Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mendapat-kan Senjata Pusaka


__ADS_3

Kini Askila yang telah mengalah-kan monster semut itu langsung beristirahat sejenak dengan membaring-kan tubuh-nya di atas tanah.


"hah.... benar-benar melelah-kan." ucap Askila sambil menghela nafas lelah.


"syukur-lah semua sudah berakhir." ucap si gadis sambil berjalan pincang ke arah Askila.


"ah.... kau yang bersyukur, aku yang berduka!" ucap Askila dengan nada sini dan menatap si gadis dengan tatapan malas.


"hehehe..... jangan bicara begitu, aku kan butuh pertolongan.... kalau bukan karena kau, mungkin aku sudah mati sekarang." ucap gadis itu berusaha membujuk Askila sambil tertawa kecil dengan ekspresi ramah.


"ta1 lah." balas Askila sambil memutar bola mata-nya dengan malas.


Tak lama setelah itu, kini terdengar suara ledakan yang dari dalam gua, dan bongkahan-bongkahan batu yang sebelum-nya menutup gua itu langsung terhempas.


Askila dan gadis itu pun langsung menoleh ke arah gua saat mendengar suara ledakan tersebut.


saat mereka menoleh, kini mereka berdua pun melihat sosok Madika yang kini sedang berdiri dengan pose yang sangat santai di depan gua itu.


"wah.... seperti-nya kau baru habis bersenang-senang ya Askila." ucap Madika dengan santai-nya sambil tersenyum.


"bersenang-senang gundul-mu." batin Askila yang kini menatap Madika dengan ekspresi malas.


Sementara itu, si gadis itu kini hanya bisa.menatao Madika dengan ekspresi datar.


"hei, apa orang ini adalah tuan-mu?" tanya gadis itu sambil menoleh ke arah Askila dan menunjuk ke arah Madika.


"ya.... memang-nya kenapa?" tanya Askila menanggapi gadis itu.


"tidak ada apa-apa.... hanya saja tadi kan terjadi gempa yang luar biasa, dan bagaimana dia masih bisa selamat dari dalam gua itu?" tanya gadis itu lagi sambil melihat keadaan gua yang sangat hancur parah saat ini.

__ADS_1


"ah.... benar juga, tuan, apa tadi anda menyadari ada-nya serangan hewan monster di luar?" tanya Askila.


"ya, tentu saja aku menyadari-nya, karena itu lah aku menyempat-kan diri untuk membuat perisai terkuat-ku untuk mempertahan-kan tempat semedi-ku agar tidak terjadi apa-apa pada-ku.... selain itu, karena tadi ada gempa, jadi aku mengguna-kan elemen angin ku untuk melayang-kan tubuh-ku di udara.... meski-pun sangat sulit melakukan banyak hal dalam satu waktu, namun rasa-nya aku mulai terbiasa melakukan-nya." ucap Madika memberi penjelasan yang panjang lebar.


"hah.... syukur-lah anda baik-baik saja." ucap Askila dengan tulus karena memang diri-nya dari tadi sedang mengkhawatir-kan tuan-nya itu.


Sebelum-nya Askila berpikir mungkin saja Madika terlambat menyadari pertarungan di luar gua sehingga saat gua itu hancur Madika pun tak sempat melakukan antisipasi.


hal itu lah yang membuat Askila sangat khawatir sebelum-nya.


Kini Madika pun mulai berjalan ke arah Askila dan si gadis itu.


Madika kini melihat seekor semut raksasa yang sedang sekarat itu kini tengah berusaha keras untuk tetap bernafas meski-pun ia sudah benar-benar kesulitan untuk bernafas.


Hei Askila, apa aku boleh mengakhiri hidup monster yang satu ini?" tanya Madika.


"tentu saja tuan.... anda boleh memiliki-nya dan mengambil energi netral dari-nya untuk meningkat-kan level anda." ucap Askila dengan sopan.


Lalu Madika pun dengan cepat mendekati Askila dan gadis itu.


kemudian Madika pun langsung mengeluar-kan sebuah obat ramuan penyembuh yang sempat ia beli di kota Kayau sebelum-nya.


