Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kekuatan Si Udin


__ADS_3

Saat ini Madika berhasil menghindari tinju di udin dengan cara menunduk.


sambil menunduk Madika menebas-kan pedang besar-nya ke arah Udin sambil memutar tubuh-nya ke arah si Udin yang ada di belakang-nya.


Namun si Udin kini dengan cepat menghindari tebasan pedang itu dengan sangat cepat.


saking cepat-nya sampai-sampai si Udin tampak seolah menghilang begitu saja dari pandangan Madika.


Kini si Udin pun sudah berada di belakang Madika dan dengan cepat ia langsung menendang Madika dengan sangat kuat.


hal itu pun membuat Madika langsung terhempas jauh hingga mencapai persimpangan lorong koridor yang ada tempat itu.


Kini tubuh Madika pun menghantam dinding di persimpangan itu.


ia kemudian terjatuh ke lantai dan tampak wajah-nya sedikit merasa terkejut dengan kekuatan si Udin yang kini meningkat secara signifikan dalam waktu yang singkat.


"seperti-nya orang ini sedari tadi menyembunyi-kan kekuatan-nya yang sebenar-nya.... tapi setelah melihat hal ini, aku jadi berpikir, apa ini memang sudah kekuatan asli-nya atau masih ada lagi yang ia sembunyi-kan.


Baru saja berkata seperti itu, tiba-tiba si Udin muncul lagi di hadapan Madika dengan sangat cepat.


ia pun kini langsung mengeluar-kan sebuah pedang petir yang saat ini sudah di perkuat dan sudah di lapisi mengguna-kan aura yang sama dengan aura yang ada di tubuh-nya.


lalu si Udin pun dengan cepat menebas-kan pedang-nya itu ke arah Madika.


~DUARRRR!!~


Sebuah ledakan terjadi tepat di tempat si Udin menebas-kan pedang-nya.


dan tempat itu kini di penuhi oleh kepulan asap dari ledakan tersebut.


Tak lama setelah itu tampak Madika melompat keluar dari dalam kepulan asap itu.


Saat Madika masih berada di udara, kini di Udin pun langsung melesat-kan tebasan petir ke arah Madika sebanyak lima kali.

__ADS_1


Lima tebasan petir itu kini melesat cepat ke arah Madika yang sedang berada di udara.


Madika yang tak sempat menyadari hal itu kini langsung terkena salah satu dari tebasan petir tersebut.


salah satu tebasan petir itu menghantam punggung Madika dan membuat Madika terhempas hingga menghantam langit-langit lorong tersebut hingga langit-langit lorong itu jadi sedikit retak dan tampak mengeluar-kan sedikit asap dari bagian yang retak itu.


hal itu pun kini membuat Madika jatuh ke lantai.


Namun serangan si Udin tidak cukup sampai di situ saja, kini si Udin kembali melesat ke arah Madika dengan sangat cepat dan ia pun langsung melompat ke udara sambil mengangkat pedang-nya itu di udara dengan posisi yang tampak siap untuk menebas Madika.


Madika yang masih sempat menyadari hal itu kini terpaksa langsung mengeluar-kan pusaka ratu semut milik-nya.


dengan mengguna-kan pusaka ratu semut itu, kini Madika pun bisa bergerak dengan sangat cepat untuk menghindari tebasan si Udin.


Hal itu pun membuat si Udin yang kini melancar-kan tebasan-nya kini hanya menebas lantai hingga lantai itu hancur dan terjadi ledakan saat pedang-nya menghantam lantai.


Lantai yang terkena tebasan itu langsung hancur seketika dan akibat ledakan itu kini puing-puing lantai itu terhempas ke udara dan berhamburan di lantai.


"untung saja aku masih punya kaki semut ini!... jika tidak aku pasti akan langsung sekarat jika terkena serangan itu secara langsung." ucap Madika dalam hati saat melihat skala kehancuran yang cukup besar akibat dari serangan pedang di Udin.


Sementara itu, si Udin yang melihat Madika yang kini menempel di dinding mengguna-kan pusaka ratu semut itu kini hanya bisa menatap Madika dengan ekspresi iri.


"sial@n!.... ternyata kau masih punya senjata pusaka yang seperti itu rupa!" ucap Udin dengan ekspresi yang tampak kesal dan sedikit iri.


Udin tentu-nya tahu bahwa kaki semut berukuran panjang yang ada di punggung Madika itu adalah sebuah pusaka karena ia bisa merasa-kan aura senjata pusaka dari kaki semut itu.


Sementara itu, Madika yang mendengar ucapan Udin tentang pusaka ratu semut milik-nya kini hanya menatap Udin dengan tatapan sinis.


"kau tak perlu berkomentar tentang senjata pusaka milik-ku." ucap Madika dengan ekspresi seolah bisa membaca pikiran si Udin. lanjut-nya, "kau berkata seperti itu, tapi sebenar-nya kau sedang iri pada-ku.... hal itu bisa ku lihat dari wajah-mu sekarang." ujar Madika.


"tchi!!"


Udin langsung meludah ke samping sambil menunjuk-kan ekspresi kesal di wajah-nya.

__ADS_1


lalu ia kembali menoleh ke arah Madika.


"kalau memang iya kenapa hah!?" bentak si Udin. lanjut-nya sambil mengangkat pedang-nya ke arah Madika. "lagi pula sekali-pun kau punya pusaka yang terhubung langsung dengan tubuh seperti itu, bukan berarti kau lebih kuat dari-ku!!.... sekarang terima-lah kematian-mu!!" bentak Udin sambil melesat cepat ke arah Madika.


Madika yang melihat hal itu kini langsung tersenyum tipis.


hal itu di karena-kan ia kini bisa melihat pergerakan si Udin.


hal itu di karena-kan Madika saat ini telah menyamai kecepatan si Udin, sehingga kecepatan si Udin itu kini terasa biasa saja bagi-nya, dan begitu pula sebalik-nya.


Kini Madika pun langsung membagi dua kembali pedang besar milik-nya itu, dan tak lama dari situ, kini si Udin pun sudah berada di depan Madika sambil menebas-kan pedang-nya ke arah Madika.


Madika pun kini langsung melompat ke lantai untuk menghindari tebasan si Udin.


lalu si Udin yang melihat hal itu kini dengan cepat melesat ke arah Madika yang sudah berada di lantai saat ini.


lalu di Udin dengan cepat menebas-kan pedang-nya dengan pola memutar.


Namun semua tebasan itu berhasil di tangkis oleh Madika mengguna-kan kedua pedang-nya.


Kini Madika dan Udin tampak bergerak dengan sangat cepat sampai-sampai kedua-nya tampak seperti cahaya yang sedang melesat cepat.


mereka berdua mulai beradu tebasan yang di padu-kan dengan kecepatan yang luar biasa.


saking cepat dan kuat-nya tebasan pedang mereka, kini tampak terjadi ledakan energi yang sangat luar biasa di setiap kali pedang mereka berhantaman.


Hingga akhir-nya kini si Udin pun langsung melesat ke belakang Madika dengan sangat cepat.


lalu ia menebas-kan pedang-nya ke arah Madika.


Madika yang menyadari hal itu kini langsung memutar tubuh-nya serta segera memblokir serangan pedang si Udin dengan cara menyilang-kan kedua pedang-nya untuk menahan tebasan pedang si Udin.


Meski-pun Madika berhasil memblokir serangan pedang itu, namun ternyata perbedaan kekuatan mereka berdua masih bisa terlihat karena saat ini Madika tampak terdorong ke belakang akibat serangan pedang itu.

__ADS_1


__ADS_2