Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Di Jodohkan


__ADS_3

Kini Madika telah berdiri dengan tegak.


ia kemudian menatap tuan Samon dengan ekspresi serius.


"kakek Sam, apa kakek memiliki niat untuk menghancur-kan paman Kiono sampai-sampai aura membunuh kakek bisa lepas kendali seperti itu?" tanya Madika.


"ya!.... aku benar-benar tidak habis pikir!... hanya demi tahta kerajaan dia bahkan tidak segan-segan membunuh saudara-nya sendiri!.... Kiono harus di beri hukuman yang setimpal!" ucap tuan Samon yang tampak masih emosi.


"tenang-lah paman, sejujur-nya aku sudah lama memikir-kan masalah seperti ini.... yang jelas-nya saat ini aku harus bertambah kuat terlebih dahulu, setelah itu, aku ingin membalas dendam kedua orangtua-ku dengan tangan-ku sendiri.... jadi, jika kakek Sam juga ingin memberi-nya pelajaran, tolong kakek tunggu hingga persiapan-ku selesai, dengan begitu aku juga bisa ikut andil dalam hal itu." ucap Madika.


Mendengar penjelasan Madika, tuan Samon pun merasa kalau tujuan Madika pasti bukan hanya balas dendam saja.


"Madika, apa kau berniat untuk mengambil alih kerajaan Tambolo?" tanya tuan Samon blak-blakan.


Mendengar pertanyaan tuan Samon itu, kini Madika pun langsung mengangguk-kan kepala-nya mengiyakan hal itu.


"bagus!.... bagus sekali!.... jika memang itu niat-mu, maka aku akan mendukung-mu sepenuh-nya." ucap tuan Samon yang tampak bersemangat.


Setelah percakapan itu, kini Madika dan tuan Samon pun memulai membahas hal-hal yang ringan.


sampai akhir-nya mereka berdua pun mulai membahas tentang Natalia.


"oh iya kek, dulu sewaktu aku dan ayah-ku sering berkunjung di istana, kenapa aku tak pernah melihat Natalia? bahkan aku tak tahu kalau paman punya seorang anak yang bernama Natalia." tanya Madika.


"itu karena sejak kecil Natalia selalu di rumah orangtua-nya.... Natalia jarang ikut berkunjung.... itu karena sejak kecil ia sudah berusaha melatih kemampuan Saga milik-nya.... jadi jika aku ingin bertemu, maka aku sendiri-lah yang akan mendatangi-nya." ucap tuan Samon menjelaskan.


"begitu ya." balas Madika menanggapi penjelasan tuan Samon.


"Madika, apa kau tahu tujuan-ku yang sebenar-nya sehingga aku mengingin-kan diri-mu menjadi pengawal pribadi Natalia?" tanya tuan Samon tiba-tiba.


"aku tidak terlalu paham dengan cara berpikir kakek, yang jelas-nya menurut-ku kemungkinan kakek ingin aku melindungi Natalia.... benar begitu?" jawab Madika.


"tujuan-ku yang sebenar-nya bukan-lah hal seperti itu." ucap tuan Samon. "di lihat dari sisi mana-pun, Natalia itu bukan-lah gadis lemah yang harus selalu di lindungi." ucap tuan Samon.


"apa yang kakek Sam katakan memang ada benar-nya, tapi jika begitu lantas apa tujuan kakek Sam menginginkan-ku menjadi pengawal pribadi Natalia." batin Madika bertanya-tanya.

__ADS_1


Melihat ekspresi Madika yang tampak bertanya-tanya itu, kini tuan Samon pun langsung memberitahu tujuan-nya yang sebenar-nya.


"tujuan-ku yang sebenar-nya adalah menjodohkan-mu dengan Natalia." ucap tuan Samon terang-terangan pada Madika.


"PRFFTT"


Madika yang sebelum-nya sedang meminum air yang ada di atas meja tiba-tiba langsung menyembur-kan air di dalam mulut-nya karena terkejut mendengar ucapan tuan Samon. bahkan Madika sampai terbatuk-batuk akibat air yang di minum-nya serasa tersangkut di tenggorokan.


"apa kau baik-baik saja?" tanya tuan Samon.