"kalian berdua minum-lah ini.... ramuan ini akan mempercepat pemulihan tubuh kalian." ucap Madika sambil menyerah-kan dua botol ramuan ke tanah gadis itu.


"oh iya, siapa nama-mu?" tanya Madika sambil menepuk pelan bahu gadis itu.


"eh?.... ehm.... na..." gadis itu tiba-tiba tergagap-gagap karena Madika langsung bertanya pada diri-nya.


"nama-ku Aurel." jawab gadis itu.

__ADS_1


"Aurel ya.... nah Aurel, aku ingin minta tolong.... tolong kau beri obat ini untuk Askila, biarkan dia meminum-nya.... karena dia anjin9 jadi ia tak bisa membuka botol ini pakai tangan-nya, jadi kau saja yang melakukan-nya kali ini karena aku ingin membunuh semut raksasa itu sekarang juga." ucap Madika.


"ehm.... baiklah." jawab Aurel singkat.


"bagus, kalau begitu ku serah-kan Askila pada-mu." ucap Madika dengan ekspresi bersemangat.


Melihat hal itu, kini Askila jadi sedikit bingung karena Madika terlihat begitu bersemangat untuk membunuh si ratu monster semut tersebut.


"baiklah, tanpa basa-basi ini dia serangan penghabisan!" ucap Madika yang masih menunjuk-kan sedikit senyum di wajah-nya.


Lalu Madika pun langsung menebas-kan pedang angin milik-nya ke leher ratu semut tersebut dan membuat leher ratu semut itu langsung terpotong.


~RRRRWWWWAAAARRRR~


Kini ratu semut itu pun langsung mengeluar-kan suara keras sekali lagi saat kepala-nya terpisah dari tubuh-nya.


Kini ratu semut tersebut terbunuh, setelah itu tampak energi netral mulai masuk ke dalam tubuh Madika.


Setelah seluruh energi netral selesai di serap, kini terlihat sebuah bola berwarna merah bercahaya keluar dari tubuh si ratu semut itu.


Bola berwarna merah itu memancar-kan cahaya yang sangat terang, dan kini bola itu bergerak ke arah Madika.


Askila dan si gadis itu kini langsung membelalak-kan mata-nya saat melihat bola tersebut.


hal itu di karena-kan saat ini mereka bisa merasa-kan bahwa bola itu sebenar-nya merupakan sebuah senjata pusaka, yakni senjata yang tercipta secara alami dan hanya di miliki oleh beberapa hewan monster dan tumbuhan monster saja.


"jadi itu ya yang membuat dia sangat bersemangat." ucap Aurel dengan ekspresi takjub melihat bola berwarna merah bercahaya tersebut.


"hah...." Askila kini hanya bisa menghembus-kan nafas-nya. "pantas saja di sesenang itu.... ternyata sedari awal ia sudah bisa merasa-kan bahwa ratu semut ini memiliki sebuah pusaka.... dan jika pusaka itu bisa di miliki oleh tuan Madika, maka akan ada kemungkinan tuan Madika jadi bisa mengendali-kan elemen tanah dengan bantuan pusaka tersebut." ucap Askila dalam hati. "si ksatria legendaris memang punya level yang berbeda ya.... dia bahkan bisa mengetahui ada pusaka di dalam tubuh ratu semut ini."

__ADS_1


Kini bola yang memancar-kan cahaya merah itu langsung masuk ke dalam tubuh Madika, dan saat bola itu sudah masuk ke dalam tubuh-nya, kini ia pun dengan segera langsung duduk bersila dan mencoba untuk menyelesai-kan tubuh-nya dengan senjata pusaka tersebut.


"senjata pusaka ini memilih masuk ke dalam tubuh-ku, itu berarti senjata pusaka ini bukan-lah senjata jenis pedang, tombak, atau bahkan senjata lain-nya, justru, senjata ini pasti memiliki bentuk yang akan terhubung dengan tubuh secara langsung.... aku penasaran kira-kira seperti apa bentuk senjata ini di dalam tubuh-ku?" ucap Madika dalam hati sambil terus mengfokus-kan diri untuk menyesuai-kan tubuh-nya dengan senjata pusaka yang akan ia dapat-kan itu.


__ADS_2