
Kini lima peserta lain-nya langsung menargetkan Joe karena menganggap Joe sebagai ancaman yang tak bisa di kalahkan seorang diri.
Lalu lima orang peserta itu pun kini mulai bergerak.
tiga orang peserta melesat cepat ke arah Joe.
dua orang membawa pedang petir dan pedang es, sementara yang satu-nya membawa tombak petir.
Di sisi lain, tampak saat ini ada dua peserta lain-nya di belakang yang sedang mengaktifkan jurus terbaik mereka.
Saat ini tiga peserta itu sudah berada dekat dengan Joe.
si pengguna pedang es dengan cepat menebaskan pedang-nya ke arah Joe.
namun sayang-nya pedang-nya di tahan oleh piton petir hingga pedang es itu hancur dan membuat pria itu terkejut.
Kurang dari dua detik kemudian, kini si pengguna tombak petir langsung mengayunkan tombak-nya dengan sangat kuat ke arah kepala Joe.
namun dengan cepat Joe menciptakan pedang petir di tangan-nya dan langsung menahan serangan tombak itu.
Kini tombak petir dan pedang petir saling berhantaman dan menciptakan gelombang udara yang kuat.
tak lama setelah itu, tombak petir yang saat ini di tahan oleh Joe mendadak mengeluarkan seekor ular kobra petir.
"mati-lah!!" teriak pria itu sambil menekan tombak-nya dengan kuat.
Belum saja ular itu menggigit Joe, kini terlihat sebuah pedang petir terbang ke arah Joe.
ya, salah satu pengguna pedang petir sebelum-nya kini juga ikut menyerang.
Joe yang saat ini tampak terdesak pun kini langsung mendorong pedang-nya dengan sangat kuat.
"membunuh-ku?!.... tidak semudah itu!!" teriak Joe sambil mendorong pedang-nya dengan sangat kuat sampai-sampai pria pengguna tombak itu langsung terhempas, dan di saat yang bersamaan kini ekor dari ular piton petir milik Joe tampak berhasil memblokir serangan pedang petir yang hampir mengenai Joe.
__ADS_1
lalu dengan cepat Joe pun langsung mengayunkan pedang-nya ke pengguna pedang petir itu.
hal itu pun memaksa si pengguna pedang petir untuk segera menarik pedang-nya lalu dengan cepat memblokir serangan pedang milik Joe.
Baru saja berhasil memblokir serangan pedang milik Joe, tiba-tiba pria pengguna pedang petir itu langsung di makan oleh piton petir milik Joe.
dan ternyata bukan hanya pria itu saja yang di telan, melainkan si pengguna pedang es juga baru saja di telan oleh piton petir itu.
Setelah piton petir itu menelan kedua orang itu, kini Joe pun langsung melakukan beberapa gerakan tangan.
sesaat setelah itu kini piton petir milik Joe langsung terbang tinggi ke langit, setelah di rasa cukup tinggi, ular itu pun langsung melesat ke bawah tepat ke atas lantai arena pertarungan.
Piton petir pun kini mencapai lantai, dan tampak kepala piton petir langsung masuk ke dalam lantai itu.
namun lantai yang ia masuki tampak tidak hancur, bahkan saat ini bisa terlihat bahwa kedua pria yang ada di tubuh piton petir itu sedang tergeletak di atas lantai yang di masuki ole piton petir.
Tujuan dari teknik yang Joe gunakan saat ini adalah untuk memberi luka dalam dengan memanfaat-kan tekanan energi yang ada pada tubuh piton petir-nya.
Kedua pria yang saat ini menerima serangan tekanan energi dari seluruh tubuh piton petir kini tampak berteriak kesakitan.
hingga saat seluruh tubuh piton petir telah masuk ke dalam tanah, kini dua pria itu langsung berhenti berteriak, dan di saat yang bersamaan, mereka juga telah mati karena tak bisa menahan efek dari tekanan energi itu.
Setelah kedua pria itu terbunuh, semua penonton langsung terkejut. bahkan saat ini tuan Samon memberikan sedikit pujian pada Joe.
"seperti-nya anak ini cukup mumpuni, hanya saja lawan-nya sebelum-nya terlalu kuat sampai-sampai ia tak bisa menunjukan jurus yang seperti ini." ucap tuan Samon.
"anda benar tuan, dan berdasarkan penglihatan-ku, anak ini bisa menjadi lebih kuat jika ia melakukan latihan yang benar untuk jurus piton petir-nya itu." timpal salah satu pengawal pribadi tuan Samon.
"uhmm...." balas tuan Samon sambil bergumam dan sesekali mengelus janggut kesayangan-nya.
Tak lama setelah tiga pria pengguna pedang dan tombak itu di tumbangkan, kini tersisa dua peserta lain-nya yang hendak menyerang Joe.
Tampak dua peserta itu kini sudah siap dengan jurus-nya.
__ADS_1
yang satu mengeluarkan jurus panah api raksasa yang tampak melayang di atas kepala-nya.
sementara yang satu-nya lagi tampak menggunakan jurus tombak angin raksasa. tombak itu juga tampak melayang di atas kepala pria itu.
Joe yang melihat jurus mereka berdua kini hanya bisa tersenyum tipis. hal itu di karenakan Joe tahu bahwa jurus mereka masih belum mencapai tingkat terkuat-nya, sementara jurus piton petir milik Joe sudah bisa ia kuasai hingga ke tingkat yang cukup tinggi.
"sudah ku bilang ukuran bukan penentu kekuatan!!" teriak Joe yang dengan segera melakukan gerakan untuk mengendalikan piton-nya agar segera maju dan menyerang.
Kini piton petir Joe langsung melesat dengan cepat ke arah dua pria itu.
sementara itu, kedua pria itu pun juga tak mau kalah, mereka berdua dengan segera menggerak-kan tangan mereka dengan dua bentuk gerakan hingga akhir-nya kini panah api serta tombak angin raksasa itu langsung maju menghadapi serangan piton petir milik Joe.
Melihat ketiga jurus yang kuat itu akan segera beradu dan saling berhantaman, kini kepala akademi pun segera memerintahkan para guru yang bertugas untuk menciptakan perisai setengah lingkaran yang sebelum-nya juga sempat di pakai.
Tak butuh waktu lama, kini perisai setengah lingkaran itu pun langsung tercipta dan mengurung ketiga siswa yang sedang beradu jurus itu.
Kini panah api dan tombak angin langsung menghantam kepala piton petir milik Joe.
ketika tiga jurus itu saling berhantaman, terjadilah ledakan energi di sekitar jurus itu, serta tercipta pula gelombang udara yang sangat kuat.
Kedua siswa yang berhadapan dengan Joe itu kini terlihat sedang berusaha mendorong panah api dan tombak petir-nya dengan sekuat tenaga.
begitu pula dengan Joe yang tampak berusaha mendorong piton-nya.
Namun akhir-nya kini Joe lah yang harus menerima kemenangan. hal itu di karenakan piton petir milik Joe berhasil menerobos tombak angin dan panah petir itu.
tombak angin dan panah api itu tampak terdorong ke belakang.
hal itu pun membuat dua siswa pengguna jurus itu tampak kesal, padahal mereka sudah berusaha untuk terus mendorong jurus-nya menggunakan energi Saga.
namun semua-nya malah sia-sia.
hingga akhir-nya kini tombak angin dan panah api itu pun langsung meledak, dan energi Saga yang mereka gunakan untuk mendorong jurus itu langsung berbalik dan memberikan efek serangan dari dalam tubuh mereka sendiri.
__ADS_1