Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Transformasi Piton Petir


__ADS_3

Tak lama setelah itu, kini Madika dan Joe kembali melanjutkan pertarungan mereka.


Joe dengan segera kembali melesatkan piton petir-nya ke arah Madika.


Madika yang melihat piton itu mendekat kini dengan cepat melompat ke samping menghindari piton itu.


lalu Madika berlari ke arah Joe sambil menciptakan sebuah tombak angin di tangan kanan-nya.


lalu dari belakang Madika tampak piton petir sedang mengincar-nya.


Di saat yang cukup terdesak itu, tiba-tiba Madika mendapatkan sebuah ide dan ingin mencoba melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan.


Sambil membawa tombak angin itu, Madika dengan segera menciptakan sebuah perisai petir di depan-nya, lalu dengan cepat Madika melompat ke atas perisai petir itu sambil menciptakan dua perisai petir lain-nya di udara.


Kini Madika dengan cepat langsung melompat ke udara dan memijaki perisai itu untuk bisa bergerak di udara.


Madika melompat dari satu perisai ke perisai lain-nya.


Di sisi lain, semua yang melihat hal itu tampak sedikit terkejut, tidak terkecuali dengan tuan Samon.


"hmmm.... rupa-nya perisai juga bisa di gunakan seperti itu ya.... aku baru pertama kali melihat-nya." ucap tuan Samon sambil mengelus janggut-nya.


"sudah ku bilang.... anak ini hanya di penuhi oleh trik, bukan kekuatan." ucap Natalia dengan ekspresi malas.


"hei.... apa kakek lupa mengajarkan-mu bahwa trik juga merupakan kekuatan?" ucap tuan Samon menatap Natalia dengan serius.


"hah...." Natalia menghela nafas panjang sambil pasang ekspresi malas. "iya-iya.... terserah kakek saja." ucap Natalia.


kemudian kini mereka kembali menatap pertarungan di arena.


Saat Madika kini berada di ketinggian kurang lebih 200 meter, kini Madika langsung mengangkat tombak angin-nya.


lalu di angkat-nya serta padatkan-nya tombak angin itu di tangan kanan-nya.

__ADS_1


Saat ini seluruh penonton langsung menengadah ke udara dan melihat ke arah Madika yang berada di ketinggian kurang lebih 200 meter itu.


tampak saat ini Madika sedang menyiapkan sebuah jurus yang kuat.


hal itu di karenakan bisa terlihat bahwa seluruh angin yang berada di sekitar ketinggian itu tampak di serap oleh tombak angin Madika.


bahkan efek dari penyerapan angin itu sampai-sampai membuat awan yang berada jauh di atas Madika ikut bergerak mengikuti arah angin Madika.


tampak kepulan awan berputar-putar di atas Madika seperti sebuah tornado bentuk-nya.


Semua penonton yang melihat pemandangan itu langsung terpukau dan merasa sedikit kurang percaya karena dengan level Madika saat ini bagaimana mungkin bisa membuat jurus dengan efek yang terlihat mengerikan seperti itu.


Melihat Madika yang sedang menyiapkan serangan yang kuat itu, kini Joe pun tidak mau kalah.


"seperti-nya kau benar-benar ingin mati!!" teriak Joe sambil melempar kedua pedang-nya di udara.


lalu Joe dengan segera menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan.


kemudian kedua pedang-nya yang saat ini melayang di udara tampak menyatu, setelah itu Joe menggerakkan ke depan.


Setelah pedang itu masuk ke dalam kepala piton itu, kini piton petir milik-nya itu langsung bertransformasi menjadi seekor ular naga.


"ini adalah serangan penghabisan.... mati terbunuh oleh naga petir-ku adalah sebuah kehormatan bagi-mu!!" teriak Joe.


Saat ini freon yang melihat kekuatan Joe yang sebenar-nya kini langsung terkejut karena sebelum-nya Joe tak menggunakan jurus itu saat bertarung dengan-nya.


