknik tingkat master ke atas!.... tapi tidak mungkin ada siswa yang bisa menggunakan teknik dengan tingkat setinggi itu!.... apa jangan-jangan saat ini ada orang luar yang sedang menyerang sekolah?" batin Natalia yang tampak mengira-ngira hingga akhir-nya diri-nya membeku sepenuh-nya.
Di sisi lain, Esi juga ternyata memiliki pemikiran yang sama dengan Natalia. ia juga berpikir mungkin ada orang luar yang menyerang akademi.
"yang benar saja!.... jika memang ada orang yang menyerang akademi ini? maka pertanyaan-nya apa tujuan mereka? memang-nya apa yang mereka dapatkan dari penyerangan ini?" batin-nya bertanya-tanya.
tak lama setelah itu Esi pun juga langsung membeku.
seluruh tubuh-nya kini berubah menjadi es.
lalu Natalia dan Esi yang sudah berubah menjadi es itu pun kini langsung hancur berkeping-keping.
Kini Natalia terbangun di tubuh asli-nya. ia tampak terkejut dan langsung menarik nafas dalam karena terkejut ketika tubuh kedua-nya terbunuh.
Natalia kini tampak menarik nafas-nya dengan terengah-engah.
"hah..... hah.... hah.... jadi begini rasa-nya mati sekali!" batin Natalia.
setelah itu Natalia pun langsung menarik nafas dalam dan mulai menenangkan diri.
setelah diri-nya tenang, ia pun langsung menoleh ke segala arah untuk melihat tempat nya saat ini dan memastikan siapa saja yang masih belum kembali ke tubuh asli-nya.
ketika mengamati, kini mata-nya melihat hanya ada satu siswa di tempat itu yang masih belum sadar. dengan kata lain, siswa kesadaran siswa itu masih berada di tubuh ke dua.
"ternyata Nina masih hidup!.... kalau tak salah dia satu kelompok dengan Madika!" batin Natalia dengan ekspresi serius saat menyebut nama Madika.
Setelah itu kini Natalia perlahan berdiri dari posisi bersila-nya.
"sebenar-nya apa yang terjadi di dalam hutan itu?.... serangan es barusan memiliki jangkauan yang sangat luas dan tergolong sebagai teknik tingkat master ke atas..... apa benar ini penyerangan? atau kah mungkin?...." Natalia menggantungkan ucapan-nya dan mulai pasang eskpresi curiga. ia saat ini mulai memegang dagu-nya dan mulai berpikir berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.
Tak lama setelah itu terdengar sebuah pemberitahuan yang menyatakan latihan gabungan telah selesai.
hal itu pun membuat Natalia sedikit terkejut dan langsung menoleh ke arah Nina.
__ADS_1
"apa mereka memenangkan-nya?" batin Natalia.