
Saat ini Madika telah berada di dalam.dahi kera bayangan milik-nya itu.
meskipun kera bayangan itu memiliki wujud yang berwarna hitam, namun warna hitam-nya itu cukup transparan sehingga Madika yang saat ini berdiri sambil menodong-kan tongkat-nya dari dalam dahi kera bayangan itu kini bisa terlihat cukup jelas.
Sementara itu, si raja kera yang melihat hal itu kini langsung terkejut dengan mata yang terbelalak.
memang benar, selama ini ia memang tak pernah terpikir-kan untuk melakukan hal yang Madika lakukan saat ini.
"hahahaha.... kau benar-benar menarik bocah!.... bertahan sambil menyerang bukan?!" ucap si raja kera dengan penuh semangat dan langsung mengetahui tujuan dari trik yang di gunakan oleh Madika saat ini.
Memang benar, trik yang Madika gunakan saat ini bertujuan untuk menyerang sambil melindungi diri di dalam tubuh kera bayangan karena kera bayangan itu memang cukup kuat meskipun terlihat transparan dan hanya tampak tercipta dari sebuah aura hitam layak-nya bayangan.
"apa sekarang anda masih berniat mengejek ku hah?" ucap Madika dengan nada bertanya.
"hahahaha.... kali ini tidak akan bocah!.... justru aku jadi tertarik untuk mencoba trik-mu itu!" jawab si raja kera dengan ekspresi wajah yang tampak bersemangat.
Lalu si raja kera itu pun langsung meningkat-kan ukuran tinggi serta besar tubuh kera bayangan milik-nya.
sesudah itu si raja kera itu pun langsung melompat ke arah kepala si kera bayangan itu dan langsung masuk ke dalam kepala-nya sehingga kini ia juga tampak berada di posisi yang sama dengan Madika.
"baiklah, mari kita coba trik ini bersama!" ucap si raja kera itu sambil mengangkat pedang-nya dan menodong-kan pedang-nya ke arah Madika dan monster kera bayangan milik-nya.
seketika itu juga monster kera bayangan milik raja kera itu juga tampak langsung menodong-kan pedang-nya ke arah Madika.
"kalau begitu langsung saja!" ucap Madika yang kemudian langsung memulai pergerakan dan menyerang lebih dulu.
Madika dengan mengguna-kan tongkat-nya langsung memutar tongkat-nya itu lalu mengayunkan tongkat itu ke kepala bayangan kera si raja kera itu.
__ADS_1
Namun si raja kera yang melihat serangan Madika kini langsung mengangkat pedang-nya dan langsung menahan serangan tongkat Madika mengguna-kan pedang-nya tersebut.
pukulan dari tongkat Madika berhasil di tahan oleh-nya.
namun serangan Madika yang sebenar-nya tidak-lah berhenti dan terbatas pada ayunan tongkat itu saja, karena tongkat yang saat ini berhasil tahan oleh raja kera itu kini langsung membesar karena Madika memperbesar ukuran tongkat itu.
Tongkat yang sebelum-nya hanya seukuran batang kelapa dengan diameter setengah meter lebih kini langsung bertambah besar hingga luas penampang-nya mencapai lima meter lebih dan hal itu pun membuat monster kera raksasa milik Madika itu bahkan tak bisa menggenggam tongkat itu dengan baik, dan karena tongkat yang seketika membesar itu memiliki bobot yang juga tiba-tiba menjadi sangat berat kini membuat si raja kera itu jadi sangat kesulitan menahan tongkat itu dengan satu pedang.
ia pun segera mengguna-kan kedua pedang yang ada di kedua tangan-nya.
lalu ia menahan tongkat itu dengan sekuat tenaga.
"apa-apaan kau ini bocah!?" ucap si raja kera dengan ekspresi kebingungan.
"hahaha... maaf, aku bisa melakukan ini karena bayangan ini sangat mudah untuk di kendali-kan.... aku jadi sangat ingin mencoba trik ini karena terpikir-kan satu senjata energi milik-ku yang saat ini sudah di curi oleh seseorang dari sekte besar." ucap Madika sambil tersenyum tipis.
Seketika hantaman kaki monster kera bayangan raksasa milik Madika itu langsung menghantam perut bagian samping dari kera bayangan raksasa milik si raja kera.
hantaman itu pun tampak menghasil-kan ledakan energi yang luar biasa dan langsung membuat si raja kera itu terhempas bersamaan dengan kera bayangan raksasa milik-nya.
Sementara raja kera itu terhempas, kini Madika langsung memegang kembali tongkat yang sudah membesar itu dan mengecil-kan kembali tongkat tersebut dengan sangat cepat hingga ke bentuk asal-nya yang sebelum-nya.
Sementara itu, si raja kera beserta bayangan raksasa-nya itu kini menghantam dinding hingga dinding tersebut hancur berantakan, dan membuat si raja kera itu kini berada di ruangan lain-nya di tempat itu.
"huaaaahahhahhah!!!..... menarik sekali bocah!.... kau memang sangat cocok dengan kekuatan bayangan-ku!" ucap si raja kera itu sambil berteriak dengan penuh semangat.
Sementara Madika yang melihat hal itu kini hanya menatap-nya dengan ekspresi malas.
__ADS_1
"Hua..... dia bersemangat sekali.... semoga sifat-ku tidak akan berubah jadi seperti dia jika sudah menerima warisan dari-nya nanti." ucap Madika dalam hati.
Lalau di raja kera itu kini langsung berdiri bersamaan dengan bayangan raksasa-nya.
"meski-pun saat ini kau bisa membuat-ku terhempas, tapi jangan senang dulu! karena kalau kau bisa, maka itu arti-nya aku juga bisa!" teriak si raja kera itu sambil mengarah-kan ujung pedang-nya ke arah Madika.
Seketika itu juga pedang si raja kera itu langsung memanjang ke arah Madika.
meskipun ukuran besar-nya tidak bertambah, namun karena pedang itu memanjang tentu-nya pedang itu akan menusuk Madika.
Madika yang melihat hal itu kini malah berlari menghampiri pedang itu.
lalu ia pun langsung melompat ke atas-nya.
sia raja kera yang melihat hal itu pun kini langsung mengangkat pedang-nya dan menebas-kan pedang-nya itu ke arah Madika yang ada di atas-nya.
Namun tebasan-nya itu di sadari oleh Madika sehingga dengan cepat Madika langsung memblokir pedang itu mengguna-kan tongkat milik-nya.
ia mengarah-kan tongkat-nya dengan posisi horizontal untuk memblokir tebas pedang itu.
~ZINGG!!~
~DUARR!!~
Sebuah ledakan terjadi saat pedang dan tongkat itu saling berhantaman, dan saat pedang itu berhasil di blokir oleh Madika, kini Madika pun langsung memperbesar ukuran tongkat-nya serata membuat tongkat-nya itu jadi lebih panjang.
Hal itu pun membuat tongkat Madika menjadi sangat berat sehingga bobot tongkat itu mendorong pedang si raja kera hingga akhir-nya pedang si raja kera itu tidak bisa naik ke atas dan langsung menghantam lantai bersamaan dengan tongkat milik Madika.
__ADS_1