"huh.... untung saja saat itu aku tak memberi Joe kesempatan untuk mengeluarkan jurus seperti ini.... jika saat itu aku memberi-nya kesempatan, maka aku pasti akan kerepotan melawan-nya!" batin Freon yang tampak gelisah saat menatap naga petir milik Joe.


Sementara itu, kepala akademi yang melihat jurus Madika dan Joe pun langsung menyuruh para guru untuk menciptakan perisai di area lapangan.


namun perisai yang di buat kali ini bukan perisai setengah lingkaran karena saat ini Madika berada jauh dari jangkauan perisai yang bisa mereka buat.


Kini Joe pun sudah siap dengan jurus terkuat-nya. begitu pula dengan Madika.

__ADS_1


Madika yang saat ini berdiri di atas perisai angin milik-nya langsung melemparkan tombak angin-nya itu ke arah Joe.


Joe yang melihat hal itu tentu tidak tinggal diam.


dengan beberapa variasi gerakan tangan-nya yang cepat, kini naga petir milik-nya langsung melesat ke arah datang-nya serangan tombak angin milik Madika.


Tidak butuh waktu lama, kini tombak angin Madika dan naga petir Joe langsung bertemu di tengah-tengah dan saling menghantam.


Hantaman naga dan tombak itu menghasilkan ledakan yang sangat kuat di sertai dengan gelombang angin yang luar biasa.


Joe kini dengan penuh semangat berteriak sambil menekan energi-nya agar naga-nya menghancurkan tombak angin milik Madika.


hal itu pun membuat tombak angin Madika perlahan terdorong mundur, dan kini gelombang angin di sekitar tempat itu jadi semakin kuat.


Para penonton yang menyaksikan hal itu tampak terperangah dengan mulut yang menganga.


tak satupun dari para penonton yang mengeluarkan suara karena semua-nya merasa-kan ketegangan saat menonton pertarungan itu.


Sementara tuan Samon kini hanya bisa mengelus janggut-nya dan berkata.


"hah.... padahal ini hanya pertarungan siswa tingkat atas, tapi tidak ku sangka pertarungan-nya bisa seheboh ini.... siswa-siswa tahun ini ternyata banyak yang berbakat." ucap tuan Samon.


"kakek ini seperti tidak pernah melihat siswa tingkat atas yang seperti itu.... di zaman sekarang ini sudah semakin banyak siswa tingkat atas yang memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa, hanya saja yang kurang dari mereka hanyalah pengalaman bertarung melawan para Niverom." ucap Natalia dengan ekspresi yang sedikit acuh. "jika yang seperti ini saja kakek terkejut, kira-kira bagaimana jadi-nya jika aku menunjuk-kan kekuatan-ku yang sebenar-nya?" timpal-nya sambil menoleh pada kakek-nya.


"hahahaha...." tuan Samon tertawa mendengar ucapan cucu-nya itu. lalu tuan Samon menoleh ke arah Natalia. "tidak perlu menunjuk-kan kekuatan-mu yang sebenar-nya.... seperti ini saja kau sudah sangat mengerikan." ucap tuan Samon meledek Natalia.


"kakek tadi bilang apa?" tanya Natalia sambil menunjuk-kan senyum psikopat-nya di sertai dengan tubuh-nya yang tampak menyambar kan petir-petir kecil.


"hahaha..... ehmm...." tuan Samon mendadak berhenti tertawa ketika melihat ekspresi cucu-nya itu.


lalu dengan segera tuan Samon langsung mengalihkan perhatian Natalia.


"lihat!... tampak-nya Joe berhasil memojok-kan Madika!" ucap tuan Samon sambil menunjuk naga petir milik Joe yang sedang mendorong mundur tombak angin milik Madika.

__ADS_1


Melihat tuan Samon yang mengalihkan perhatian-nya, kini Natalia pun menyudahi senyum psikopat-nya itu dan kembali melihat situasi pertarungan di arena.


__ADS_2