"aku baik-baik.... tidak perlu khawatir." ucap Madika.


"oh baiklah.... jadi bagaimana pendapat-mu?" tanya tuan Samon lagi.


"pendapat-ku?" ucap Madika memastikan.


"iya, pendapat-mu." balas tuan Samon meyakinkan.


Madika kini tampak berpikir sejenak.


hingga akhir-nya Madika pun hanya bisa pasrah dan kini hanya bisa memikir-kan satu kalimat.


"jika itu keinginan kakek Sam, maka biarkan waktu yang berbicara." ucap Madika menanggapi keinginan tuan Samon.


Mendengar ucapan tuan Madika, tuan Samon pun tampak langsung ceria.


"hahahaha.... tentu saja harus seperti itu.... lagi pula sejak awal aku menginginkan-mu menjadi pengawal pribadi Natalia adalah untuk membangun hubungan yang dekat antara kalian berdua.... aku yakin, selama kalian saling mengikuti dan terus melakukan banyak hal bersama, maka tidak menutup kemungkinan perasaan di antara kalian akan tumbuh dan akhir-nya bisa mencapai satu tujuan yang aku ingin-kan..... hahahaha." ucap tuan Samon yang tampak sangat bersemangat sambil tertawa bahagia.


>SKIP<


Hari ini adalah hari di mana Madika akan di resmikan menjadi pengawal pribadi Natalia, di mana hari ini ia akan mengucapkan janji untuk melindungi Natalia seumur hidup-nya dan mengabdi pada kekaisaran.


Saat ini kaisar Samon memanggil para petinggi di kekaisaran untuk berkumpul di ruang singgasana kaisar.


kini tempat itu di isi dengan para petinggi.

__ADS_1


mereka semua tampak berdiri berbaris seolah sedang memberi jalan menuju singgasana.


di singgasana itu tampak tuan Samon sedang duduk dan menatap Madika yang berada cukup jauh di depan-nya.


sementara itu di samping tuan Samon tampak Natalia sedang berdiri menghadap ke arah Madika.


Setelah itu kini Madika pun di perintahkan untuk maju menghadap kaisar.


sementara itu, Natalia pun juga di perintahkan untuk memegang sebuah pedang untuk menobatkan Madika di bawah pedang tersebut.


Madika pun kini maju mendekati singgasana itu.


"ya ampun, ku harap hari-hari ku tidak kacau setelah penobatan ini." batin Madika yang mulai khawatir dengan tempramen yang di miliki oleh Natalia. "gadis itu, cara berpikir-nya tak bisa di tebak.... begitu pula dengan suasana hati-nya!" timpal-nya dalam hati.


>SKIP<


Setelah upacara penobatan selesai, kini Madika sudah resmi menjadi pengawal pribadi Natalia, dan saat ini tampak Natalia dan Madika sedang berjalan ke ruangan tuan Samon karena kedua-nya di panggil oleh tuan Samon untuk segera menghadap.


Saat mereka berdua tiba di ruangan tersebut, tampak di ruangan itu tuan Samon sedang duduk dan berbincang-bincang dengan dua pengawal pribadi-nya.


ketika mereka bertiga melihat kedatangan Madika dan Natalia, tuan Samon pun langsung mempersilahkan mereka untuk duduk dan bergabung di tempat itu.


tanpa membuang-buang waktu kedua-nya kini langsung duduk bergabung dengan mereka.


lalu setelah itu tuan Samon pun langsung mengajak mereka berbicara.


Belum lama mereka mengobrol, tiba-tiba terdengar suara pintu yang sedang di ketuk dari luar.


"masuk-lah!" ucap tuan Samon dengan singkat.


Setelah berkata seperti itu, kini orang yang mengetuk pintu itu pun masuk ke dalam ruangan.


baru saja ia membuka pintu dan menampak-kan wajah-nya, tiba-tiba ia langsung melontarkan protes terhadap Madika yang di angkat menjadi pengawal pribadi Natalia.


"ayah! apa yang kau pikirkan sampai-sampai membiar-kan bocah itu menjadi pengawal pribadi Natalia?" tanya ayah Natalia dengan ekspresi kesal di wajah-nya.

__ADS_1


__ADS_2